natexam tablet indapamide amlodipine

Natexam obat apa?

Natexam adalah obat untuk terapi penunjang pengobatan darah tinggi atau hipertensi esensial/primer. Obat ini merupakan kombinasi diuretik tipe tiazide (indapamide) dan kalsium kanal blocker berupa amlodipine.

Natexam berfungsi untuk menurunkan tekanan darah pada penderita tekanan darah tinggi dan mencegah angina. Obat ini hanya digunakan sebagai subtitute atau tambahan dari obat antihipertensi utama yang sudah diberikan.

Ringkasan Obat Natexam

KandunganAmlodipine besilate 1,5 mg, Indapamide 5 mg dan 10 mg
Jenis obatAntagonis kalsium/Diuretik
KategoriObat keras
KegunaanSebagai terapi penunjang pada hipertensi primer/esensial yang sudah dikontrol dengan amlodipine dan indapamide
KonsumenDewasa
KehamilanKategori C (hindari)
ProdusenDarya Varia Laboratoria
HargaRp 50.000 – 60.000 per strip, tiap strip berisi 5 tablet, 1 box berisi 6 strip atau 30 tablet lepas lambat. Harga per box Sekitar Rp. 360.000

Cara Kerja dan Fungsi Obat Natexam

Fungsi Natexam dalam tubuh dapat dicermati dari cara kerja kedua bahan aktifnya yang berupa amlodipine besilate dan indapamide. Amlodipine besilate merupakan obat antihipertensi dari jenis kalsium kanal blocker. Amlodipine merupakan antagonis dihydropyridine kalsium yang dapat menghambat influks ion kalsium pada otot polos maupun otot jantung. Efeknya menyebabkan vasodilatasi pada otot polos pembuluh darah dan menyebabkan penurunan tekanan darah.

Sementara indapamide memberikan efek antihipertensi sekaligus diuretik pada tubuh. Kandungan sulfamoyl chlorobenzamide dari indapamide bekerja seperti diuretik tiazide yang menyebabkan vasodilatasi dan penghambatan transport ion kalsium melalui membran. Kedua bahan aktif ini bekerja sama menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.

Indikasi dan Kegunaan Natexam

Natexam digunakan sebagai terapi tambahan untuk pengobatan tekanan darah tinggi yang sudah dikontrol dengan amlodipine dan indapamide yang diberikan bersamaan pada tingkat dosis yang sama.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang dengan riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Penderita hipotensi berat, hipokalemia, gagal ginjal berat dan ensefalopati hati.
  • Mengalami gagal jantung yang tidak stabil setelah infark miokard akut.
  • Ibu menyusui.

Dosis Natexam dan Aturan Pakai

Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Dosis Natexam sebagai penunjang terapi hipertensi primer

  • Dosis dewasa: 1 tablet 1 kali sehari dikonsumsi pada pagi hari.

Aturan pakai:

  • Gunakanlah obat ini setelah atau sebelum makan dan telan keseluruhan tablet dan jangan mengunyah atau menghancurkannya.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang¬†tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama. Untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Natexam pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Natexam

Natexam ditoleransi baik oleh tubuh. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan. Efek samping Natexam meliputi:

  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Sakit perut.
  • Mual.
  • Kemerahan pada wajah.
  • Peningkatan asam urat dan gula darah.
  • Pembengkakan di kaki.
  • Edema dan kelelahan.

Efek Overdosis Natexam

Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran dapat menyebabkan overdosis. Gejala overdosis Natexam dapat berupa mual, muntah, takikardia, dan hipotensi parah. Jika kondisi ini terjadi segera melapor ke dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap obat ini.
  • Hati-hati penggunaan pada penderita kegagalan jantung dan krisis hipertensi.
  • Disarankan memonitor keseimbangan air dan elektrolit, gula darah dan asam urat, kondisi ginjal dan hati.
  • Hati-hati penggunaan pada atlet dan lansia.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Natexam untuk ibu hamil?

Bahan aktif Natexam berupa Amlodipine besilate digolongkan dalam kategori C untuk ibu hamil. Hal itu berarti studi pada hewan percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan hewan percobaan tidak dapat dilakukan.

Sementara bahan aktif lainnya berupa Indapamide digolongkan dalam kategori B untuk ibu hamil. Hal itu berarti studi pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan.

Oleh karena itu penggunaannya pada wanita hamil sebaiknya dihindari atau jika sangat dibutuhkan saja dan harus dengan resep dan pengawasan dokter.

Bolehkah Natexam untuk ibu menyusui?

Bahan aktif Natexam diketahui dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui. Meskipun efeknya pada bayi yang menyusu belum diketahui namun untuk menghindari risiko maka obat ini sebaiknya dihindari selama masa menyusui.

Interaksi Obat

Hati-hati saat menggunakan Natexam bersamaan dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Natexam dengan obat-obat berikut:

  • OAINS, Lithium, Penghambat ACE, meningkatkan risiko hipokalemia.
  • Simvastatin, meningkatkan konsentrasi simvastatin dalam darah dan meningkatkan risiko kerusakan hati.