polycrol forte

Polycrol forte obat apa?

Polycrol forte adalah obat maag yang digunakan untuk mengatasi gejala-gejala kelebihan asam lambung seperti nyeri ulu hati dan kembung. Kondisi ini kerap dijumpai pada penyakit maag seperti gastritis atau radang lambung, GERD, tukak lambung dan tukak usus dua belas jari.

Obat Polycrol forte merupakan kombinasi dua jenis antasida berupa aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida yang bekerja menetralkan asam lambung yang sudah diproduksi di dalam lambung. Efek ini dilengkapi dengan Simethicone, obat yang khusus menekan kelebihan gas di saluran pencernaan sehingga dapat meredakan kembung dan sering bersendawa.

Ringkasan Obat Polycrol forte

Jenis obatAntasida
KategoriObat bebas
KandunganTablet kunyah: Activated methylpolysiloxane (simethicone) 125 mg, Mg(OH)2 100 mg, Al(OH)3-mg carbonate 275 mg

Sirup (tiap 5 ml): Activated methylpolysiloxane 125 mg, Mg(OH)2 100 mg, Al(OH)3 yang dikompresi [setara dengan Al(OH)3 200 mg] 1.55 g.

KegunaanMengatasi kelebihan asam lambung yang memicu, kembung, maag, nyeri ulu hati, radang lambung, tukak usus dua belas jari
KonsumenDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori N (boleh)
Produsen
Nicholas Laboratories
HargaRp. 6.000 – 8.000 per strip isi 10 tablet kunyah, per box isi 10 strip;

Rp. 20.000 – 25.000 per botol 100 ml.

Cara Kerja dan Fungsi Obat Polycrol forte

Fungsi Polycrol forte dalam tubuh adalah sebagai antasida yang dapat menurunkan keasaman lambung yang berlebih.

Normalnya, lambung memang memiliki cairan dengan suasana asam yang kuat untuk mencerna makanan dan membasmi bakteri yang masuk melalui makanan. Namun saat berlebih, asam lambung akan memicu gangguan pencernaan seperti maag, tukak lambung, atau refluks asam lambung (GERD).

Berikut cara kerja dan manfaat Polycrol forte berdasarkan kandungan zat aktif di dalamnya:

  • Aluminium hidroksida, Al(OH)3, adalah antasida jenis slow-acting yang terserap perlahan di lambung. Senyawa ini akan bereaksi dengan asam hidroklorida dan membentuk aluminium klorida dan air sehingga keasaman lambung dapat dinormalkan. Obat ini juga dapat menghambat kerja pepsin dengan meningkatkan pH atau melalui absorbsi. Namun senyawa ini memiliki sifat anstringen yang dapat memicu konstipasi.
  • Magnesium hidroksida, Mg(OH)2, adalah antasida fast-acting yang cepat terserap di lambung. Senyawa ini akan menetralisasi asam lambung dengan bereaksi bersama asam klorida membentuk magnesium klorida dan air. Sebagian magnesium hidroksida akan diteruskan ke usus besar dan memicu efek laksatif (mengencerkan feses). Efek ini akan mengurangi konstipasi yang disebabkan oleh aluminium hidroksida.
  • Dimethylpolysiloxane atau Simethicone, senyawa anti foaming yang dapat menekan tegangan permukaan gelembung gas sehingga buih gas akan akan lebih mudah terkumpul dan dikeluarkan dalam bentuk kentut. Dengan begitu akan mengurangi kembung dan rasa tidak nyaman di pencernaan.

Indikasi dan Kegunaan Polycrol forte

Polycrol forte digunakan untuk menurunkan kadar asam lambung yang berlebihan dan mengurangi kelebihan gas di pencernaan sehingga dapat mengatasi berbagai kondisi berikut ini:

  • Maag.
  • Dispepsia.
  • Refluk asam lambung yang memicu nyeri ulu hati atau (gastroesophageal reflux disease (GERD)
  • Radang lambung (Gastritis).
  • Meringankan nyeri perut akibat tukak usus dua belas jari.
  • Kembung.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan Polycrol forte:

  • Memiliki alergi terhadap komponen obat.
  • Penderita nyeri perut parah yang terindikasi obstruksi usus.
  • Penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien dengan kondisi yang sangat lemah.

