miconazole krim dan serbuk obat luar

Miconazole obat apa?

Miconazole adalah obat untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit seperti panu, kurap, kutu air serta kandidiasis kulit. Obat berbentuk krim, salep atau bedak tabur ini juga dapat digunakan untuk mengatasi infeksi jamur pada kuku, area kewanitaan, ruam popok serta candidiasis pada rongga mulut.

Miconazole membasmi jamur dengan mengganggu pembentukan komponen dinding sel jamur sehingga terjadi nekrosis atau kematian sel jamur. Ketahui lebih lengkap manfaat obat ini, dosis umum, efek samping, kontraindikasi serta keamanan obat ini jika digunakan oleh ibu hamil pada ulasan berikut ini.

Ringkasan Obat Miconazole

Jenis obatAntijamur
KategoriObat keras
KegunaanMengobati infeksi jamur pada kulit
KonsumenDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori C (boleh dengan syarat)
SediaanKrim: 20 mg/gr; Salep: 2%; Serbuk obat luar: 2 %; Oral gel: 20 mg/gram
MerekKalpanak, Mycorine, Miconazole Nitrate, Zolages Diapers, Delapan-Delapan, Mikazol, Vaslone, Kanesol, Mikoz, Benoson M, Zolagel, Fungares, Funtas, Thecort, Kalpanax-K, Micosxin, Daktazol, Locoriz, Mycozol, Altadis, Daktarin, Daktarin Powder, Daktarin Oral Gel, Daktarin Diaper, Zolacort, Moladerm

Cara Kerja dan Fungsi Obat Miconazole

Fungsi Miconazole dalam tubuh adalah sebagai pembasmi jamur yang menginfeksi, terutama pada jaringan kulit, mukosa mulut dan area kewanitaan. Miconazole adalah senyawa turunan imidazole, senyawa antijamur dari golongan azole.

Obat antijamur ini bekerja dengan mengganggu proses pembentukan lanosterol dan ergosterol, dua komponen penting pembentuk dinding sel jamur. Akibatnya dinding sel jamur jadi berkurang permeabilitasnya dan menyebabkan keluarnya komponen intisel jamur yang memicu nekrosis atau kematian sel jamur.

Indikasi dan Kegunaan Miconazole

Miconazole digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi jamur pada tubuh, terutama pada kulit, kuku, mukosa mulut dan area kewanitaan seperti pada beberapa penyakit berikut ini:

  • Panu (tinea versicolor).
  • Kutu air (tinea pedis).
  • Gatal atlet (tinea cruris).
  • Kurap (tinea corporis).
  • Ruam popok.
  • Infeksi jamur pada kuku.
  • Candidiasis pada orofaringeal.
  • Infeksi jamur pada area kewanitaan.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap miconazole atau antijamur kelas azole lainnya tidak boleh menggunakan obat ini.

Dosis Miconazole dan Aturan Pakai

Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Dosis Miconazole untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit

  • Dosis dewasa: dalam sediaan krim atau bedak tabur 2%. Aplikasikan pada area kulit yang terinfeksi jamur 2 kali sehari selama 2 – 6 minggu hingga gejalanya hilang.
  • Dosis anak-anak: sama dengan dosis dewasa.

Dosis Miconazole untuk mengatasi infeksi jamur pada kuku

  • Dosis dewasa: dalam sediaan krim 2%. Aplikasikan pada area kuku yang terinfeksi jamur 1 – 2 kali sehari. Lanjutkan penggunaan hingga 10 hari setelah gejala infeksi dirasa benar-benar hilang.
  • Dosis anak-anak: sama dengan dosis dewasa.

Aturan pakai:

  • Gunakanlah obat ini hanya untuk pemakaian luar atau di permukaan kulit saja.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang¬†tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengaplikasikannya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Miconazole pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Miconazole

Miconazole umumnya ditoleransi baik oleh tubuh. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan. Efek samping Miconazole meliputi:

  • Iritasi kulit.
  • Rasa terbakar pada kulit.
  • Dermatitis kontak.

Dalam sediaan gel oral dapat menyebabkan efek samping berupa:

  • Mulut kering.
  • Sakit kepala.
  • Mual.
  • Diare.
  • Nyeri ulu hati.

Efek Overdosis Miconazole

Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran dapat menyebabkan overdosis. Gejala overdosis Miconazole dapat berupa iritasi kulit parah, mual dan muntah (untuk sediaan bukal dan krim untuk area kewanitaan), impaksi saluran pernapasan (untuk sediaan spray). Jika kondisi ini terjadi segera melapor ke dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika pernah mengalami reaksi alergi saat menggunakan obat mengandung Miconazole.
  • Hati-hati penggunaan pada penderita gangguan fungsi hati, anak-anak, wanita hamil dan menyusui.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Miconazole untuk ibu hamil?

Miconazole digolongkan sebagai obat kategori C untuk ibu hamil menurut FDA. Hal itu berarti studi bahan obat ini pada hewan percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan hewan percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu penggunaannya sebaiknya dikonsultasikan dahulu dengan dokter Anda.

Bolehkah Miconazole untuk ibu menyusui?

Belum diketahui apakah Miconazole dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui. Namun untuk penggunaan topikal obat ini hanya sedikit sekali terserap secara sistemik. Untuk menghindari kemungkinan efek samping pada anak sebaiknya penggunaannya dikonsultasikan dengan dokter Anda.

Interaksi Obat

Hati-hati saat menggunakan Miconazole bersamaan dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Miconazole dengan obat-obat berikut:

  • Antikoagulan (warfarin), meningkatkan efek antikoagulan dari obat ini.
  • Phenytoin, sulfonylurea, saquinavir, busulfan, meningkatkan konsentrasi obat Miconazole.
  • Triazolam, midazolam, simvastatin dan lovastatin, dapat meningkatkan metabolisme beberapa jenis obat ini.
  • Alkaloid ergot (ergotamin, dihydroergtamine), meningkatkan risiko ergotisme.