Penyebab BAB Bayi Berbusa dan Cara Menanganinya

Terkejut dengan kotoran bayi yang berbusa? daripada berfikir yang bukan-bukan, yuk simak penyebab BAB bayi berbusa dan cara tepat menanganinya.

BAB bayi berbusa aladokter

Sebagai orang tua yang selalu perhatian dengan si kecil, tentu salah satu yang selalu diperhatikan adalah buang air besarnya. Terutama para bunda yang senantiasa merawat bayi setiap saat, pasti tahu benar seperti apa kebiasaan BAB si kecil.

Warna feses, konsistensi dan frekuensi BAB menandakan kesehatan pencernaan bayi. Normalnya, warna BAB bayi pertama kali setelah lahir adalah hitam, lalu berubah menjadi kehijauan, kecoklatan, hingga kekuningan.

Kondisi feses bayi sehat pada umumnya tidaklah mengandung busa, lantas apa yang terjadi jika BAB bayi berbusa?

Kotoran berbusa pada bayi sering merupakan tanda bahwa ia mendapatkan kelebihan laktosa, gula yang ditemukan dalam ASI. Laktosa dalam saluran pencernaan bayi tidak tercerna sempurna sehingga menyebabkan gelembung-gelembung cairan seperti busa dan terkadang warna BAB bayi berwarna hijau.

Bagaimana bisa bayi mendapatkan kelebihan laktosa dari ASI?

Perlu diketahui, ASI terdiri dari dua bagian, yaitu foremilk dan hindmilk. Foremilk adalah ASI yang keluar pertama kali saat bayi mulai menyusu selama beberapa menit. Setelah itu, diikuti oleh bagian ASI yang disebut hindmilk, dengan kata lain hindmilk adalah ASI yang keluar belakangan.

Foremilk bersifat lebih encer dan memiliki nutrisi lebih sedikit dibanding hindmilk. Kandungan laktosa pada foremilk juga tinggi, sehingga apabila bayi mendapatkan terlalu banyak foremilk, maka ia tidak akan dapat mencerna laktosa dengan benar. Sebagai hasilnya, terjadilah perubahan feses menjadi berbusa dan terkadang berwarna hijau.

Dengan demikian, maka keseimbangan pasokan foremilk dan hindmilk ini sangat penting bagi bayi. Foremilk yang memiliki kandungan kalori rendah dan tinggi laktosa, harus diseimbangkan dengan hindmilk yang memiliki kandungan lemak yang tinggi. Saat bayi mendapatkan keduanya secara seimbang, maka masalah BAB berbusa dapat dihindari.

Bayi yang mendapatkan pasokan foremilk lebih banyak, terjadi terjadi akibat proses menyusui yang kurang lama untuk masing-masing payudara setiap sesinya.

Solusinya, biarkan bayi menyusu pada salah satu payudara lebih lama setidaknya 15 menit, sebelum beralih ke payudara yang lain. Jika sudah terlanjur hanya sebentar karena suatu hal, maka untuk proses menyusui selanjutnya dimulai dari sisi payudara yang terakhir diisap Si Kecil.

Apakah BAB berbusa pada bayi berbahaya?

Secara umum tidak berbahaya selama penyababnya adalah ketidakseimbangan foremilk dan hindmilk, cukup mengikuti tips di atas masalah BAB berbusa pun akan hilang. Namun jika tetap terjadi, atau disertai dengan tanda-tanda di bawah ini, maka sebaiknya periksakan si kecil ke dokter.

Inilah tanda-tanda bahaya saat si kecil BAB berbusa:

  • Terdapat lendir dan darah.
  • Bayi menjadi rewel dan nampak kesakitan.
  • BAB sering sekali dan terdapat tanda-tanda dehidrasi seperti mata cekung, bibir kering, lemas, dan kulit kendur.
  • Disertai dengan gejala demam atau muntah.

Untuk bayi yang lebih besar, BAB berbusa juga dapat dipengaruhi oleh jenis makanan atau susu faormula yang dikonsumsi. Kenali setiap jenis makanan atau susu formula yang terbukti menimbulkan BAB bayi berbusa, lalu hindari.

SUMBER
#