zaldiar

Zaldiar obat apa?

Zaldiar adalah obat kombinasi yang digunakan untuk meredakan rasa nyeri akut yang cukup berat sehingga memerlukan pereda nyeri jenis opioid dan pemberian obat pereda nyeri lainnya tidak cukup memadai efeknya. Obat ini mengandung bahan aktif analgesik opioid berupa tramadol HCl yang dikombinasikan dengan paracetamol untuk meningkatkan efek analgesiknya.

Kedua bahan aktif Zaldiar ini sama-sama bersifat analgetik. Hanya saja, paracetamol digunakan untuk meredakan nyeri ringan serta memiliki efek antipiretik atau penurun demam, sementara tramadol meredakan sakit dan nyeri yang lebih kuat dengan mempengaruhi reseptor opioid di otak.

Bahan aktifnya Zaldiar berupa tramadol HCl termasuk jenis opioid yang dapat memicu ketergantungan jika disalahgunakan. Oleh karena itu, penggunaan obat ini harus dengan resep dokter dan tidak boleh digunakan melebihi dosis anjuran. Penyalahgunaan obat ini dapat menyebabkan ketergantungan dan efek samping berbahaya lainnya, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Ringkasan Obat Zaldiar

KandunganTiap kaplet salut film mengandung: paracetamol 325 mg dan tramadol hydrochloride 37,5 mg
Jenis ObatAnalgesik opioid
KategoriObat keras
KegunaanMengatasi nyeri akut yang cukup berat hingga membutuhkan analgesik opioid dan penggunaan analgesik alternatif lainnya tidak memadai efeknya
KonsumenDewasa
KehamilanKategori C (boleh dengan syarat)
ProdusenPharos Indonesia
HargaRp. 110.000 – 120.000 per box isi 1 blister, per blister isi 10 kaplet salut film

Cara Kerja dan Fungsi Obat Zaldiar

Fungsi Zaldiar dalam tubuh adalah sebagai pereda nyeri kategori sedang hingga berat serta nyeri akut parah yang membutuhkan obat pereda nyeri jenis opioid karena pemberian obat jenis lainnya dianggap tidak memadai. Contoh kasus seperti pada nyeri pasca operasi atau nyeri akibat fibromyalgia. Manfaat Zaldiar ini didapat dari kombinasi bahan aktifnya yang berupa:

  • Paracetamol, adalah obat analgetik (pereda nyeri) dan antipiretik (pereda demam) yang paling umum digunakan untuk meredakan demam dan nyeri serta memiliki sedikit efek anti inflamasi. Obat ini bekerja dengan cara menghambat kerja enzim siklooksigenase (COX) yang berperan penting dalam pembentukan prostaglandin, senyawa alami pemicu nyeri. Dengan berkurangnya prostaglandin maka respon tubuh terhadap nyeri juga berkurang. Efek antipiretik dari paracetamol didapat dari kemampuannya mempengaruhi hipotalamus terutama pada pusat pengendali suhu tubuh.
  • Tramadol HCl, adalah obat analgetik opioid yang strukturnya mirip kodein dan morfin. Namun efek 1/10 kali kali dari morfin dan dianggap pereda nyeri jenis opioid yang paling aman untuk meredakan nyeri akut. Obat ini dapat menghambat reuptake serotonin, norephineprine, dan meningkatkan pelepasan serotonin di otak. Akibatnya terjadi pengikatan pada reseptor mu-opioid di susunan saraf pusat yang mengurangi respon terhadap rasa nyeri.

Indikasi dan Kegunaan Zaldiar

Zaldiar digunakan untuk meredakan nyeri akut yang cukup parah sehingga membutuhkan analgesik opioid dan penggunaan obat analgesik lainnya dianggap tidak cukup memadai. Beberapa kondisi yang membutuhkan obat ini seperti:

  • Nyeri akut pasca operasi.
  • Nyeri akibat fibromyalgia.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Penderita depresi pernapasan berat.
  • Penderita asma bronkial akut atau parah yang tidak terkontrol atau tidak adanya alat resusitasi untuk penanganan kondisi akut.
  • Pasien yang terindikasi memiliki tukak saluran cerna, termasuk paralitik ileus.
  • Orang dengan riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap tramadol, paracetamol, atau jenis obat analgesik opioid lainnya.
  • Pasien yang sedang diterapi dengan obat penghambat monoamine oksidase (MAOI) atau menggunakan obat MAOI kurang dari 14 hari berselang.
  • Pecandu alkohol berat.

