spasminal tablet

Spasminal obat apa?

Spasminal adalah obat sakit perut melilit berbentuk tablet. Sakit perut melilit atau kolik abdomen merupakan nyeri hebat pada perut akibat kontraksi otot polos (spasme) pada organ-organ saluran cerna dan saluran kemih.

Penyebabnya pun beragam, seperti infeksi dan peradangan pada usus, obstruksi usus, batu empedu, batu saluran kemih, radang pankreas, radang usus buntu, masalah ginjal, dan lainnya.

Spasminal merupakan obat kombinasi dari tiga bahan utama yaitu metamizole/metampyron, belladona ekstrak dan papaverine HCl. Metamizole bertindak  sebagai analgetik untuk meredakan rasa sakit, sementara belladona dan papaverin bersifat antispasmodik yang mampu melemaskan otot polos organ pencernaan sehingga dapat mengurangi spasme yang menimbulkan nyeri.

Ringkasan Obat Spasminal

KandunganMetamizole Na 500 mg, belladonna extract 10 mg, papaverine HCl 25 mg
Jenis obatAntispasmodik, analgetik
KategoriObat keras
KegunaanMeredakan rasa sakit yang disertai kolik (spasme) akut
KonsumenDewasa dan anak-anak
KehamilanKontraindikasi (dilarang)
ProdusenNexpharm Jaya, Kalbe
HargaRp.800 – 1.000 per strip isi 10 strip

Cara Kerja dan Fungsi Obat Spasminal

Fungsi Spasminal dalam tubuh adalah sebagai pereda nyeri akut yang disebabkan oleh kolik atau spasme otot polos organ pencernaan atau perkemihan. Nyeri kolik digambarkan sebagai nyeri bergelombang, dimana penderita merasakan sakit hebat dalam sesaat, kemudian mereda, lalu beberapa saat kemudian muncul sakit hebat lagi dan seterusnya secara berulang.

Rasa nyeri akibat kolik akut yang hilang timbul pada area abdomen ini tidak dapat diredakan hanya dengan analgetik saja namun perlu dikombinasikan dengan obat antispasmodik.

Itulah mengapa Spasminal mengombinasikan metamizole/metampyron yang bersifat analgetik kuat dengan ekstrak belladona dan papaverine HCl yang bersifat antispasmodik. Ketiganya dapat membantu meredakan nyeri dan kolik (spasme) akut di saluran pencernaan dan perkemihan.

Indikasi dan Kegunaan Spasminal

Spasminal digunakan untuk meredakan rasa sakit dan nyeri di area abdomen akibat kolik (spasme) akut yang disebabkan oleh berbagai kondisi seperti pada organ:

  • Empedu: kolesistitis, kolelitiasis (batu empedu), kolangitis
  • Usus: kolitis, divertikulitis
  • Hati: abses, hepatitis, massa
  • Ginjal: nefrolitiasis, pielonefritis
  • Batu ureter

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang dengan riwayat hipersensitivitas/alergi alergi terhadap bahan aktif obat ini atau jenis obat analgesik lainnya.
  • Penderita hipotensi atau kondisi kardiovaskular tidak stabil.
  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Anak-anak umur kurang dari 3 bulan dengan berat kurang dari 5 kg.
  • Penderita asma bronkial, glaukoma, hiperplasia prostat, retensi urin, takikardia, kolitis ulseratifa.

Dosis Spasminal dan Aturan Pakai

Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Dosis Spasminal untuk mengatasi nyeri kolik akut

  • Dosis dewasa: 1 tablet, 3 – 4 kali sehari, maksimal 4 tablet per hari.

Aturan pakai:

  • Gunakanlah obat ini setelah atau bersamaan dengan makanan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Spasminal pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Spasminal

Spasminal umumnya ditoleransi baik oleh tubuh. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan. Efek samping Spasminal meliputi:

  • Mulut kering.
  • Konstipasi.
  • Hipotensi.
  • Aritmia.
  • Mual dan muntah.
  • Pusing, vertigo.

Efek Overdosis Spasminal

Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran dapat menyebabkan overdosis. Gejala overdosis Spasminal dapat berupa mual, muntah, hipotensi, nyeri perut parah, gagal ginjal akut,  kejang, bahkan koma. Jika kondisi ini terjadi segera bawa penderita ke dokter.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat alergi terhadap bahan aktif obat ini atau obat jenis analgesik lainnya seperti ibuprofen atau aspirin.
  • Hati-hati penggunaan pada penderita tukak lambung atau tukak usus halus, asama bronkial, intoleransi alkohol, gangguan fungsi hati dan ginjal ringan hingga sedang.
  • Pengawasan harus dilakukan untuk penggunaan pada anak-anak.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Spasminal untuk ibu hamil?

Bahan aktif Spasminal berupa metamizole digolongkan dalam jenis obat yang dikontraindikasikan selama masa kehamilan karena berisiko mengganggu kesehatan janin dalam kandungan, terutama pada trimester akhir kehamilan. Oleh karena itu penggunaan obat ini selama masa kehamilan sebaiknya dihindari.

Bolehkah Spasminal untuk ibu menyusui?

Bahan aktif Spasminal diketahui dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui dan berisiko mengganggu kesehatan bayi yang menyusu. Oleh karena itu penggunaan obat ini selama masa menyusui sebaiknya dihindari.

Interaksi Obat

Hati-hati saat menggunakan Spasminal bersamaan dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Spasminal dengan obat-obat berikut:

  • Obat antikoagulan, meningkatkan risiko trombositopenia.
  • TCA, kontrasepsi oral, allupurinol, MAOIs, meningkatkan risiko toksisitas obat.
  • Barbiturate, menurunkan efektivitas barbiturat.
  • Aprostadil, phentolamine, meningkatkan risiko pusing hingga sinkop (pingsan).
  • Cimetidine, levadopa, menurunkan absorbsi kedua obat ini.