triocid tablet dan sirup

Triocid obat apa?

Triocid adalah obat berbentuk tablet kunyah dan sirup yang digunakan untuk mengatasi kelebihan atau melonjaknya kadar asam lambung yang dipicu berbagai kondisi seperti, maag, radang lambung atau tukak usus dua belas jari. Obat ini juga sekaligus meredakan gejala yang menyertainya seperti kembung dan nyeri ulu hati.

Obat Triocid merupakan kombinasi dua jenis antasida berupa aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida. Kedua antasida ini bekerja sama menurunkan keasaman di lambung dan efek samping aluminium hidroksida yang memicu diare di redam oleh magnesium yang dapat memicu konstipasi. Obat ini juga dilengkapi simetikon, obat yang khusus menekan kelebihan gas di saluran pencernaan sehingga dapat meredakan kembung.

Ringkasan Obat Triocid

Jenis obatAntasida
KategoriObat bebas
KandunganTablet kunyah: aluminium hydrokside gel 200 mg, magnesium hydrokside 200 mg, simethicone 20 mg;

Sirup (tiap 5 ml): aluminium hydrokside gel 200 mg, magnesium hydrokside 200 mg, simethicone 20 mg

KegunaanMengatasi kelebihan asam lambung yang memicu, kembung, maag, nyeri ulu hati, radang lambung, tukak usus dua belas jari
KonsumenDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori N (boleh)
ProdusenZenit Pharmaceutical
HargaRp. 3.000 – 3.500 per strip isi 10 tablet kunyah, per box isi 10 strip; Rp. 8.000 – 9.000 per botol 60 ml

Cara Kerja dan Fungsi Obat Triocid

Fungsi Triocid dalam tubuh adalah sebagai antasida yang dapat menurunkan keasaman lambung yang berlebih. Lambung membutuhkan suasana asam untuk mencerna dan membasmi bakteri yang masuk melalui makanan. Namun saat berlebih asam lambung akan memicu gangguan pencernaan seperti maag, tukak lambung, atau refluks asam lambung.

Manfaat Triocid tadi diperoleh dari kombinasi 3 bahan aktifnya yang berupa:

  • Aluminium hydrokside, adalah antasida jenis slow-acting yang terserap perlahan di lambung. Senyawa ini akan bereaksi dengan asam hidroklorida dan membentuk aluminium klorida dan air sehingga keasaman lambung dapat dinormalkan. Obat ini juga dapat menghambat kerja pepsin dengan meningkatkan pH atau melalui absorbsi. Namun senyawa ini memiliki sifat anstringen yang dapat memicu konstipasi.
  • Magnesium hydrokside, adalah antasida fast-acting yang cepat terserap di lambung. Senyawa ini akan menetralisasi asam lambung dengan bereaksi bersama asam klorida membentuk magnesium klorida dan air. Sebagian magnesium hidroksida akan diteruskan ke usus besar dan memicu efek laksatif (mengencerkan feses). Efek ini akan mengurangi konstipasi yang disebabkan oleh aluminium hidroksida.
  • Simethicone, senyawa anti foaming yang dapat menekan tegangan permukaan gelembung gas sehingga buih gas akan akan lebih mudah terkumpul dan dikeluarkan dalam bentuk kentut. Dengan begitu akan mengurangi kembung dan rasa tidak nyaman di pencernaan.

Indikasi dan Kegunaan Triocid

Triocid digunakan untuk menurunkan kadar asam lambung yang berlebihan dan mengurangi kelebihan gas di pencernaan sehingga dapat mengatasi berbagai kondisi berikut ini:

  • Maag.
  • Dispepsia.
  • Refluk asam lambung yang memicu nyeri ulu hati.
  • Radang lambung.
  • Meringankan nyeri perut akibat tukak usus dua belas jari.
  • Kembung.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Penderita nyeri perut parah yang terindikasi obstruksi usus.
  • Penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien dengan kondisi yang sangat lemah.

Dosis Triocid dan Aturan Pakai

Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Dosis Triocid untuk mengatasi maag, kembung, nyeri ulu hati

  • Dosis dewasa: 1 – 2 tablet kunyah, 3 – 4 kali sehari. Dalam sediaan sirup 1 – 2 sendok takar (5 ml),  3 – 4 kali sehari.
  • Dosis anak-anak: usia 6 – 12 tahun, ½ – 1 sendok takar (5 ml), 3 – 4 kali sehari.

Aturan pakai:

  • Gunakanlah obat ini setelah atau sebelum makan dan disarankan mengonsumsinya sebelum tidur.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Triocid pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Triocid

Triocid umumnya ditoleransi baik oleh tubuh. Namun, beberapa efek samping mungkin muncul dan perlu diperhatikan. Efek samping Triocid meliputi:

  • Diare atau konstipasi.
  • Hipofosfatemia (untuk penggunaan jangka panjang).
  • Nyeri perut.
  • Hipermagnesemia (untuk penggunaan jangka panjang).

Efek Overdosis Triocid

Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran dapat menyebabkan overdosis. Gejala overdosis Triocid dapat berupa nyeri perut parah, diare parah, gangguan elektrolit tubuh, hipotensi, rasa haus berlebih, serta depresi pernapasan. Jika kondisi ini terjadi segera melapor ke dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita diare atau konstipasi serta penderita porfiria yang memerlukan hemodialisa.
  • Perhatian lebih harus dilakukan untuk penggunaan pada penderita gangguan fungsi ginjal, wanita hamil dan ibu menyusui.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Triocid untuk ibu hamil?

Kombinasi bahan aktif Triocid digolongkan dalam obat kategori N untuk ibu hamil. Hal itu berarti pengujian pada hewan percobaan maupun pada ibu hamil belum diketahui. Namun penggunaannya sudah cukup luas digunakan dan belum dilaporkan menyebabkan kondisi serius pada janin dan ibu hamil. Oleh karena itu penggunaan obat ini dianggap aman, asalkan sesuai dosis anjuran dan tidak berlebihan.

Berikut rincian mengenai kategori dari masing-masing kandungan obat:

  • Aluminium hydroxide dan magnesium hydroxide, masuk dalam kategori B
  • Simethicone masuk dalam kategori C.

Berikut penjelasannya:

  • Kategori B: Studi pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan.
  • Kategori C: Studi pada hewan percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan hewan percobaan tidak dapat dilakukan.

Bolehkah Triocid untuk ibu menyusui?

Aluminium hydroxide dan magnesium hydroxide diketahui dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui, sementara simeticon tidak. Kombinasi kedua antasida ini dianggap cukup aman bagi ibu menyusui dan bayinya asalkan dikonsumsi sesuai dosis anjuran dan tidak berlebihan.

Interaksi Obat

Hati-hati saat menggunakan Triocid bersamaan dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Triocid dengan obat-obat berikut:

  • Suplemen zat besi, menurunkan penyerapan zat besi (Fe) di saluran pencernaan.
  • Obat mengandung sitrat, meningkatkan penyerapan Triocid dan memicu efek samping.
  • Velpatasvir, menurunkan konsentrasi serum velpatasvir.
  • Antibiotik tetrasiklin, terganggu penyerapannya di saluran pencernaan.