Telusuri Berbagai Penyebab Sulit Hamil yang Mungkin Dialami

Mendambakan kehamilan namun tak juga datang? Mari ketahui hal apa saja yang menjadi penyebab sulit hamil.

Penyebab sulit hamil

Kehadiran buah hati di dalam rumah tangga tentu sangat dinanti-nanti setiap pasangan suami-istri, termasuk pula keluarga besar. Ada yang tak lama setelah menikah langsung dihadiahi kehamilan, namun ada pula yang tak kunjung dikaruniai keturunan meski sudah menunggu bertahun-tahun. Sebenarnya, apa yang menjadi penyebab sulit hamil dan susahnya memiliki momongan?

Telusuri berbagai penyebab sulit hamil berikut:

Penyebab sulit hamil

Sulit hamil dan punya anak dapat disebabkan oleh berbagai hal. Mulai dari frekuensi berhubungan intim yang sangat jarang hingga kondisi medis tertentu yang diderita. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini.

1. Jarang Berhubungan Intim

Hal pertama yang perlu diperhatikan dari berbagai kemungkinan penyebab sulit hamil adalah frekuensi suami istri untuk berhubungan badan. Pasangan yang terpisah jarak biasanya akan jauh lebih sulit memiliki anak lantaran terlalu jarang berhubungan intim. Parahnya lagi, sekalinya bertemu dan berhubungan badan, justru bukan di masa subur.

Solusinya, cobalah usahakan untuk tinggal dalam satu atap dan jangan biarkan kelelahan selepas bekerja menjadi alasan untuk melakukan hubungan intim. Ketahui pula kapan masa ovulasi atau masa subur, misal dengan mengecek lendir serviks atau mengukur suhu basal tubuh. Semakin sering berhubungan badan di masa subur, semakin besar pula peluang kehamilan.

2. Usia

Sebagian wanita berasumsi bahwasanya jika mereka masih mendapatkan menstruasi secara teratur, artinya kesuburan mereka baik-baik saja meski telah menginjak usia 35 tahun ke atas. Anggapan seperti ini tidaklah benar, lantaran infertlitas wanita terkait erat dengan usia.

Faktanya, usia sangat amat memengaruhi kualitas dan kuantitas sel telur. Semakin tua seorang wanita, maka peluang untuk memperoleh kehamilan pun menjadi lebih sulit. Biasanya, tingkat kesuburan wanita akan mulai menurun secara signifikan pada usia 30-an akhir. Jadi, bergegaslah untuk segera menikah dan merencanakan kehamilan sebelum menginjak usia 30-an.

3. Gaya Hidup

Ada banyak faktor gaya hidup yang berpengaruh besar terhadap ketidaksuburan wanita dan kesulitan hamil, diantaranya yakni:

  • Merokok dan minum minuman beralkohol. Dua kebiasaan buruk ini dapat merusak serviks dan tabung saluran indung telur serta membuat indung telur menua lebih cepat dan menghabiskan sel telur sebelum waktunya.
  • Olahraga berlebih dan diet terlalu ketat. Olahraga dan diet terlalu ketat dapat menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi dan berat badan kurang (terlalu kurus). Biasanya dialami oleh beberapa wanita yang berprofesi sebagai atlet maupun model atau menderita gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia.
  • Kurang aktivitas fisik. Perilaku malas bergerak disertai dengan nafsu makan tak terkontrol dapat berujung pada berat badan berlebih atau obesitas yang dapat mengganggu fungsi ovarium sehingga menyebabkan ketidaksuburan dan sulit hamil.

Wanita yang sering begadang atau bekerja di malam hari juga diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami kemandulan atau sulit hamil dibandingkan dengan wanita yang memiliki waktu tidur atau istirahat malam hari yang cukup dan berkualitas.

4. Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan dalam kehidupan sehari-hari tak jarang dapat menjadi penyebab sulit hamil. Hal ini terutama berkaitan erat dengan pekerjaan yang melibatkan zat beracun atau berbahaya seperti pestisida, zat pelarut dan bahan-bahan kimia lainnya serta paparan radiasi gelombang elektromagnetik atau gelombang mikro melebihi ambang batas atau dalam waktu bertahun-tahun.

5. Menderita Kondisi Medis Tertentu

Beberapa kondisi medis yang dapat menjadi penyebab sulit hamil maupun infertilitas pada wanita antara lain seperti:

  • Endometriosis. Pertumbuhan jaringan endometrium di luar rahim (indung telur, usus, tuba falopi, vagina bahkan rektum).
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS). Kelainan hormonal yang kerap menyerang wanita di usia subur.
  • Gangguan tiroid. Ketidakseimbangan hormon tiroid, baik itu akibat kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroid) atau justru terlalu aktif (hipertiroid) sama-sama dapat mengganggu kesuburan wanita.
  • Miom. Pertumbuhan benjolan atau sel tumor jinak di dalam atau sekitar rahim.
  • Kegagalan ovarium prematur. Hilangnya fungsi normal indung telur (ovarium) sebelum usia 40 tahun.
  • Penyakit radang panggul. Infeksi yang menyerang organ reproduksi wanita. Biasanya terjadi akibat infeksi menular seksual.
  • Penyumbatan tuba falopi. Tersumbatnya tuba falopi dapat menghalangi proses pembuahan lantaran sperma tidak dapat bertemu dengan sel telur di dalam rahim.
  • Gangguan mental. Masalah kesehatan mental seperti gangguan kecemasan (ansietas) termasuk pula stres kronis dan depresi turut berperan terhadap kondisi kesuburan dan kesulitan untuk hamil.
  • Gangguan autoimun. Kondisi ketika sistem imun justru menyerang tubuh sendiri. Contohnya seperti lupus, rheumatoid arthritis, multiple sclerosis (MS), dsb.
  • Adanya jaringan parut pascaoperasi. Terbentuknya jaringan parut pada rahim atau leher akibat operasi invasif atau berulang pada rahim dapat menyebabkan gagal ovulasi atau infertilitas wanita.

6. Obat-Obatan

Konsumsi obat-obatan tertentu, termasuk diantaranya obat anti-inflamasi nonstreoid, obat antipsikotik, antidepresan dan kemoterapi dalam jangka panjang dapat mengganggu kesuburan wanita hingga sulit untuk hamil atau memiliki keturunan.

Seperti yang terlihat, penyebab sulit hamil begitu beragam. Maka untuk mengetahui penyebab pastinya, segera periksakan diri ke dokter spesialis kandungan. Ajak pula suami, karena masalah ini acap kali timbul akibat kombinasi ketidaksuburan keduanya.

Bagi yang telah menikah, disarankan untuk tidak menunda kehamilan. Jika memang terpaksa harus menunda dengan berbagai alasan – misal seperti karier, sebaiknya jangan menunda terlalu lama, karena kesuburan wanita akan terus menurun seiring bertambahnya usia.

#