Aspirin adalah obat golongan anti inflamasi non-steroid. Aspirin sebenarnya merupakan merek dagang dari asam asetil salisilat. Penggunaannya umumnya untuk mengatasi peradangan, nyeri dan demam pada sakit kepala, pusing, nyeri otot dan nyeri sendi.

Selain itu aspirin dosis kecil juga sering diresepkan sebagai pengencer darah untuk mengurangi risiko serangan ulang dan kematian pada orang dengan riwayat serangan jantung (infark miokar), nyeri dada (angina pectoris) dan stroke.

Aspirin ada yang dijual bebas dan ada yang harus menggunakan resep dokter. Aspirin yang dijual bebas biasanya dalam bentuk sediaan tablet, tablet kunyah maupun kaplet, sedangkan yang menggunakan resep dokter yaitu dalam bentuk sediaan tablet salut selaput atau tablet lepas lambat.

Sekilas Tentang Obat Aspirin

Jenis obatObat Anti-inflamasi Non Steroid (AINS) dan Antiplatelet
GolonganObat Bebas (untuk bentuk sediaan tablet, tablet kunyah), Obat Resep (untuk bentuk sediaan tablet salut enterik)
KegunaanMengatasi nyeri, radang dan demam pada nyeri otot, nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Pengobatan dan pencegahan proses pembekuan darah (agregasi platelet) pada penderita infark miokardiak, angina pektoris dan sroke.
Dikonsumsi olehDewasa, Anak-anak
Bentuk obatTablet, Tablet kunyah, Kaplet, Tablet salut enterik
Merek dagangAspilet, Aspirin, Bodrexin, Contrxyn, Farmasal, Gramasal, Naspro, Ascardia, Cardio Aspilet, Miniaspi 80, Procardin, Restro, Thrombo Aspilet

aspirin

Mekanisme Kerja Aspirin

Obat ini memiliki efek analgetik, antiinflamasi dan antipiretik. Efek tersebut berkaitan dengan mekanisme kerja aspirin yang dapat menurunkan produksi prostaglandin. Prostaglandin merupakan senyawa yang berperan dalam proses peradangan dan rasa nyeri di dalam tubuh. Penurunan kadar prostaglandin disebabkan penghambatan enzim cyclooksigenase-1 dan cyclooksigenase-2 yang berperan dalam sintesis prostaglandin.

Disamping itu aspirin juga dapat digunakan sebagai antiplatelet yang juga berefek antitrombotik. Pemberian dalam dosis kecil jangka panjang, dapat mencegah pembekuan darah karena agregasi platelet sekaligus mencegah pembentukan trombus yang bisa mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah.

Indikasi dan Kegunaan

Aspirin obat apa? Aspirin digunakan untuk mengatasi bermacam-macam kondisi, diantaranya:

  • Sebagai analgetik, anti inflamasi dan antipiretik pada sakit kepala, pusing, nyeri otot, nyeri sendi dan demam.
  • Mengurangi risiko kematian dan serangan ulang pada penderita dengan riwayat serangan jantung (infark miokardiak) dan nyeri dada (angina pektoris).
  • Mengurangi risiko serangan ulang pada gangguan suplai darah sementara ke otak (TIA) atau stroke akibat pembekuan darah.

Kontraindikasi

Perlu diperhatikan bahwa tidak semua orang diperbolehkan mengkonsumsi obat ini. Terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan aspirin tidak aman diberikan, misalnya:

  • Pada penderita dengan riwayat alergi dengan asam asetil salisilat dan turunannya.
  • Memiliki tukak peptik parah, pendarahan saluran cerna dan ulceratif kolitis.
  • Kelainan darah seperti hemofilia, anemia hemolitik, tombositopenia dan diatesis hemoragik (kelainan proses perdarahan).
  • Penderita polip yang berkaitan dengan asma.
  • Ibu hamil terutama pada trimester ke-3, karena dapat meningkatkan risiko keguguran atau masalah saat persalinan.
  • Sedang mendapatkan terapi antikoagulan.
  • Gangguan fungsi hati dan ginjal berat.

