dulcolax tablet dan supositoria

Dulcolax obat apa?

Dulcolax adalah obat yang digunakan untuk mengatasi konstipasi, sembelit atau sulit buang air besar. Obat ini tersedia dalam sediaan tablet salut enterik dan tablet supositoria (tablet lunak berbentuk peluru yang dimasukkan ke anus).

Dulcolax mengandung bahan aktif berupa bisacodyl, senyawa ini adalah stimulan organik yang bekerja langsung di usus dengan cara meningkatkan pergerakan usus besar sehingga feses akan lebih mudah dikeluarkan. Karena itu, Dulcolax juga digunakan untuk membersihkan usus besar sebelum menjalani operasi di area perut.

Ringkasan Obat Dulcolax

KandunganTablet salut enterik: bisacodyl 5 mg; Supositoria: bisacodyl 10 mg dan 5 mg
Jenis obatLaksatif/obat pencahar
KategoriObat bebas terbatas
KegunaanMengatasi konstipasi atau sembelit
KonsumenDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori C (hindari)
ProdusenAventis Indonesia Pharma, diproduksi Bohrienger Ingelheim
HargaRp. 8.000 – 9.000 per strip isi 4 tablet salut enterik, Rp 17.000 – 18.000 untuk strip isi 10 tablet; Rp. 20.000 – 22.000 per tablet supositori

Cara Kerja dan Fungsi Obat Dulcolax

Fungsi Dulcolax dalam tubuh adalah sebagai pencahar atau laksatif yang melancarkan buang air besar pada penderita sembelit atau konstipasi. Hal itu didapat dari efek bahan aktif Dulcolax berupa bisacodyl yang merupakan stimulan organik yang bekerja langsung mempengaruhi otot polos usus besar.

Bisacodyl bekerja langsung meningkatkan kontraksi pada jaringan mukosa usus besar sehingga memicu gerak peristaltik yang akan membuat feses lebih mudah dikeluarkan. Dalam dosis besar obat ini dapat digunakan untuk mengosongkan saluran pencernaan yang dibutuhkan sebelum prosedur operasi di area perut atau pencernaan.

Indikasi dan Kegunaan Dulcolax

Dulcolax digunakan untuk mengatasi susah buang air besar (konstipasi atau sembelit). Selain itu obat ini juga digunakan untuk mengosongkan usus sebelum menjalani operasi pada area perut atau pencernaan.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Menderita gangguan fungsi perut akut seperti apendisitis atau usus buntu dan radang usus.
  • Penderita obstruksi usus, ileus.
  • Dehidrasi parah yang disebabkan oleh mual dan muntah.
  • Menderita fisura anus atau kolitis ulseratifa yang ditandai dengan kerusakan pada jaringan mukosa anus.

Dosis Dulcolax dan Aturan Pakai

Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Dosis Dulcolax tablet untuk mengatasi sembelit

  • Dosis dewasa: 5 – 10 mg dikonsumsi pada malam hari. Dapat digunakan hingga 20 mg jika dibutuhkan untuk kondisi parah.
  • Dosis anak-anak: umur 4 – 10 tahun 5 mg diberikan pada malam hari. Umur lebih dari 10 tahun sama dengan dosis dewasa.

Dosis Dulcolax supositoria untuk mengatasi sembelit

  • Dosis dewasa: dalam sediaan tablet supositoria 10 mg diberikan pada pagi hari.
  • Dosis anak-anak: umur kurang dari 10 tahun diberikan tablet supositoria 5 mg di pagi hari. Anak umur lebih dari 10 tahun dosisnya sama dengan orang dewasa.

Dosis Dulcolax untuk membersihkan usus

  • Dosis dewasa: pemberian awal 10 – 20 mg dikonsumsi pada malam hari sebelum prosedur operasi. Dilanjutkan dengan pemberian supositoria 10 mg pada esok harinya. Atau menggunakan dosis 10 mg tablet berturut-turut selama 2 malam sebelum prosedur operasi.
  • Dosis anak-anak: umur 4 – 10 tahun, pemberian awal 5 mg dalam bentuk tablet diberikan pada malam hari. Dilanjutkan 5 mg dalam bentuk supositoria pada pagi hari sebelum prosedur operasi. Anak umur lebih dari 10 tahun sama dengan dosis dewasa.

Aturan pakai:

  • Gunakanlah Dulcolax sediaan tablet salut enterik pada kondisi perut kosong.
  • Hindari mengonsumsi antasida, susu atau produk turunan susu lainnya 1 jam sebelum mengonsumsi obat ini.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang¬†tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Sediaan tablet umumnya dikonsumsi sebelum tidur sementara sediaan supositoria diberikan pada pagi hari.
  • Untuk sediaan supositoria mintalah bantuan orang lain untuk memasukkan obat ini ke dalam anus. Pastikan membersihkan tangan terlebih dahulu sebelum memasukkan obat ini ke anus.
  • Kondisikan penderita dalam posisi tidur miring dengan lutut atas ditekuk sehingga anus lebih mudah dimasuki obat. Pastikan segera menggunakan tablet supositoria setelah di buka karena obat ini sangat mudah lumer. Istirahatkan penderita sementara waktu setelah pemberian supositoria agar obat terserap sempurna.

Efek Samping Dulcolax

Dulcolax umumnya ditoleransi baik oleh tubuh. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan. Efek samping Dulcolax meliputi:

  • Rasa tidak nyaman di perut seperti kolik atau kram.
  • Diare.
  • Mual dan muntah.
  • Gangguan elektrolit.
  • Vertigo.
  • Iritasi pada dubur atau proktitis (inflamasi pada dinding rektum).
  • Reaksi hipersensitivitas mungkin terjadi namun sangat jarang.

Efek Overdosis Dulcolax

Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran dapat menyebabkan overdosis. Gejala overdosis Dulcolax dapat berupa nyeri perut dan diare parah dan kehilangan elektrolit tubuh, iritasi dan proktitis, atau muncul reaksi alergi. Jika kondisi ini terjadi segera konsultasikan ke dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat alergi terhadap bisacodyl.
  • Hati-hati menggunakan obat ini pada wanita hamil, ibu menyusui dan anak-anak, pengawasan oleh dokter mungkin diperlukan.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Dulcolax untuk ibu hamil?

Bahan aktif Dulcolax berupa bisacodyl digolongkan dalam jenis obat kategori C untuk ibu hamil. Hal itu berarti studi bahan obat ini pada hewan percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan hewan percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu penggunaan obat ini selama kehamilan sebaiknya dihindari atau hanya jika sangat diperlukan saja.

Bolehkah Dulcolax untuk ibu menyusui?

Bisacodyl yang merupakan bahan aktif Dulcolax diketahui dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu dan berisiko mengganggu kesehatan bayi yang menyusu. Oleh karena itu disarankan untuk menghindari penggunaan obat ini selama menyusui atau jika sangat dibutuhkan saja dan sebaiknya dalam pengawasan dokter.

Interaksi Obat

Hati-hati saat menggunakan Dulcolax bersamaan dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Dulcolax dengan obat-obat berikut:

  • Antasida, berisiko meningkatkan kemungkinan iritasi lambung dan dispepsia.
  • Diuretik dan adreno-kortikosteroid, berisiko menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit tubuh.