faxiden 10 mg 20 mg dan gel

Faxiden obat apa?

Faxiden adalah obat yang digunakan untuk meredakan rasa sakit dan nyeri serta peradangan, terutama yang disebabkan oleh peradangan sendi (arthritis) seperti arthritis reumathoid, osteoarthritis atau spondilitis ankilosa. Faxiden mengandung bahan aktif piroxicam yang merupakan golongan obat OAINS.

Piroxicam yang terkandung dalam Faxiden memiliki efek analgetik (pereda rasa sakit) dan anti-inflamasi (meredakan peradangan). Obat ini dapat menghambat produksi enzim siklookisgenase (COX-1 dan COX-2) yang menyebabkan berkurangnya produksi prostaglandin yang merupakan mediator pencetus rasa sakit dan peradangan.

Ringkasan Obat Faxiden

KandunganKaplet: piroxicam 10 mg dan 20 mg; Gel: piroxicam 0,5%
Jenis obatOAINS
KategoriObat keras
KegunaanMengurangi rasa sakit dan peradangan terutama di area persendian
KonsumenDewasa dan lansia
KehamilanKategori C (hindari) timester 1 dan 2, Kategori D (dilarang) timester 3
ProdusenIFARS Pharmaceutical Laboratories
HargaRp. 2.500 – 3.500 per strip isi 10 kaplet 20 mg; Rp 2.000 – 2.500 per strip isi 10 kaplet 10 mg, kemasan box isi 10 strip; sediaan gel Rp 7.500 – 8.000 per tube isi 10 gram

Cara Kerja dan Fungsi Obat Faxiden

Fungsi Faxiden dalam tubuh adalah sebagai analgetik (pereda nyeri) dan anti-inflamasi (pereda peradangan). Bahan utamanya berupa piroxicam merupakan obat golongan anti inflamasi non steroid (OAINS) yang mampu meredakan nyeri ringan hingga sedang dan mengurangi efek peradangan seperti peradangan pada peresendian serta mengurangi kekakuan pada persendian.

Piroxicam bekerja menghambat enzim siklooksigenase (COX-1 dan COX-2) secara reversibel. Akibatnya prostaglandin yang diproduksi dengan dengan bantuan enzim COX-1 dan COX-2 ini akan berkurang produksinya di tubuh. Sehingga peradangan dan nyeri yang dimediasi oleh prostaglandin dapat dikurangi. Piroxicam juga dapat menghambat migrasi leukosit pada area yang mengalami inflamasi dan menghambat pembentukan tromboksan A2 yang dapat meningkatkan agregasi platelet.

Indikasi dan Kegunaan Faxiden

Faxiden digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan seperti pada beberapa kondisi berikut ini:

  • Rematik atau arthritis reumathoid.
  • Spondilitis ankilosa (radang sendi yang mempengaruhi tulang belakang).
  • Osteoarthritis (radang sendi akibat kerusakan tulang rawan sendi).
  • Dismenore primer.
  • Nyeri pasca operasi.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang dengan riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap piroxicam atau OAINS lain seperti aspirin atau ibuprofen.
  • Memiliki riwayat tukak, pendarahan atau perforasi saluran cerna.
  • Baru saja menjalani operasi baypass jantung.
  • Sedang diterapi dengan obat jenis OAINS atau antikoagulan.

Dosis Faxiden dan Aturan Pakai

Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Dosis Faxiden untuk arthritis reumathoid, osteoarthritis, spondilitis ankilosa

  • Dosis dewasa: 20 mg per hari dalam dosis tunggal atau dibagi dalam 2 dosis. Terapi sebaiknya direview kambali setelah 14 hari penggunaan.
  • Dosis lansia: gunakan dosis terkecil dengan rentang waktu yang singkat.

Dosis Faxiden gel untuk meredakan nyeri dan peradangan

  • Dosis dewasa: dalam sediaan gel 0,5%, aplikasikan pada area kulit yang nyeri dan meradang 3 – 4 kali sehari. Terapi sebaiknya direview setelah penggunaan 4 minggu.

Aturan pakai:

  • Dalam sediaan tablet, gunakanlah obat ini setelah atau bersamaan dengan makan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang¬†tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Faxiden pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.
  • Untuk sediaan gel, bersihkan area yang akan di aplikasikan lebih dulu dan jangan menutup permukaannya dengan perban atau kain.

Efek Samping Faxiden

Faxiden umumnya ditoleransi baik oleh tubuh. Namun, beberapa efek samping mungkin muncul dan perlu diperhatikan. Efek samping Faxiden meliputi:

  • Nyeri perut.
  • Sembelit.
  • Diare.
  • Mulut kering.
  • Edema.
  • Anemia, peningkatan waktu pendarahan.
  • Peningkatan enzim hati.
  • Tinnitus.
  • Kantuk.
  • Gangguan fungsi ginjal.

Efek Overdosis Faxiden

Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran dapat menyebabkan overdosis. Gejala overdosis Faxiden dapat berupa kantuk, mual dan muntah parah, atau nyeri perut parah. Jika kondisi ini terjadi segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika pernah mengalami reaksi alergi terhadap piroxicam atau obat jenis OAINS lainnya.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita penyakit kardiovaskular atau berisiko mengalami penyakit kardiovaskular, menderita retensi cairan atau gagal ginjal, penyakit serebrovaskular, takanan darah tinggi yang tidak terkontrol, asma.
  • Perhatian perlu diberikan untuk penggunaan pada orang tua, gangguan fungsi ginjal dan hati, wanita hamil dan menyusui, serta wanita yang berencana untuk hamil.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Faxiden untuk ibu hamil?

Bahan aktif Faxiden berupa piroxicam digolongkan dalam obat kategori D untuk ibu hamil pada trimeste ke 3. Sementara di trimester 1 dan 2 masuk dalam kategori C.

Obat kategori D berarti terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).

Obat kategori C berarti Studi pada hewan percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan hewan percobaan tidak dapat dilakukan.

Oleh karena itu penggunaan Faxiden pada kehamilan trimester ke 3 tidak dianjurkan dan sebaiknya dihindari selama trimester ke 1 dan 2 atau digunakan jika sangat dibutuhkan saja dan harus dalam pengawasan dokter.

Bolehkah Faxiden untuk ibu menyusui?

Bahan aktif Faxiden diketahui dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui dan berisiko mengganggu kesehatan bayi yang menyusu. Namun efek sampingnya pada bayi yang menyusu belum diketahui. Oleh karena itu penggunaan obat ini selama masa menyusui sebaiknya dihindari.

Interaksi Obat

Hati-hati saat menggunakan Faxiden bersamaan dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Faxiden dengan obat-obat berikut:

  • Tacrolimus, ciclosporin, meningkatkan risiko nefrotoksisitas.
  • Cimetidine, meningkatkan penyerapan Faxiden.
  • Kortikosteroid, meningkatkan risiko ulserasi saluran cerna.
  • Diuretik, mengganggu efektivitas diuretik.
  • Methotrexate, menyebabkan toksisitas akut.
  • Quinolones, meningkatkan risiko kejang.
  • Mifepristone, mengganggu efektivitas obat ini dalam menghambat kehamilan.
  • OAINS, meningkatkan risiko gangguan pencernaan yang dapat berakibat fatal.