Tramadol adalah obat yang termasuk dalam kelompok analgesik opiat yang berguna untuk meredakan rasa nyeri menengah hingga berat. Obat ini paling sering digunakan untuk mengurangi rasa nyeri pasca operasi. Selain itu juga dapat digunakan untuk mengatasi nyeri pasca trauma, sakit kepala, dan terapi bagi penderita depresi.

Tramadol tergolong dalam obat keras. Obat ini bekerja dengan merangsang reseptor opioid pada sistem syaraf pusat. Mekanisme ini serupa dengan rangsangan yang diberikan oleh obat-obatan analgesik narkotik seperti morfin dan heroin sehingga penggunaan dalam jangka waktu yang lama dan dosis yang berlebih dapat menimbulkan ketergantungan dan efek samping lain yang tidak diinginkan. Oleh karena itu obat ini harus dikonsumsi di bawah pengawasan dokter.

Sekilas Tentang Obat Tramadol

Jenis obatAnalgesik Opiat
GolonganObat Resep
KegunaanMeredakan nyeri pasca operasi, nyeri otot, nyeri pasca trauma, sakit kepala, dan terapi pada penderita depresi
Dikonsumsi olehDewasa > 16 tahun
Bentuk obatKapsul, Injeksi
Merek dagangAndalpha, Bellatram, Camigesik, Centrasik, Contram, Dolana, Dolgesik, Dolocap, Dolsic, Kamadol, Miradol, Nonalges, Nufapotram, Orasic, Pironec, Radol, Seminac, Sinatral, Tramadol, Tramal, Tramofal, Trasidan, Trasik, Traumasik, Trunal-DX, Tugesal, Ultracet, Zaldiar, Zephanal, Zumatram.

tramadol

Mekanisme Kerja Tramadol

Tramadol merupakan obat analgesik opioid. Obat ini meredakan rasa nyeri dengan mempengaruhi reseptor spesifik pada sistem syaraf pusat yang bertanggung jawab pada timbulnya rasa nyeri.

Terdapat dua mekanisme kerja utama. Pertama tramadol merupakan agonis bagi reseptor μ-opioid yang bertanggungjawab pada aktifitas analgesik. Dengan demikian obat ini akan mengikat reseptor tersebut secara stereospesifik sehingga akan mengaktifkan mekanisme analgesia pada bagian syaraf tersebut. Kedua, tramadol menekan produksi neurotransmitter dari syaraf aferen sehingga dapat menghambat impuls rasa nyeri.

Indikasi dan Kegunaan

Tramadol obat apa? Sesuai dengan mekanisme kerjanya, maka obat ini digunakan untuk mengatasi nyeri pada kasus:

  • Rasa sakit pada luka pasca pembedahan.
  • Nyeri pasca trauma. Dapat diberikan untuk mengurangi rasa sakit karena trauma dengan tingkat sedang hingga berat baik akut maupun kronis.

Kontraindikasi

Harap perhatikan! Terdapat beberapa kondisi orang yang tidak direkomendasikan untuk mengkonsumsi obat ini, diantaranya adalah:

  • Pasien yang memiliki hipersensitifitas terhadap tramadol dan opiat pada umumnya dan komponen lain yang terkandung di dalam obat.
  • Pasien yang sedang dalam terapi obat-obatan monoamine oxidase (MAO) inhibitors dan obat-obatan yang berefek hinotik, sedatif, serta nalgesik lainnya yang mempengaruhi sistem syaraf pusat.
  • Pengguna alkohol.
  • Penderita depresi pernafasan yang signifikan.
  • Pasien dengan riwayat asma akut dan asma bronkial berat.

Dosis Tramadol dan Cara Pemakaian

Tramadol tersedia dalam bentuk kapsul dan injeksi. Kekuatan dosis kedua sediaan tersebut adalah sebagai berikut :

  • Kekuatan dosis diazepam kapsul : 50 mg
  • Kekuatan dosis diazepam injeksi : 50 mg/ml

Dosis lazim penggunaan tramadol yaitu hanya untuk dewasa (>16 tahun):

  • Jika diperlukan 50 mg dosis tunggal. Bila masih terasa nyeri, dapat ditambahkan 50 mg setelah selang waktu 30-60 menit.
  • Dosis maksimal 400 mg sehari.
  • Dosis sangat tergantung pada intensitas rasa nyeri yang diderita.
  • Penderita gangguan hati dan ginjal dengan klirens kreatinin < 30 mg/menit maka dosisnya 50-100 mg setiap 12 jam, maksimal 200 mg sehari.
  • Dosis yang dianjurkan untuk pasien dengan sirosis adalah 50 mg tiap 12 jam.

Efek Samping Tramadol

Seperti halnya dengan obat-obat lainnya, Tramadol juga berpotensi menyebabkan efek samping. Efek samping yang umum terjadi diantaranya:

  • Gangguan pencernaan meliputi mual, muntah, dispepsia, dan opstipasi.
  • Mulut kering.
  • Gatal-gatal.
  • Kulit kemerahan.
  • Berkeringat.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Sedasi.
  • Lelah.
  • Ketergantungan, namun efek ini jarang terjadi.

Efek samping tersebut tidak selalu muncul di setiap orang. Jika mengalami efek samping yang parah dan berlanjut segera hubungi dokter atau apoteker.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat tramadol ini, perhatikan hal-hal berikut:

  • Penggunaan dalam jangka panjang sebaiknya dihindari untuk meminimalisasi kemungkinan ketergantungan meskipun jarang terjadi. Dokter akan menentukan durasi penggunaan obat ini.
  • Selalu taati dosis dan durasi yang direkomendasikan dokter dan jangan menghentikan pemakaian obat ini sebelum waktu yang direkomendasikan tanpa mengkonsultasikannya pada dokter.
  • Penggunaan obat ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati pada penderita trauma kepala, meningkatnya tekanan intrakranial, gangguan fungsi organ hati dan ginjal, atau hipersekresi bronkus karena dapat meningkatkan resiko terjadinya kejang atau syok.
  • Dapat menyebabkan penurunan fungsi paru-paru bila digunakan dengan dosis berlebihan atau bersamaan dengan obat-obat depresan sistem saraf pusat lain, misalnya NSAID.
  • Konsumsi tramadol selama menyusui sebaiknya dihindari meskipun dalam beberapa penelitian belum ditemukan efek buruk yang terjadi pada bayi, walaupun sejumlah kecil obat ini terdapat dalam air susu ibu.
  • Selama menggunakan obat ini jangan mengemudi atau menyalakan mesin karena dapat menyebabkan pusing dan mengantuk, termasuk mengurangi refleks.
  • Apabila terjadi depresi pernafasan akibat konsumsi tramadol dengan dosis yang berlebihan maka dapat dinetralisisr dengan pemberian nalokson. Sedangkan kejang bisa diatasi dengan memberikan benzodiazepin.
  • Keamanan dan efektivitas pada anak usia di bawah 17 tahun belum bisa dipastikan.