valisanbe tablet dan injeksi

Valisanbe obat apa?

Valisanbe adalah obat penenang untuk meredakan gangguan kecemasan, kejang, insomnia akibat berbagai kondisi atau efek putus alkohol akut. Obat ini juga digunakan anestesi atau obat bius sebelum prosedur operasi. Valisanbe tersedia dalam bentuk tablet dan cairan injeksi yang penggunaannya harus dengan resep dokter.

Bahan aktif Valisanbe berupa diazepam adalah senyawa benzodiazepine yang memberikan efek ansiolitik, sedatif, relaksan otot, antikonvulsan (anti kejang), amnestik. Senyawa obat ini masuk dalam jenis penekan susunan saraf pusat yang dapat berikatan pada berbagai bagian otak dan sumsum tulang belakang. Efeknya, beragam kondisi seperti anxietas, insomnia, dan kejang otot dapat diredakan.

Ringkasan Obat Valisanbe

KandunganTablet: diazepam 2 mg dan 5 mg; Injeksi: diazepam 10 mg/2 ml
Jenis obatDepresan SSP, benzodiazepine
KategoriObat keras
KegunaanMengatasi gangguan kecemasan, kejang, insomnia, sebagai anestesi dan mengatasi gejala putus alkohol
KonsumenDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori D (dilarang)
ProdusenSanbe Farma
HargaRp 2.200 – 3.000 per strip isi 10 tablet 2 mg, per box isi 10 strip; Rp. 3.700 – 4.000 per strip isi 10 tablet 5 mg, per box isi 10 strip; Rp. 17.000 – 20.000 per ampul, per box isi 10 ampul 10 mg/2 ml

Cara Kerja dan Fungsi Obat Valisanbe

Fungsi Valisanbe dalam tubuh yaitu sebagai obat penenang, meredakan gangguan kecemasan, kejang, insomnia, serta dapat berfungsi sebagai anestesi. Bahan aktif Valisanbe berupa diazepam merupakan obat jenis penekan susunan saraf pusat dari kelas benzodiazepine. Senyawa ini mampu meredakan gangguan kecemasan yang ditandai dengan eksitasi, agitasi, ketakutan atau agresivitas.

Bahan aktif Valisanbe berupa diazepam mampu berikatan dengan reseptor pada berbagai bagian otak dan sumsum tulang. Ikatan obat ini dengan reseptor di otak akan memicu penghambatan terhadap gamma-aminobutyric acid (GABA). GABA berperan dalam fungsi normal tidur, terlibat dalam control hipnosis, memori, gangguan kecemasan, epilepsi dan eksitasi neuronal. Terhambatnya produksi GABA akan meredakan gejala gangguan kecemasan, kejang serta memicu kantuk.

Indikasi dan Kegunaan Valisanbe

Valisanbe digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi yang berhubungan dengan gangguan kecemasan, kejang serta insomnia seperti berikut ini:

  • Gangguan kecemasan ringan hingga sedang yang ditandai dengan eksitasi, agitasi, ketakutan dan agresivitas.
  • Kejang pada status epileptikus.
  • Mengatasi insomnia atau kesulitan tidur.
  • Mengurangi berbagai gejala putus alkohol akut seperti tremor, halusinasi dan agitasi.
  • Memberikan efek sedasi, ansiolitik, dan amnesia sebelum prosedur operasi.
  • Mengatasi kejang akibat keracunan atau overdosis zat kimia berbahaya.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang dengan riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap diazepam atau jenis benzodiazepam lainnya.
  • Penderita psikosis akut.
  • Penderita glaukoma sudut sempit akut.
  • Mengalami serangan asma akut.
  • Penderita misthenia gravis.
  • Ibu hamil di trimester kehamilan pertama.
  • Bayi baru lahir atau neonatus.

Dosis Valisanbe dan Aturan Pakai

Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Dosis Valisanbe untuk mengatasi gangguan kecemasan, kejang dan insomnia

  • Dosis dewasa: 2 – 10 mg, 3 kali sehari.
  • Dosis anak-anak:
    • Umur 6 – 14 tahun: 2 – 4 mg tiga kali sehari.
    • Umur kurang dari 6 tahun: 1 – 2 mg tiga kali sehari.

Dosis Valisanbe untuk mengatasi gejala putus alkohol akut

  • Dosis dewasa: 10 mg, 3 – 4 kali sehari kemudian dilanjutkan dosis 5 mg,  3 – 4 kali sehari sesuai kebutuhan.

Aturan pakai:

  • Gunakanlah obat ini setelah atau sebelum makan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Valisanbe pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Valisanbe

Valisanbe umumnya ditoleransi baik oleh tubuh. Namun beberapa efek samping mungkin muncul yang perlu diperhatikan. Efek samping Valisanbe meliputi:

  • Gangguan mental.
  • Mengantuk.
  • Amnesia.
  • Ketergantungan.
  • Penglihatan kabur atau berbayang.
  • Retensi urin.
  • Depresi pernapasan.
  • Hipotensi.

Efek Overdosis Valisanbe

Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran dapat menyebabkan overdosis. Gejala overdosis Valisanbe dapat berupa peningkatan efek obat seperti ataksia, kantuk, sedasi, kelamahan otot, hipotensi dan bradikardia. Jika kondisi ini terjadi segera melapor ke dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat alergi saat mengonsumsi diazepam.
  • Hati-hati penggunaan pada penderita epilepsi, penyakit kardiovaskular, gangguan fungsi hati dan ginjal, gangguan fungsi pernapasan.
  • Obat ini dapat menyebabkan kantuk, oleh karena itu hindari berkendara dan mengoprasikan mesin.
  • Perhatian lebih harus diberikan untuk penggunaan pada wanita hamil dan menyusui, anak-anak, bayi dan lansia.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Valisanbe untuk ibu hamil?

Bahan aktif Valisanbe berupa diazepam digolongkan dalam obat kategori D untuk ibu hamil, terutama untuk kehamilan di trimester pertama. Obat kategori D berarti terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).

Bolehkah Valisanbe untuk ibu menyusui?

Bahan aktif Valisanbe diketahui dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui dan berisiko menimbulkan efek negatif pada bayi yang menyusu. Oleh karena itu penggunaan obat ini selama masa menyusui sebaiknya dihindari atau penghentian sementara pemberian ASI perlu dilakukan jika penggunaan obat ini sangat dibutuhkan.

Interaksi Obat

Hati-hati saat menggunakan Valisanbe bersamaan dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Valisanbe dengan obat-obat berikut:

  • Tramadol, codein, acethaminophen, meningkatkan efek samping berupa penekanan pada susunan saraf pusat yang dapat memicu depresi pernapasan, koma, bahkan hingga kematian.
  • Antikoagulan, meningkatkan efek obat antikoagulan.
  • Relaksan otot, meningkatkan efek samping obat.