lactulax 200 ml 120 ml dan 60 ml

Lactulax obat apa?

Lactulax adalah obat pencahar yang digunakan untuk mengatasi konstipasi kronis. Kondisi ini umumnya dialami oleh orang dewasa dan lansia dimana mereka mengalami konstipasi dalam rentang waktu lama, minimal 3 bulan atau hingga 1 tahun. Obat ini melancarkan buang air dengan meningkatkan penyerapan air ke usus besar, melembutkan dan memudahkan pembuangan feses .

Selain sebagai pencarah, Lactulax yang mengandung bahan aktif berupa lactulose juga digunakan untuk mengatasi penyakit ensefalopati hepatik, penyakit yang menyerang otak akibat gangguan fungsi hati. Untuk mengatasi ensefalopati hepatik, sebaiknya obat ini hanya digunakan berdasarkan resep dokter.

Ringkasan Obat Lactulax

Jenis obatLaksatif (obat pencahar)
GolonganObat bebas
KandunganTiap 5 ml sirup mengandung: 3,335 gr lactulose
KegunaanMelancarkan buang air besar pada penderita konstipasi kronis dan terapi mengatasi ensefalopati hepatik pre-koma atau koma
KonsumenDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori B (boleh)
ProdusenIkapharmindo Putramas
HargaRp. 33.000 per botol 60 ml, Rp. 55.000 per botol 120 ml, Rp. 70.000 per botol 200 ml

Cara Kerja dan Fungsi Obat Lactulax

Fungsi Lactulax dalam tubuh yaitu sebagai obat pencahar yang melancarkan buang air besar, terutama untuk kondisi kesulitan BAB atau konstipasi yang berlangsung lama (konstipasi kronis). Manfaat itu didapat dari bahan aktifnya yang berupa lactulose.

Lactulose dapat menghidrasi usus besar sehingga feses akan menjadi lebih lunak karena tingginya kandungan air. Obat ini akan meningkatkan asam organik yang membuat osmolaritas kolon menjadi tinggi sehingga membentuk feses yang lebih cair.

Lactulose merupakan disakarida sintetik turunan laktosa yang mengandung satu molekul galaktosa dan satu molekul fruktosa. Senyawa ini membutuhkan bantuan bakteri sakarolitik di pencernaan untuk memaksimalkan fungsinya membentuk asam organik yang digunakan untuk menghidrasi usus besar.

Indikasi dan Kegunaan Lactulax

Lactulax digunakan untuk mengobati konstipasi kronis (berlangsung minimal 3 bulan hingga 1 tahun atau lebih). Serta digunakan sebagai terapi mengatasi ensefalopati hepatik, termasuk kondisi pre-koma dan koma.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang dengan riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap bahan aktif obat ini.
  • Pasien yang sedang menjalani diet galaktosa.
  • Penderita galaktosemia atau penderita obstruksi saluran cerna.

Dosis Lactulax dan Aturan Pakai

Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Dosis Lactulax sebagai pencahar untuk mengatasi konstipasi kronis.

  • Dosis dewasa: 15-30 ml per hari selama 3 hari pertama dan dosis perawatan 10-15 ml per hari. Untuk kondisi yang lebih parah dosisnya 30 ml per hari pada 3 hari awal dan dilanjutkan dengan 15-25 ml per hari.
  • Dosis anak-anak:
    • Umur 6 – 15 tahun: 15 ml untuk pemberian awal, dosis perawatan 10 ml.
    • Umur 1 – 5 tahun: 5 – 10 ml per hari.
    • Umur kurang dari 1 tahun: 5 ml per hari.

Dosis Lactulax untuk terapi ensefalopati hepatik pre-koma dan koma

  • Dosis dewasa: 10 – 25 ml per hari.
  • Dosis anak-anak:
    • Umur 7-14 tahun:10 ml per hari.
    • Umur 1-6 tahun: 5 – 10 ml per hari.
  • Dosis lansia: kurang dari 1 tahun, 5 ml per hari.

Aturan pakai:

  • Gunakanlah obat ini setelah makan, disarankan dikonsumsi pagi hari saat sarapan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Lactulax pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Lactulax

Lactulax umumnya ditoleransi baik oleh tubuh. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan. Efek samping Lactulax meliputi:

  • Kembung, umumnya terjadi pada awal penggunaan Lactulax.
  • Mual dan muntah.
  • Mudah haus.
  • Dalam dosis tinggi dapat menyebabkan diare, hilangnya banyak cairan tubuh, hipokalemia dan hiponatremia.

Efek Overdosis Lactulax

Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran dapat menyebabkan overdosis. Gejala overdosis Lactulax dapat berupa diare parah, dehidrasi parah, hipokalemia dan hiponatremia. Jika kondisi ini terjadi segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika pernah mengalami reaksi alergi saat menggunakan obat berbahan aktif lactulose.
  • Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan diare, rasa tidak nyaman di pencernaan, kram dan sering haus.
  • Hindari penggunaan melebihi 1 minggu, kecuali jika disarankan oleh dokter Anda.
  • Hati-hati penggunaan pada penderita diabetes, galaktosemia, dan wanita hamil.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Lactulax untuk ibu hamil?

Bahan aktif Lactulax berupa lactulose digolongkan sebagai obat kategori B untuk ibu hamil. Hal itu berarti studi pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Oleh karena itu obat ini dianggap cukup aman untuk ibu hamil, asalkan dikonsultasikan dahulu dengan dokter Anda.

Bolehkah Lactulax untuk ibu menyusui?

Belum diketahui apakah bahan aktif Lactulax dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui. Oleh karena itu untuk menghindari kemungkinan risikonya, penggunaan obat ini selama masa menyusui sebaiknya jika sangat diperlukan saja.

Interaksi Obat

Hati-hati saat menggunakan Lactulax bersamaan dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Lactulax dengan obat-obat berikut:

  • Polyethilen glicol, meningkatkan efek pencahar dari kedua jenis obat ini.
  • Furosemide, meningkatkan efek laksatif dari kedua jenis obat ini.
  • Ondansetron, meningkatkan ritme jantung yang dapat berakibat fatal.