antihemoroid suppositoria generik

Antihemoroid obat apa?

Antihemoroid adalah obat suppositoria yang digunakan untuk mengobati ambeien atau wasir. Obat yang berbentuk peluru lunak yang penggunaannya dimasukan ke dalam anus ini dapat meredakan rasa sakit, pendarahan, serta rasa gatal yang disebabkan oleh ambeien. Obat ini juga dapat digunakan untuk kondisi lain seperti, luka terbuka pada anus, anal prolaps, periproktitis serta pruritus ani.

Antihemoroid mengombinasikan bahan aktif dari jenis pereda nyeri dan anestesi lokal, antiseptik, serta protektan jaringan mukosa berupa bismuth subgallate. Obat ini termasuk jenis obat keras, oleh karena itu penggunaannya harus dengan saran dokter dan tidak boleh digunakan terus menerus dalam jangka waktu lama.

Ringkasan Obat Antihemoroid

Jenis obatAntihemoroid
KategoriObat keras
KandunganPer kapsul lunak suppositoria: bismut subgallate 150 mg, hexachlorophene 2,5 mg, lidocaine hydrochloride 10 mg, zinc oxide 120 mg
KegunaanMeredakan rasa sakit, pendarahan, luka terbuka dan gatal-gatal pada anus akibat ambeien/wasir, baik ambein luar ataupun dalam
KonsumenDewasa
KehamilanKategori C (boleh dengan syarat)
ProdusenKimia Farma
HargaRp. 4.000 – 5.000 per kapsul lunak suppositoria 2 gram, per box isi 10 kapsul lunak suppositoria

Cara Kerja dan Fungsi Obat Antihemoroid

Fungsi Antihemoroid dalam tubuh adalah sebagai pereda nyeri, peradangan, pendarahan, melindungi jaringan mukosa yang luka, serta mengurangi rasa gatal yang timbul akibat ambein/wasir. Manfaat ini didapat dari kandungan bahan aktifnya yang berupa:

  • Bismut subgallate, adalah bentuk garam dari gallic acid yang sangat sulit larut dan tidak mudah diserap. Senyawa ini berfungsi meningkatkan penyerapan air di usus besar, termasuk juga menyerap toksin, serta juga berfungsi sebagai pelapis yang melindungi mukosa saluran saluran rektum sehingga dapat melindungi luka wasir.
  • Hexachlorophene, adalah antiseptik yang bersifat bakteriostatik pada bakteri jenis gram positif dan memiliki efek lebih lemah pada bakteri gram negatif.
  • Lidokain HCl, adalah obat anestesi untuk menghilangkan rasa sakti atau memberikan efek mati rasa untuk sementara waktu pada area yang diobati, terutama pada area kulit dan mukosa. Obat ini dapat menghambat impuls saraf yang mengirim sinyal rasa sakit sehingga tidak sampai di respon otak.
  • Zinc oxide, adalah senyawa obat dengan sifat anstringen (mengecilkan jaringan tubuh), menyejukkan dan melindungi jaringan kulit atau mukosa sehingga dapat digunakan untuk melapisi ambeien atau kondisi kulit dan mukosa lainnya.

Indikasi dan Kegunaan Antihemoroid

Antihemoroid digunakan untuk meredakan rasa sakit, nyeri, pendarahan serta gatal pada anus yang disebabkan oleh berbagai kondisi berikut:

  • Ambein/wasir baik luar maupun dalam yang mengalami pendarahan ataupun tidak.
  • Luka terbuka pada anus.
  • Anal prolaps.
  • Pruritus ani.
  • Periproktitis (peradangan pada anus).

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang dengan riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap bahan aktif obat ini.
  • Tidak boleh diberikan pada anak-anak.

Dosis Antihemoroid dan Aturan Pakai

Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Dosis Antihemorodi untuk mengobati ambeien/wasir

  • Dosis dewasa: 1 kapsul lunak suppositoria 2 kali sehari. Sebaiknya digunakan pagi hari setelah buang air besar serta malam hari sebelum tidur.

Aturan pakai:

  • Obat ini digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam anus kurang lebih 1 – 2 cm dan tidak boleh diminum atau dikunyah.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai menggunakannya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk menggunakannya pada jam yang sama setiap hari.
  • Gunakan obat ini dengan membuka lapisan cangkang plastik pelindungnya hingga terlihat bentuk kapsul peluru lunak, beri sedikit air agar ujungnya melunak dan masukkan ke anus kurang lebih 1 – 2 cm. Bila perlu mintalah bantuan orang terdekat.
  • Obat ini sebaiknya disimpan dalam lemari pendingin. Jika kapsul peluru suppositorianya mencair akibat panas, maka masukkan kembali ke dalam cangkangnya dan letakkan di freezer hingga membeku baru kemudian digunakan.

Efek Samping Antihemoroid

Antihemorid umumnya ditoleransi baik oleh tubuh. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan. Efek samping Antihemoroid dapat berupa muncul rasa menusuk seperti terbakar pada area anus, umumnya hanya sementara kemudian menghilang.

Efek Overdosis Antihemoroid

Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran dapat menyebabkan overdosis. Gejala overdosis Antihemoroid dapat berupa rasa tidak nyaman pada anus yang berlangsung lama bahkan setelah tidak menggunakan obat. Jika kondisi ini terjadi segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat alergi terhadap bahan aktif obat ini.
  • Obat ini dapat memberikan efek kehitaman pada feses.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Antihemoroid untuk ibu hamil?

Bahan aktif Antihemoroid berupa hexachlorophene digolongkan sebagai obat kategori C untuk ibu hamil. Obat kategori C berarti studi pada hewan percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan hewan percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu penggunaan obat ini selama kehamilan sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter Anda.

Bolehkah Antihemoroid untuk ibu menyusui?

Bahan aktif Antihemoroid berupa hexachlorphene diketahui dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui dan berisiko mengganggu kesehatan bayi yang menyusu. Meskipun efeknya cukup kecil karena obat ini tidak cukup banyak terserap secara sistemik, namun untuk penggunaannya selama masa menyusui sebaiknya berhati-hati atau konsultasikan dengan dokter Anda.

Interaksi Obat

Hati-hati saat menggunakan Antihemoroid bersamaan dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Antihemoroid dengan obat-obat berikut:

  • Acetophenazine, meningkatkan risiko toksisitas dari bismut subgallate.