Kode ICD 10 untuk diagnosis Infeksi Saluran Kemih atau ISK adalah N39.0 (Urinary tract infection, site not specified). Artinya, kode ICD N39.0 digunakan untuk ISK yang tidak ditentukan atau tidak diketahui secara pasti lokasinya.

Seperti diketahui, bahwa Infeksi saluran kencing dapat terjadi di saluran kemih bagian atas dan bawah. Pada bagian atas, berarti infeksi terjadi pada organ ginjal (nefritis) dan ureter  (ureteritis). Sedangkan pada bagian bawah, berarti terjadi pada kandung kemih (sistitis) dan uretra (uretritis).

Sebagian besar kasus ISK terjadi pada saluran bawah, yakni sistitis dan uretritis. Masing-masing dari infeksi tersebut memiliki kode ICD 10 secara spesifik.

Mengenai kode ICD 10 Infeksi saluran kemih N39.0, ini hanya digunakan pada ISK secara umum, ketika diagnosis belum dapat dipastikan letak infeksinya. Oleh karena itu, jangan digunakan untuk kode diagnosis uretritis, sistitis, ureteritis ataupun nefritis.

Secara lengkap dan terperinci, berikut kode dIagnosis ICD 10 Infeksi Saluran Kemih Sesuai lokasinya:

1. Urethritis (Infeksi pada Uretra)

  • N34 Urethritis and urethral syndrome (uretritis dan sindrom pada uretra)
    • N34.0 Urethral abscess (Abses uretra)
    • N34.1 Nonspecific urethritis (uretritis nonspesifik)
    • N34.2 Other urethritis (uretritis lainnya)
    • N34.3 Urethral syndrome, unspecified (Sindrom uretra lainnya)
  • A54.01 Gonococcal cystitis and urethritis, unspecified (uretritis dan cystitis akibat bakteri gonore, GO)
  • A56.01 Chlamydial cystitis and urethritis (uretritis dan cystitis karena klamidia)
  • A59.03 Trichomonal cystitis and urethritis (uretritis dan cystitis akibat trikomonas)
  • B37.4 Candidiasis of other urogenital sites (Infeksi jamur candida pada urogenital)
  • B37.41 Candidal cystitis and urethritis (uretritis dan cystitis akibat jamur kandida)
  • B37.42 Candidal balanitis (Balanitis akibat jamur kandida)
  • B37.49 Other urogenital candidiasis

2. Cystitis (Infeksi pada Kandung Kemih)

  • N30 Cystitis (Sistitis)
  • N30.0 Acute cystitis (Sistitis akut)
    • N30.00 …… without hematuria (tanpa perdarahan)
    • N30.01 …… with hematuria (dengan perdarahan)
  • N30.2 Chronic cystitis (Sistitis kronis)
  • N30.8 Other cystitis (Sistitis lainnya)
  • N30.9 Cystitis, unspecified (Sistitis tidak spesifik)
  • A36.85 Diphtheritic cystitis (Sistitis akibat difteri)
  • A54.01 Gonococcal cystitis and urethritis (Sistitis dan uretritis karena gonore)
  • A59.03 Trichomonal cystitis and urethritis (Sistitis dan uretritis akibat trikomonas)
  • B37.41 Candidal cystitis and urethritis (Sistitis dan uretritis karena jamur kandida).
  • A56.01 Chlamydial cystitis and urethritis (Sistitis dan uretritis akibat klamidia)
  • O23.10 Infections of bladder in pregnancy, unspecified trimester (Sistitis pada masa kehamilan, trimester tidak ditentukan)
  • O86.22 Infection of bladder following delivery (Sistitis setelah persalinan)

3. Ureteritis (infeksi pada ureter)

  • N28.86 Ureteritis cystica
  • N28.89 Other specified disorders of kidney and ureter

4. Nephritis (infeksi pada ginjal)

  • N00 Acute nephritic syndrome (sindrom nefritik akut)
  • N01 Rapidly progressive nephritic syndrome
  • N03 Chronic nephritic syndrome (sindrom nfritik kronis)
  • N05 Unspecified nephritic syndrome (sindrom nefritik tidak spesifik)
  • N10 Acute pyelonephritis (pyelonefritis akut)
  • N11 Chronic tubulo-interstitial nephritis
  • N12 Tubulo-interstitial nephritis, not specified as acute or chronic

5. Kode Diagnosis ISK Berkaitan dengan Kehamilan

  • O03.38 Urinary tract infection following incomplete spontaneous abortion (ISK setelah abortus spontan inkomplit)
  • O03.88 Urinary tract infection following complete or unspecified spontaneous abortion (ISK setelah abortus spontan komplit atau tidak spesifik)
  • O04.88 Urinary tract infection following (induced) termination of pregnancy (ISK sehabis terminasi kehamilan yang diinduksi)
  • O07.38 Urinary tract infection following failed attempted termination of pregnancy (ISK sehabis kegagalan usaha terminasi kehamilan).
  • O08.83 Urinary tract infection following an ectopic and molar pregnancy (ISK setelah kehamilan ektopik atau mola/ hamil anggur).

Informasi Klinis Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) merupaakan jenis infeksi paling umum kedua di dalam tubuh manusia. Saluran kemih itu sendiri terdiri dari dua ginjal, dua ureter, kandung kemih, dan uretra.

ISK ditandai dengan gejala-gejala berikut:

  • Nyeri atau terbakar saat buang air kecil
  • Demam, kelelahan, atau pusing
  • Dorongan untuk sering buang air kecil
  • Tekanan di perut bagian bawah
  • Urine yang berbau tidak sedap atau terlihat keruh atau kemerahan
  • Nyeri di punggung atau samping di bawah tulang rusuk

Semua orang dari segala usia atau jenis kelamin bisa mengalami ISK. Tetapi sekitar empat kali lebih banyak wanita terkena ISK dibandingkan pria. Risiko lebih tinggi juga lebih tinggi pada orang dengan diabetes, mengenakan kateter atau selang urine, atau mengalami cedera tulang belakang.

Jenis Infeksi Saluran Kemih dan Gejalanya

Setiap jenis ISK dapat menyebabkan gejala yang lebih spesifik. Gejalanya tergantung pada bagian mana dari saluran kemih yang terpengaruh.

ISK pada Ginjal

  • Sakit punggung atau samping
  • Demam tinggi
  • Gemetar dan menggigil
  • Mual
  • muntah

Kandung kemih

  • Tekanan panggul
  • Ketidaknyamanan perut bagian bawah
  • Sering buang air kecil yang menyakitkan
  • Darah dalam urin

Uretra

  • Rasa terbakar/sakit saat buang air kecil
  • Keluar cairan tanpa disadari

Jika Anda curiga menderita ISK, maka sangat penting untuk menemui dokter. Dokter  dapat mengetahui ISK melalui pemeriksaan fisik dan tes urin. Pengobatannya dengan antinyeri dan antibiotik.

Demikianlah informasi kode ICD 10 untuk Infeksi Saluran Kemih (ISK), semoga bermanfaat.