Dosis Zaldiar dan Aturan Pakai

Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Dosis Zaldiar untuk mengatasi nyeri akut sedang hingga berat

  • Dosis dewasa: 1 – 2 kaplet setiap 6 – 8 jam sekali untuk meredakan nyeri akut. Maksimal 8 kaplet per hari.

Aturan pakai:

  • Gunakanlah obat ini setelah atau bersamaan dengan makan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang¬†tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Zaldiar pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Zaldiar

Zaldiar umumnya ditoleransi baik oleh tubuh. Namun karena mengandung analgesik opioid, beberapa efek samping mungkin muncul dan perlu diperhatikan. Efek samping Zaldiar meliputi:

  • Mual dan muntah.
  • Mulut kering.
  • Mengantuk.
  • Insomnia.
  • Pusing.
  • Keringat berlebih.
  • Tremor.
  • Hipotensi.
  • Ataksia.

Efek Overdosis Zaldiar

Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran dapat menyebabkan overdosis. Gejala overdosis Zaldiar dapat berupa depresi pernapasan, kantuk berat yang meningkat menjadi pingsan atau koma, kelemahan otot rangka, kulit dingin dan reaksi ruam, pupil menyempit edema paru, hipotensi, obstruksi jalan napas parsial maupun total, nekrosis tubular ginjal, koma hipoglikemik, dan trombositopenia. Jika kondisi ini terjadi segera melapor ke dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika pernah mengalami reaksi alergi saat mengonsumsi obat mengandung tramadol, paracetamol atau obat jenis analgesik opioid lainnya.
  • Hindari mengonsumsi obat ini secara berlebihan tanpa anjuran dokter karena dapat memicu ketergantungan, depresi pernapasan yang dapat memicu kematian, dapat memicu keracunan hati, meningkatkan risiko kejang dan sindrom serotonin.
  • Hindari menghentikan tiba-tiba penggunaan obat karena nyeri dirasa sudah hilang, karena hal itu dapat memicu sindrom penarikan obat. Oleh karena itu selalu ikuti dosis anjuran dokter Anda saat mengonsumsi obat ini.
  • Obat ini dapat menyebabkan kantuk, jangan mengendarai kendaraan atau menggunakan alat berat saat mengonsumsi obat ini.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada ibu hamil dan menyusui serta lansia.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Zaldiar untuk ibu hamil?

Bahan aktif Zaldiar berupa tramadol digolongkan sebagai obat kategori C untuk ibu hamil. Sementara paracetamol digolongkan sebagai obat kategori B untuk ibu hamil. Obat kategori C menandakan bahwa studi bahan obat ini pada hewan percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan hewan percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu sebaiknya dihindari penggunaannya selama kehamilan.

Tramadol juga diketahui dapat memicu sindrom penarikan opioid pada janin yang berisiko menyebabkan gangguan pertumbuhan janin atau bahkan menyebabkan keguguran. Oleh karena itu obat ini hanya boleh digunakan ibu hamil jika sangat dibutuhkan saja dan harus dalam pengawasan dokter.

Bolehkah Zaldiar untuk ibu menyusui?

Bahan aktif Zaldiar diketahui dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui dan berisiko mengganggu kesehatan bayi yang menyusu. Oleh karena itu penggunaan obat ini selama masa menyusui sebaiknya dihindari.

Interaksi Obat

Hati-hati saat menggunakan Zaldiar bersamaan dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Zaldiar dengan obat-obat berikut:

  • Benzodiazepine, alkohol, obat yang menekan SSP, meningkatkan risiko hipotensi, depresi pernapasan, hingga koma.
  • Mirtazapine, trazodone, obat sertotonergik, meningkatkan risiko sindrom serotonin.
  • MAOI, linezolid, phenelzine, tranylcypromine, meningkatkan risiko sindrom serotonin, depresi pernapasan, dan koma.
  • Diuretik, dapat mengurangi efektivitas obat diuretik.
  • Warfarin, meningkatkan waktu protrombin yang dapat memicu pendarahan.