norvask tablet 5 dan 10 mg

Norvask obat apa?

Norvask adalah obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi atau obat hipertensi. Obat ini juga digunakan untuk mengatasi angina pektoris kronis yang stabil, angina prinzmetal dan angina varian serta terapi untuk penyakit arteri koroner. Obat ini kerap dikombinasikan dengan antihipertensi lainnya atau digunakan dalam bentuk obat tunggal.

Norvask mengandung bahan aktif amlodipine besylate, senyawa ini merupakan penghambat influks ion kalsium dan menghambat influks ion kalsium transmembran ke dalam otot polos jantung dan pembuluh darah. Akibatnya terjadi efek relaksasi otot polos jantung dan pembuluh darah yang membuat tekanan darah turun.

Ringkasan Obat Norvask

KandunganTablet: amlodipine besylate 5 mg dan 10 mg
Jenis obatAntagonis kalsium
KategoriObat keras
KegunaanMengatasi hipertensi, iskemik miokardia, dan angina pektoris
KonsumenDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori C (hindari)
ProdusenPfizer Indonesia
HargaRp 10.000 – 13.000 per tablet 5 mg, per blister 10 tablet, per box isi 3 dan 10 blister; Rp 18.000 – 20.000 per tablet 10 mg, per blister isi 1o tablet, per box isi 3 blister

Cara Kerja dan Fungsi Obat Norvask

Fungsi Norvask dalam tubuh adalah sebagai obat untuk menurunkan tekanan darah. Manfaat ini didapat dari bahan aktifnya yang berupa amlodipine besylate, senyawa dari kelas penghambat kanal kalsium jenis dihidropiridin. Obat ini memiliki efek vasodilatasi terhadap pembuluh darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah.

Mekanisme pasti Amlodipine meredakan angina belum diketahui secara pasti. Namun obat ini diketahui mampu melebarkan arteriol perifer sehingga mengurangi resistensi pembuluh perifer terhadap kerja jantung atau disebut afterload. Mekanisme kerja amlodipine juga dianggap melibatkan dilatasi arteri koroner utama dan arteriol, baik dikondisi normal maupun iskemik. Dilatasi ini juga akan meningkatkan pengiriman oksigen jantung pada penderita spasme arteri koroner seperti angina prinzmetal dan varian angina.

Indikasi dan Kegunaan Norvask

Norvask digunakan untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi atau kondisi lain yang berhubungan dengan pembuluh darah dan jantung seperti:

  • Hipertensi.
  • Penyakit arteri koroner.
  • Angina pektoris kronis yang stabil.
  • Vasospastik angina seperti angina prinzmetal dan varian angina.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang pernah mengalami reaksi hipersensitivitas/alergi terhadap obat jenis dihidropiridin seperti amlodipine tidak boleh mengonsumsi obat ini.

Dosis Norvask dan Aturan Pakai

Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Dosis Norvask untuk mengobati hipertensi dan angina

  • Dosis dewasa: dosis awal  5 mg sekali sehari. Dapat ditingkatkan hingga maksimal 10 mg per hari.
  • Dosis anak-anak:
    • Umur 6 –  17 tahun: dosis awal 2,5 – 5 mg sekali sehari. Anak di bawah umur 6 tahun belum diketahui efektivitas dan efek sampingnya. Sehingga tidak boleh diberikan pada anak umur kurang dari 6 tahun.

Aturan pakai:

  • Gunakanlah obat ini setelah atau sebelum makan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Norvask pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Norvask

Norvask umumnya ditoleransi baik oleh tubuh. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan. Efek samping Norvask meliputi:

  • Sakit kepala, mual dan terasa lemas.
  • Jantung berdebar cepat.
  • Sakit perut dan peningkatan volume urin.
  • Edema pada pergelangan kaki.
  • Mulut kering dan batuk.

Efek Overdosis Norvask

Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran dapat menyebabkan overdosis. Gejala overdosis Norvask dapat berupa detak jantung cepat, kemerahan dan rasa panas di lengan atau pergelangan kaki dan pingsan. Jika kondisi ini terjadi segera bawa penderita ke unit kesehatan terdekat.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika pernah mengalami reaksi alergi saat mengonsumsi amlodipine atau jenis obat dihidropiridin
  • Hati-hati menggunakan obat ini pada penderita gangguan fungsi hati, penderita gagal jantung.
  • Perhatian lebih harus diberikan untuk penggunaan pada ibu hamil dan menyusui, anak-anak dan lansia.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Norvask untuk ibu hamil?

Bahan aktif Norvask berupa ibu hamil berupa amlodipine besylate digolongkan dalam kelompok obat kategori C untuk ibu hamil. Obat jenis ini memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan hewan percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena penggunaan sebaiknya dihindari atau diganti dengan jenis obat yang lebih aman untuk ibu hamil.

Bolehkah Norvask untuk ibu menyusui?

Bahan aktif Norvask diketahui dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui dan berisiko mengganggu kesehatan bayi yang menyusu. Oleh karena itu penggunaan obat ini selama masa menyusui sebaiknya dihindari.

Interaksi Obat

Hati-hati saat menggunakan Norvask bersamaan dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Norvask dengan obat-obat berikut:

  • Simvastatin, dapat meningkatkan level simvastatin dalam darah jika digunakan bersamaan dengan amlodipine. Efeknya bisa meningkatkan risiko kerusakan hati atau kondisi serius yang disebut rabdomiyolysis.
  • Ketoconazole, itraconazole, ritonavir, meningkatkan konsentrasi plasma amlodipine, sehingga meningkatkan risiko efek samping obat.
  • Rifampicin, hypericum perforatum, menurunkan konsentrasi plasma dari amlodipine sehingga menurunkan efek obat.