Dosis Polycrol forte dan Aturan Pakai

Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Dosis Polycrol forte untuk mengatasi maag, kembung, nyeri ulu hati

  • Dosis dewasa dan anak usia > 12 tahun: 1 – 2 tablet kunyah, 3 – 4 kali sehari. Dalam sediaan sirup 1 – 2 sendok takar (5 ml),  3 – 4 kali sehari.
  • Dosis anak-anak: usia 6 – 12 tahun, ½ – 1 sendok takar (5 ml), 3 – 4 kali sehari.

Aturan pakai:

  • Gunakanlah obat ini 1 – 2 jam setelah makan dan menjelang tidur.
  • Tablet kunyah harus dikunyah lembut sebelum ditelan.
  • Sirup suspensi dikocok terlebih dahulu sebelum diminum.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Polycrol forte pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.

Efek Samping Polycrol forte

Polycrol forte umumnya ditoleransi baik oleh tubuh. Namun, beberapa efek samping mungkin muncul dan perlu diperhatikan. Efek samping Polycrol forte meliputi:

  • Diare atau konstipasi.
  • Hipofosfatemia (untuk penggunaan jangka panjang).
  • Nyeri perut.
  • Hipermagnesemia (untuk penggunaan jangka panjang).

Efek Overdosis Polycrol forte

Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran dapat menyebabkan overdosis. Gejala overdosis Polycrol forte dapat berupa nyeri perut parah, diare parah, gangguan elektrolit tubuh, hipotensi, rasa haus berlebih, serta depresi pernapasan. Jika kondisi ini terjadi segera melapor ke dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita diare atau konstipasi serta penderita porfiria yang memerlukan hemodialisa.
  • Perhatian lebih harus dilakukan untuk penggunaan pada penderita gangguan fungsi ginjal, wanita hamil dan ibu menyusui.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Polycrol forte untuk ibu hamil?

Kombinasi bahan aktif Polycrol forte digolongkan dalam obat kategori N untuk ibu hamil. Hal itu berarti pengujian pada hewan percobaan maupun pada ibu hamil belum diketahui. Namun penggunaannya sudah cukup luas digunakan dan belum dilaporkan menyebabkan kondisi serius pada janin dan ibu hamil. Oleh karena itu penggunaan obat ini dianggap aman, asalkan sesuai dosis anjuran dan tidak berlebihan.

Berikut rincian mengenai kategori dari masing-masing kandungan obat:

  • Aluminium hydroxide dan magnesium hydroxide, masuk dalam kategori B
  • Simethicone masuk dalam kategori C.

Berikut penjelasannya:

  • Kategori B: Studi pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan.
  • Kategori C: Studi pada hewan percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan hewan percobaan tidak dapat dilakukan.

Bolehkah Polycrol forte untuk ibu menyusui?

Aluminium hydroxide dan magnesium hydroxide diketahui dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui, sementara simeticon tidak. Meskipun begitu, kombinasi obat maag ini dianggap cukup aman bagi ibu menyusui dan bayinya asalkan dikonsumsi sesuai dosis anjuran dan tidak berlebihan.

Interaksi Obat

Hati-hati saat menggunakan Polycrol forte bersamaan dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Polycrol forte dengan obat-obat berikut:

  • Suplemen zat besi, menurunkan penyerapan zat besi (Fe) di saluran pencernaan.
  • Obat mengandung sitrat, meningkatkan penyerapan Polycrol forte dan memicu efek samping.
  • Velpatasvir, menurunkan konsentrasi serum velpatasvir.
  • Antibiotik tetrasiklin, terganggu penyerapannya di saluran pencernaan.