Dosis Aspirin dan Cara Pemakaian

Aspirin atau asam asetil salisilat yang beredar di pasaran tersedia dalam bentuk tablet, tablet kunyah, tablet salut enterik dan kaplet.

  • Kekuatan dosis tablet: 50 mg, 100 mg, 500mg
  • Kekuatan dosis tablet kunyah: 80 mg
  • Kekuatan dosis kaplet: 300 mg, 650 mg (forte)
  • Kekuatan dosis tablet salut enterik: 80 mg, 100 mg, 160 mg

Dosis lazim penggunaan aspirin adalah sebagai berikut:

DewasaNyeri, demam dan inflamasi: 325-650 mg setiap 4-6 jam jika perlu. Antiplatelet dan antitrombotik: 80-160 mg/hari, pada infark miokardiak dapat ditingkatkan hingga 300 mg/hari sedangkan pada TIA atau stroke dapat ditingkatkan hinggan 1000 mg/hari.
Anak-anakAnak < 12 tahun: 10-15 mg/kg berat badan setiap 4 jam, dapat dinaikkan hingga 60-80 mg/kg berat badan per harinya. Anak ≥ 12 tahun: 325-650 mg setiap 4-6 jam jika perlu.

Efek Samping Aspirin

Seperti halnya dengan obat-obat lainnya, aspirin juga berpotensi menyebabkan efek samping. Efek samping yang umum terjadi diantaranya:

  • Gangguan pencernaan seperti mual, muntah, iritasi dan perdarahan lambung dan usus, kenaikan asam lambung dan tukak peptik.
  • Reaksi alergi yang biasanya ditandai dengan gatal, kemerahan, bengkak dan kesulitan bernapas.
  • Gangguan darah seperti perdarahan, trombositopenia, anemia hemolitik dan gangguan pembekuan darah.
  • Gangguan jantung dan hati.

Efek samping tersebut tidak selalu terjadi di setiap orang, bilapun terjadi memiliki tingkat keparahan yang berbeda tergantung dengan kondisi tubuh masing-masing. Jika mengalami efek samping jangan panik, segera hentikan pemakaian dan hubungi dokter atau apoteker.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat aspirin ini, perhatikan hal-hal berikut:

  • Penggunaan aspirin sebagai pengencer darah harus berdasarkan resep dokter dan dikonsumsi sesuai aturan dan anjuran dokter atau apoteker.
  • Selama mengkonsumsi aspirin jangan menggunakan obat lain tanpa sepengetahuan dokter atau apoteker. Hal ini dikarenakan ada beberapa obat yang bila digunakan secara bersamaan dapat meningkatkan risiko efek samping misalnya antikoagulan (anti pembekuan darah), kortikosteroid, sulfonilurea dan metrotreksat.
  • Diminum setelah makan untuk menghindari efek gangguan pencernaan.
  • Untuk sediaan bentuk tablet selaput enterik diminum dengan cara langsung ditelan, jangan dikunyah atau dihancurkan.
  • Hati-hati penggunaannya pada pasien dengan anemia, gangguan saluran pencernaan, riwayat tukak peptik, penyakit hati, hipoprothrombinemia (defisiensi protrombin), ganguan ginjal, defisiensi vitamin K dan pengguna alkohol karena dapat meningkatkan risiko perdarahan.
  • Jika mengalami efek samping yang parah dan berkepanjangan hentikan penggunaan dan segera hubungi dokter atau apoteker.
  • Aspirin tidak direkomendasikan untuk ibu hamil oleh karena itu sampaikan kepada dokter atau apoteker jika Anda sedang atau memiliki rencana hamil.
  • Obat ini dapat masuk ke dalam ASI, sehingga pada ibu menyusui harus memperhatikan manfaat dan risiko dari penggunaan aspirin.