Tips Merawat Bayi Baru Lahir yang Wajib Diketahui Orang Tua

Ayah Bunda, perhatikan berbagai tips merawat bayi baru lahir berikut agar tak salah langkah.

Tips merawat bayi baru lahir

Kehadiran buah hati di tengah-tengah keluarga tentu membawa suka cita mendalam. Namun, merawat dan melewati hari-hari pertama bersamanya bukan perkara mudah, terutama bagi orang tua baru. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan, mulai dari pemberian ASI, kenyamanan tidur hingga cara benar memandikan dan mengganti popoknya.

Berikut beberapa tips merawat bayi baru lahir selengkapnya:

Tips merawat bayi baru lahir

1. Berikan ASI Eksklusif

ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi baru lahir, lantaran sarat akan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatannya saat ini hingga kelak ia dewasa. ASI perlu diberikan sesering mungkin selama 6 bulan pertama, rata-rata sebanyak 8-12 kali/hari atau tiap 2-3 jam sekali. Bangunkan bayi dari tidurnya bila pemberian ASI terakhir sudah melewati waktu tersebut.

Masalah tidak keluarnya atau sedikitnya ASI yang diproduksi kerap berakar pada kesalahan Bunda sendiri yang enggan menyusui sesering mungkin. Pasalnya, ASI diproduksi berdasarkan prinsip supply and demand, semakin sering ASI dikeluarkan, semakin banyak pula ASI yang akan dihasilkan. Selengkapnya baca: Cara Meningkatkan Produksi ASI dengan Cepat dan Mudah

2. Pastikan Kenyamanan Tidurnya

Bayi baru lahir (0-3 bulan) membutuhkan waktu tidur rata-rata yakni, sekitar 14-17 jam per hari. Jadi, pastikan ia mendapatkan waktu tidur idealnya tersebut. Tidurkan bayi di kamar yang sama dengan Ayah Bunda, namun di kasur atau tempat tidur yang berbeda.

Pastikan kamar tidur bersuhu sejuk, tidak terlalu dingin atau terlalu panas serta bebas dari asap rokok dan bau-bauan tajam lainnya. Untuk membantu mencegah sindrom kematian bayi mendadak (sudden infant death syndrome/SIDS) – terutama pada 6 bulan pertama kehidupannya, tidurkan bayi dalam posisi telentang.

Lebih jauh baca: Bayi Tidur Tengkurap, Kapan Diperbolehkan & Apa Risikonya

3. Jaga Selalu Kebersihan dan Keamanan Bayi

Cuci tangan hingga benar-benar bersih dan kering sebelum menyentuh atau kontak dengan si kecil. Perhatikan benar cara menggendong dan memegang bagian kepala atau leher bayi yang baru lahir. Hindari pula kebiasaan mengguncang-guncangkan atau melemparkan bayi ke udara saat bermain karena berisiko menyebabkan perdarahan di otak.

Yang tak kalah penting yakni, jangan segan untuk melarang orang lain agar tidak sembarangan menyentuh atau mencium buah hati tercinta. Sistem imun bayi yang baru lahir belum terbentuk sempurna sehingga rentan terinfeksi paparan dari luar, termasuk pula peradangan pada kulit seperti dermatitis atopik.

4. Mandikan dengan Benar

Tips merawat bayi baru lahir selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah tentang bagaimana cara memandikan yang benar. Sebelum tali pusat lepas, bayi cukup dimandikan dengan cara di seka menggunakan waslap. Setelah tali pusat terlepas, barulah ia dapat dimandikan di bak bayi dengan menggunakan air hangat dan sampo serta sabun khusus bayi.

Topang kepala dan tubuh bayi dengan satu tangan, kemudian mulailah dengan membersihkan kelopak matanya terlebih dahulu menggunakan kain lembut yang dibasahi air hangat. Setelah itu, lanjutkan dengan membersihkan telinga, hidung, wajah, leher, ketiak hingga seluruh badannya, termasuk pula alat kelamin.

Terakhir, guyur kepala dan seluruh tubuhnya secara perlahan, lalu seka dengan waslap kering. Kemudian angkat bayi dan letakkan di atas alas ganti berlapiskan handuk, lalu keringkan tiap bagian tubuhnya dengan lembut sembari menghibur atau mengajaknya bicara.

5. Perhatikan Cara Mengganti Popok

Baringkan bayi di atas permukaan datar yang aman dan sudah dialasi dengan selimut atau perlak. Tarik bagian depan popok yang kotor, lalu lipat ke bawah. Setelah itu, bersihkan seluruh permukaan anus, lipat paha dan alat kelamin dengan tisu atau lap basah dari arah depan ke belakang. Lalu keringkan dengan handuk atau kain bersih.

Kemudian, angkat bokong si kecil, singkirkan popok yang kotor dan gantilah dengan popok yang baru. Masukkan popok yang kotor ke dalam kantung plastik, ikat kencang dan buang segera ke tempat sampah jika menggunakan popok sekali pakai. Cuci tangan hingga benar-benar bersih setelahnya.

Penggantian popok pada bayi dapat dilakukan sesering mungkin, saat popok sudah penuh atau terasa basah. Hal ini guna mencegah munculnya ruam popok maupun iritasi kulit. Disarankan untuk mengecek kondisi popok si kecil tiap 2-3 jam sekali.

Demikianlah beberapa tips merawat bayi baru lahir yang dapat diterapkan. Merawat si kecil di awal-awal kehidupannya memang tidak mudah dan menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, Ayah Bunda diharuskan untuk saling bekerja sama, jangan lantas mengandalkan satu orang saja. Ingatlah, bahwasanya momen seperti ini tidak akan terulang untuk kedua kalinya.

Segera periksakan bayi ke dokter bila terlihat gejala tak biasa yang dialaminya. Diantaranya seperti demam tinggi, nafsu makan menurun, menjadi sangat rewel atau justru terlihat sangat lemas, muncul ruam kulit yang tak kunjung hilang, sering muntah atau diare, terdapat darah pada kotoran atau muntahnya, mengalami kejang dan berbagai gejala tak biasa lainnya.

#