guaifenesin tablet dan sirup

Guaifenesin obat apa?

Guaifenesin adalah obat yang digunakan untuk mengencerkan dahak dan melegakan saluran pernapasan dan rongga hidung. Obat ini sering diresepkan pada penderita batuk berdahak akibat flu, infeksi saluran pernapasan, bronkitis, ataupun alergi.

Guaifenesin merupakan obat dari golongan ekspektoran atau pengencer dahak. Obat ini akan mengencerkan dahak atau sputum di saluran pernapasan. Dahak yang lebih encer akan mudah dikeluarkan bersamaan dengan batuk. Gauifensin tidak disarankan digunakan oleh penderita batuk berdahak akibat merokok atau akibat penyakit pernapasan yang sudah kronis.

Ringkasan Obat Guaifenesin

Jenis obatEkspektoran
KategoriObat bebas
KegunaanMengencerkan dahak di saluran pernapasan
KonsumenDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori C (boleh dengan syarat)
SediaanTablet: 100 mg; Sirup: 3,5 mg/5 ml, 5 mg/5 ml (kombinasi dengan obat lain)
MerekGuaifenesin, Anakonidin, Grantusif, Ifarsyl, Zemindo, Fluzep, OBH Itra, Mixadin, Tera F, Bisolvon Extra, Flucodin, Bodrex Flu & Batuk PE, Bodrexin Flu & Batuk, Lodecon, Dextral Forte, Intunal F, Termorex Plus, Hufagripp Forte, Konidin, Flutamol, Comtusi Forte, Promodex, Vicks Formula 44, Siladex ME, Kontrabat, Stop Cold, Komix, Oskardyl, Mextril

Cara Kerja dan Fungsi Obat Guaifenesin

Fungsi Guaifenesin dalam tubuh adalah untuk mengencerkan dahak. Senyawa obat ini bekerja mengurangi daya rekat dan tegangan permukaan dahak atau sputum. Akibatnya terjadi peningkatan volume dan viskositas dahak.

Guaifenesin merubah dahak yang sebelumnya lebih kental dan sulit dikeluarkan serta memicu batuk lebih sering menjadi lebih encer dan mudah dikeluarkan serta hanya memicu batuk sesekali saja. Sehingga mempercepat pengeluaran dahak dan melegakan saluran pernapasan baik atas maupun bawah.

Indikasi dan Kegunaan Guaifenesin

Guaifenesin digunakan untuk mengencerkan dahak yang mengental dan sulit dikeluarkan pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh beberapa jenis penyakit berikut ini:

  • Bronkitis.
  • Flu.
  • Alergi.
  • Batuk akibat flu.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang dengan riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap Guaifenesin.
  • Anak-anak umur kurang dari 6 tahun.

Dosis Guaifenesin dan Aturan Pakai

Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Dosis Guaifenesin untuk mengobati batuk

  • Dosis dewasa: dalam bentuk tablet 200 – 400 mg 4 jam sekali atau dalam bentuk tablet lepas lambat 400 – 1.200 mg tiap 12 jam sekali. Maksimal penggunaan 2.400 mg per hari.
  • Dosis anak-anak: Umur 6 – 12 tahun: 100 mg  4 kali sehari. Maksimal penggunaan 400 mg per hari selama maksimal 5 hari. Umur 12 tahun lebih dosis sama dengan dewasa.

Aturan pakai:

  • Gunakanlah obat ini setelah atau sebelum makan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Guaifenesin pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Guaifenesin

Guaifenesin umumnya ditoleransi baik oleh tubuh. Namun demikian, beberapa efek samping mungkin muncul dan perlu diperhatikan. Efek samping Guaifenesin meliputi:

  • Mual dan muntah.
  • Diare.
  • Nyeri perut.
  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Mengantuk.
  • Ruam kulit.
  • Hipourikemia.

Efek Overdosis Guaifenesin

Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran mungkin menyebabkan overdosis. Gejala overdosis Guaifenesin dapat berupa kesulitan bernapas, pusing, mual dan muntah parah. Jika kondisi ini terjadi segera melapor ke dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat alergi terhadap Guaifenesin.
  • Hindari penggunaan pada penderita batuk yang persisten seperti pada penderita asma, emfisema, bronkitis kronis, dan batuk akibat merokok.
  • Hati-hati penggunaan pada penderita gangguan fungsi ginjal dan hati.
  • Pemberian obat batuk pada anak umur lebih dari 6 tahun harus diberikan secara hati-hati dan mempertimbangkan risiko yang ditimbulkan.
  • Hati-hati penggunaan pada ibu hamil dan menyusui.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Guaifenesin untuk ibu hamil?

Guaifenesin digolongkan dalam obat kategori C untuk ibu hamil menurut FDA (BPOMnya Amerika). Untuk obat kategori C berarti studi bahan ini pada hewan percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan hewan percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu penggunaannya sebaiknya dihindari selama kehamilan.

Bolehkah Guaifenesin untuk ibu menyusui?

Belum ada data yang menunjukkan apakah Guaifenesin dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui. Namun untuk menghindari kemungkinan risiko yang dapat mengganggu kesehatan bayi yang menyusu. Sebaiknya penggunaan obat ini dihindari selama masa menyusui.

Interaksi Obat

Hati-hati saat menggunakan Guaifenesin bersamaan dengan obat lain. Interaksi mungkin terjadi antara Guaifenesin dengan obat-obatan lainnya, efeknya dapat berupa berkurangnya efektivitas obat atau peningkatan kadar efek samping. Untuk itu tanyakan pada dokter Anda sebelum mengonsumsi dua jenis obat bersamaan.