propyretic suppositoria 240, 160 dan 180

Propyretic obat apa?

Propyretic adalah obat penurun panas dan pereda nyeri yang berbentuk suppositoria atau kapsul lunak yang digunakan dengan cara dimasukkan ke anus. Obat ini mengandung paracetamol dalam tiga variasi dosis, 80 mg, 160 mg dan 240 mg.

Bahan aktif Propyretic berupa paracetamol merupakan obat pereda nyeri dan demam yang umum digunakan dan cukup aman dikonsumsi orang dewasa hingga anak-anak. Namun karena obat ini termasuk jenis obat keras, sebaiknya perhatikan beberapa informasi mengenai kegunaan, dosis umum, efek samping, kontraindikasi, keamanan obat ini untuk ibu hamil, serta kemungkinan interaksinya dengan obat lainnya.

Ringkasan Obat Propyretic

Jenis obatAntipiretik, analgesik
GolonganObat keras
KandunganParacetamol: 80 mg, 160 mg dan 240 mg per suppositoria
KegunaanMeredakan rasa sakit ringan hingga sedang dan menurunkan demam
KonsumenDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori B (boleh)
ProdusenCombiphar
HargaRp. 8.000 – 9.000 per tablet 80 mg, Rp. 10.000 per tablet 160 mg dan Rp. 11.000 – 12.000 per tablet 240 mg

Cara Kerja dan Fungsi Obat Propyretic

Fungsi Propyretic dalam tubuh adalah sebagai penurun panas dan pereda nyeri. Manfaat ini didapat dari bahan aktifnya yang berupa paracetamol atau acethaminophen. Paracetamol merupakan obat yang paling banyak digunakan untuk meredakan demam dan nyeri ringan. Itu karena paracetamol memiliki sedikit efek samping dibanding obat pereda nyeri dan demam lainnya.

Paracetamol bekerja meredakan rasa nyeri dengan memengaruhi kerja enzim siklooksigenase-3, berbeda dengan jenis pereda nyeri lainnya yang menghabat kerja siklooksigenase-1 dan 2. Karena itu paracetamol memiliki sedikit efek anti-inflamasi. Efek pereda demam obat ini akibat kemampuannya menekan fungsi pengaturan suhu tubuh di otak. Akibatnya, terjadi vasodilatasi perifer, meningkatnya produksi keringat, dan berkurangnya suhu tubuh.

Indikasi dan Kegunaan Propyretic

Propyretic digunakan untuk meredakan demam dan nyeri ringan hingga sedang seperti beberapa kondisi berikut:

  • Demam dan nyeri saat flu.
  • Berbagai kondisi yang menyebabkan demam dan nyeri ringan hingga sedang seperti saat mengalami infeksi atau pasca operasi.
  • Demam pasca imunisasi pada anak.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang dengan riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap paracetamol/acethaminophen tidak dibolehkan menggunakan obat ini.
  • Penderita gangguan fungsi hati atau penyakit hati aktif kategori parah.

Dosis Propyretic dan Aturan Pakai

Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Dosis Propyretic untuk meredakan demam dan nyeri ringan hingga sedang

  • Dosis dewasa: dalam bentuk suppositoria,  0,5 – 1 mg per 4 – 6 jam sekali. Dosis harian maksimal: 4 gram per hari.
  • Dosis anak-anak:
    • Umur 1 bulan  –  2 tahun: 30 – 60 mg setiap 8 jam sekali. Maksimal 60 mg/kg berat badan per hari.
    • Umur 4 – 6 bulan: 60 mg 3 kali sehari. 3 – 4 kali sehari.
    • Umur 6 bulan hingga kurang dari 2 tahun: 120 mg. 3 – 4 kali sehari.
    • Umur 4 – 6 tahun: 240 – 250 mg. 3 – 4 kali sehari. Maksimal 4 dosis per hari.
    • Umur 8 – 10 tahun: 360 – 375 mg. 3 – 4 kali sehari. Maksimal 4 dosis per hari.
    • Umur lebih dari 10 tahun kurang dari 12 tahun: 450 – 500 mg.

Dosis Propyretic untuk meredakan demam pasca imunisasi pada anak

  • Dosis anak-anak: umur 2 – 3 bulan, 60 mg dalam dosis tunggal dan diberikan 4 – 6 jam setelahnya jika dibutuhkan.

Aturan pakai:

  • Obat ini hanya digunakan melalui rektal atau dimasukkan ke saluran anus dan tidak boleh ditelan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera menggunakannya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Propyretic pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Propyretic

Propyretic ditoleransi baik oleh tubuh. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan. Efek samping Propryretic meliputi:

  • Gangguan pencernaan seperti mual, muntah dan konstipasi.
  • Trombositopenia (rendahnya trombosit dalam darah).
  • Tubuh terasa lemah.
  • Urin berwarna gelap.
  • Kurang nafsu makan.

Efek Overdosis Propyretic

Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran dapat menyebabkan overdosis. Gejala overdosis Propyretic dapat berupa pucat, mual dan muntah parah, nyeri perut parah, asidosis metabolik, hepatotoksisitas, hingga kelainan metabolisme gula. Jika kondisi ini terjadi segera laporkan ke dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika pernah mengalami reaksi alergi saat mengonsumsi paracetamol.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita defisiensi G6DP, pecandu alkohol, malnutrisi kronis dan dehidrasi akut, hipovolemia berat (derajat IV), serta gangguan fungsi ginjal dan hati.
  • Perhatian lebih harus diberikan untuk penggunaan pada ibu hamil dan menyusui serta anak-anak.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Propyretic untuk ibu hamil?

Bahan aktif Propyretic berupa paracetamol digolongkan dalam obat kategori B untuk ibu hamil menurut FDA. Itu berarti,  studi bahan aktif obat ini pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Oleh karena itu penggunaannya dianggap cukup aman untuk ibu hamil dan menyusui, asalkan sesuai dosis anjuran.

Bolehkah Propyretic untuk ibu menyusui?

Propyretic diketahui dapat terekskresi ke dalam ASI ibu menyusui namun dalam jumlah yang kecil dan dianggap tidak memberikan efek signifikan pada bayi yang menyusu. Oleh karena itu obat ini cukup aman dikonsumsi oleh ibu menyusui.

Interaksi Obat

Hati-hati saat menggunakan Propyretic bersamaan dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Propyretic dengan obat-obat berikut:

  • Colestyramine, mengurangi penyerapan colestyramine.
  • Rifampicin, obat antikonvulsan, menurunkan konsentrasi serum beberapa obat ini dalam tubuh.
  • Antikoagulan (warfarin), meningkatkan efek obat antikoagulan terutama untuk penggunaan jangka panjang.
  • Probenecid, cloramphenicol, meningkatkan konsentrasi serum kedua jenis obat ini.