paratusin tablet

Paratusin obat apa?

Paratusin adalah obat untuk meredakan gejala-gejala flu seperti demam, pusing, hidung tersumbat, bersin-bersin serta batuk. Obat ini mengombinasikan 5 bahan aktif yang berfungsi untuk meredakan demam dan nyeri, melegakan pernapasan, mengencerkan dahak, menekan batuk serta untuk meredakan reaksi alergi.

Paratusin masuk dalam golongan obat bebas terbatas sehingga dapat dibeli di apotek tanpa perlu resep dokter. Namun penggunaannya harus tetap memperhatikan dosis anjuran pada kemasan untuk menghindari overdosis atau efek samping yang mungkin ditimbulkan.

Ringkasan Obat Paratusin

Jenis obatAntitusif, ekspektoran, dekongestan, analgetik, antihistamin
GolonganObat bebas terbatas
KandunganTiap tablet mengandung: paracetamol 500 mg, guaifenesin 50 mg, noscapine 10 mg, phenylpropanolamin HCl 15 mg, chlorpheniramine maleate 2 mg
KegunaanMeredakan gejala flu seperti demam, sakit kepala, bersin-bersin, hidung tersumbat, serta batuk yang biasa menyertai flu
KonsumenDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori C (boleh dengan syarat)
ProdusenDarya Varia Laboratoria
HargaRp. 14.000 – 15.000 per strip isi 10 tablet, per box isi 20 strip atau 100 strip

Cara Kerja dan Fungsi Obat Paratusin

Fungsi Paratusin dalam tubuh yaitu sebagai analgesik (pereda nyeri), antipiretik (penurun panas), dekongestan hidung, ekspektoran untuk mengencerkan dahak, antitusif untuk menekan batuk serta antihistamin untuk meredakan reaksi alergi. Manfaat ini didapat dari kombinasi bahan aktifnya yang berupa:

  • Paracetamol, atau acetaminophen merupakan obat yang memiliki efek analgetik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun panas). Obat ini mengurangi rasa nyeri dengan menghambat langsung impuls nyeri, sementara efek penurun panasnya didapat dengan memengaruhi pusat pengatur suhu tubuh di hipotalamus.
  • Guaifenesin, bertindak sebagai ekspektoran dengan meningkatkan hidrasi pada saluran pernapasan sehingga meningkatkan volume dahak dan menurunkan kekentalannya. Dengan begitu dahak akan lebih mudah dikeluarkan bersamaan dengan batuk.
  • Noscapine, adalah obat jenis alkaloid non-narkotik jenis phthalide isoquinolone yang dihasilkan dari tanaman opium poppy papaver somniferum. Obat ini memiliki efek analgesik ringan, antitusif, dan berpotensi sebagai agen antineoplastik. Efek antitusifnya muncul akibat akitivitasnya pada reseptor sigma opioid di otak. Di beberapa negara obat ini sudah tidak direkomendasikan untuk obat batuk.
  • Phenylpropanolamine HCl, adalah obat simpatomimetik yang memiliki efek melegakan pernapasan atau nasal dekongestan. Obat ini umumnya digunakan dalam bentuk garam HCl sebagai dekongestan, meskipun di beberapa negara penggunaan obat ini ditarik karena meningkatkan risiko stroke hemorhagia.
  • Chlorpheniramine maleate, atau dikenal juga sebagai CTM ini merupakan obat golongan antihistamin alkilamina generasi pertama yang digunakan untuk meredakan reaksi alergi seperti rhinitis alergi dan urtikaria. Dibanding antihistamin generasi pertama lainnya CTM memiliki efek sedatif yang lebih lemah.

Indikasi dan Kegunaan Paratusin

Paratusin digunakan untuk meredakan berbagai gejala flu seperti demam, pusing, nyeri badan, bersin-bersin, hidung tersumbat serta batuk yang kerap menyertai flu.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang dengan riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap bahan aktif obat ini.
  • Penderita hipertiroidisme, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, penyakit jantung koroner, dan penyakit nefropati.
  • Orang yang sedang diterapi menggunakan obat jenis penghambat monoamine oksidase (MAOI).

Dosis Paratusin dan Aturan Pakai

Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Dosis Paratusin untuk meredakan gejala flu

  • Dosis dewasa: 1 tablet 3 kali sehari.
  • Dosis anak-anak:
    • Umur 6 – 12 tahun: dalam sediaan sirup, 5 – 10 ml atau tablet ¼-½ tablet, 3 – 4 kali sehari.
    • Umur 1 – 6 tahun: sediaan sirup 2,5 – 5 ml, 3 – 4 kali sehari.
    • Umur kurang dari 1 tahun: dalam sediaan sirup 2,5 ml, 3 – 4 kali sehari.

Aturan pakai:

  • Gunakanlah obat ini setelah atau sebelum makan, jika muncul rasa tidak nyaman di pencernaan konsumsilah setelah atau bersamaan dengan makanan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Paratusin pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Paratusin

Paratusin umumnya ditoleransi baik oleh tubuh. Namun demikian, beberapa efek samping mungkin muncul dan perlu diperhatikan. Efek samping Paratusin meliputi:

  • Mengantuk.
  • Pusing.
  • Mulut kering.
  • Ruam kulit.

Efek Overdosis Paratusin

Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran dapat menyebabkan overdosis. Gejala overdosis Paratusin dapat berupa gangguan pencernaan hingga perdarahan saluran cerna atau kejang epileptik. Jika kondisi ini terjadi segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika pernah mengalami reaksi alergi saat mengonsumsi obat dengan bahan aktif yang sama dengan Paratusin.
  • Hati-hati menggunakan obat ini pada penderita penyakit jantung, diabetes, glaukoma, gangguan fungsi ginjal atau hati.
  • Obat ini dapat menyebabkan kantuk, hindari mengemudikan kendaraan atau alat berat yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
  • Perhatian lebih harus diberikan untuk penggunaan pada wanita hamil.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Paratusin untuk ibu hamil?

Salah satu bahan aktif Paratusin berupa phenylpropanolamine HCl digolongkan dalam kategori obat golongan C untuk ibu hamil. Hal itu berarti studi obat ini pada hewan percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan hewan percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu penggunaannya diperbolehkan namun harus berhati-hati dengan dosis dan efek sampingnya.

Bolehkah Paratusin untuk ibu menyusui?

Belum diketahui apakah bahan aktif Paratusin dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui. Namun obat jenis antihistamin umumnya dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui dan menyebabkan peningkatan risiko anak yang menyusu jadi lebih mudah mengantuk atau muncul ruam. Oleh karena itu penggunaannya selama menyusui harus berhati-hati.

Interaksi Obat

Hati-hati saat menggunakan Paratusin bersamaan dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Paratusin dengan obat-obat berikut:

  • Obat penekan susunan saraf pusat, antihistamin dapat meningkatkan efek obat penekan SSP.
  • MAOI, dapat meningkatkan efek obat yang dapat memicu efek samping berbahaya.
  • Antikoagulan (warfarin), paracetamol dapat meningkatkan efek obat antikoagulan.