bodrexin obat penurun demam anak

Bodrexin obat apa?

Bodrexin adalah obat untuk menurunkan demam dan meringankan rasa nyeri pada anak-anak. Obat ini tersedia dalam rasa jeruk yang disukai anak-anak. Bahan aktifnya yang berupa acetosal atau acetylsalicylic acid merupakan penurun panas dan pereda nyeri serta peradangan dari jenis OAINS yang dalam dosis kecil aman untuk anak-anak.

Bahan aktif Bodrexin berupa aspirin/acetosal bekerja meringankan nyeri dengan cara mempengaruhi sintesis prostaglandin yang merupakan mediator pemicu gejala nyeri dan peradangan. Sementara untuk menurunkan demam aspirin mempengaruhi produksi prostaglandin E1 di otak sehingga demam dapat dikurangi.

Ringkasan Obat Bodrexin

KandunganAcetylsalicylic acid/acetosal 80 mg
Jenis obatAnalgesik, antipiretik
KategoriObat bebas
KegunaanMeredakan demam dan nyeri pada anak-anak
KonsumenDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori N (hindari)
ProdusenSupra Ferbindo Farma
HargaRp. 1.400 – 1.500 per strip isi 6 tablet, 1 box isi 3 strip

Cara Kerja dan Fungsi Obat Bodrexin

Fungsi Bodrexin dalam tubuh adalah sebagai pereda demam, nyeri dan peradangan. Bahan aktif utama Bodrexin berupa acetosal/aspirin mampu mengganggu produksi prostaglandin dengan cara mengikat enzim siklooksigenase-1 (COX-1) dan siklooksigenase-2 (COX-2). Dengan berkurangnya produksi prostaglandin, peradangan dan nyeri dapat diredakan.

Untuk meredakan demam aspirin mempengaruhi produksi prostaglandin E1 di otak. Senyawa ini diketahui sangat berpengaruh dalam proses terjadinya demam. Dengan begitu Demam dan nyeri serta peradangan dapat dikurangi..

Indikasi dan Kegunaan Bodrexin

Bodrexin digunakan untuk menurunkan demam serta nyeri dan peradangan pada anak-anak maupun dewasa. Seperti demam dan nyeri yang muncul akibat flu, pilek, sakit kepala, sakit gigi, demam akibat luka atau setelah imunisasi.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang yang memiliki riwayat alergi terhadap aspirin atau obat jenis OAINS lainnya seperti, ibuprofen atau asam mefenamat.
  • Sedang menderita tukak saluran cerna.
  • Menderita gangguan fungsi koagulasi darah seperti hemofilia atau trombositopenia.
  • Penderita gangguan fungsi ginjal dan hati berat.
  • Anak-anak kurang dari 16 tahu yang baru saja sembuh dari infeksi virus karena dikhawatirkan mengalami sindrom reye, meskipun kondisi ini sangat jarang terjadi.
  • Tidak boleh diberikan sebagai penurun panas pada penderita demam berdarah.
  • Tidak boleh diberikan bersamaan dengan obat jenis OAINS lainnya atau methotrexate.
  • Tidak boleh diberikan pada ibu hamil, terutama dalam dosis lebih dari 100 mg per hari pada kehamilan trimester ke-3, serta saat ibu menyusui.

Dosis Bodrexin dan Aturan Pakai

Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Dosis Bodrexin untuk meredakan demam dan nyeri

  • Dosis dewasa: 3 tablet, 3 – 4 kali sehari.
  • Dosis anak-anak:
    • Umur 6 – 8 tahun: 3 tablet, 3 – 4 kali sehari.
    • Umur 4 – 5 tahun: 2 tablet, 3 – 4 kali sehari.
    • Umur 2 – 3 tahun: 1 tablet 3 – 4 kali sehari atau sesuai petunjuk dokter.

Aturan pakai:

  • Gunakanlah obat ini setelah makan. Tablet dapat ditelan utuh atau dikunyah dan dihisap dahulu.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang¬†tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Bodrexin pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Bodrexin

Bodrexin ditoleransi baik oleh tubuh. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan. Efek samping Bodrexin meliputi:

  • Beberapa orang dengan alergi aspirin atau OAINS mungkin mengalami gejala seperti gatal, bengkak pada wajah, serta sakit kepala yang dikenal sebagai gejala intoleransi salisilat.
  • Sepertihalnya obat jenis OAINS lainnya aspirin mungkin menyebabkan gangguan pencernaan seperti dispepsia, mual, muntah, iritasi saluran cerna. Dalam dosis besar bahkan dapat menyebabkan tukak saluran cerna yang dapat berakibat fatal.
  • Penggunaan dosis tinggi mungkin memicu tinitus atau gangguan pada telinga, meskipun efeknya hanya sementara.
  • Aspirin dan OAINS lain seperti ibuprofen dapat menghambat penyembuhan luka kulit.
  • Meskipun sangat jarang, sindrom reye mungkin terjadi terutama pada anak-anak kurang dari 16 tahun yang baru sembuh dari infeksi virus seperti cacar atau lainnya. Faktor genetik dianggap paling berpengaruh pada kondisi ini.

Efek Overdosis Bodrexin

Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran dapat menyebabkan overdosis. Gejala overdosis Bodrexin dapat berupa mual, nyeri perut parah, muncul bercak darah pada feses, atau reaksi alergi berupa gatal dan pembengkakan di wajah serta kesulitan bernapas. Jika kondisi ini terjadi segera bawa penderita ke unit kesehatan terdekat agar mendapatkan pertolongan tepat sesegera mungkin.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker jika anak Anda memiliki riwayat alergi terhadap aspirin atau OAINS lainnya.
  • Hati-hati menggunakan obat ini pada penderita asma, tukak saluran cerna, alergi, dehidrasi, anemia atau hipertensi yang tidak terkontrol.
  • Obat ini dapat menyebabkan kantuk, hindari berkendara saat mengonsumsi obat ini.
  • Hati-hati penggunaan pada penderita gangguan fungsi ginjal dan hati ringan hingga sedang atau pasien yang akan menjalani operasi serta pada ibu hamil.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Bodrexin untuk ibu hamil?

Bahan aktif Bodrexin berupa acetosal atau aspirin digolongkan dalam obat kategori C untuk ibu hamil oleh TGA AU (Badan POMnya Australia) sementara FDA (BPOMnya USA) tidak menggolongkannya dalam kategori manapun alias kategori N.

Secara umum, aspirin tidak direkomendasikan untuk ibu hamil, kecuali dalam kondisi tertentu seperti preeklampsia, gangguan pembekuan darah atau keguguran berulang. Penggunaan dosis tinggi pada trimester ke-3 kehamilan juga dianggap dapat menyebabkan kelahiran prematur akibat duktus arteriosis.

Bolehkah Bodrexin untuk ibu menyusui?

Bahan aktif Bodrexin diketahui dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui. Penggunaan dosis kecil dianggap cukup aman, namun untuk dosis tinggi dan dalam jangka waktu yang lama sebaiknya dihindari.

Interaksi Obat

Hati-hati saat menggunakan Bodrexin bersamaan dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Bodrexin dengan obat-obat berikut:

  • Warfarin, fenindoin, coumarin, meningkatkan risiko pendarahan.
  • Kortikosteroid, meningkatkan risiko pendarahan saluran cerna.
  • OAINS, meningkatkan risiko pendarahan saluran cerna yang dapat berakibat fatal.
  • Antiplatelet (clopidogrel, dipyridamole), meningkatkan risiko pendarahan.
  • Acetazolamide, meningkatkan risiko asidosis dan tekanan pada susunan saraf pusat.