timolol obat tetes mata

Timolol obat apa?

Timolol adalah obat dari golongan antagonis beta adrenergik yang dalam sediaan tetes mata digunakan untuk menurunkan hipertensi okular dan mengobati glaukoma. Di indonesia, Timolol hanya tersedia dalam sediaan tetes mata. Sementara di beberapa negara lain, Timolol dalam sediaan oral atau injeksi digunakan untuk mengatasi hipertensi, terapi pasca serangan jantung, pencegahan migrain dan angina pektoris.

Sebagai obat golongan beta blocker, Timolol bekerja merelaksasi otot polos pembuluh darah sehingga menurunkan tekanan darah. Sementara cara kerjanya pada mata diyakini dengan mengurangi sekresi aqueous homor sehingga dapat menurunkan tekanan intraokular pada mata.

Ringkasan Obat Timolol

Jenis obatBeta blocker, anti glaukoma
KategoriObat keras
KegunaanMenurunkan tekanan intraokular pada penderita galukoma atau hipertensi okular
KonsumenDewasa dan anak umur >2 tahun
KehamilanKategori C (hindari)
SediaanTetes mata: 0,5 % dan 0,25%
MerekXalacom, Azarga, Isotic Adretor, Opthil, Tim-Opthal, Timol, Doutrav, Ximex Opticom

Cara Kerja dan Fungsi Obat Timolol

Fungsi Timolol dalam tubuh adalah untuk membantu melemaskan pembuluh darah sehingga membantu menurunkan tekanan darah. Sehingga dapat digunakan untuk mencegah serangan jantung, mengatasi migrain, serta angina. Dalam sediaan tetes mata, Timolol mampu menurunkan tekanan intraokular pada mata yang mengalami hipertensi okular atau menderita glaukoma sudut terbuka kronis.

Timolol adalah antagonis reseptor beta-adrenergik non selektif yang bersaing mengikat neurotransmiter beta-adrenergik di otot jantung, pembuluh darah dan bronkus. Efek blokade ini menyebabkan penurunan kerja jantung dan pembuluh darah. Sementara untuk penggunaan pada mata obat ini dianggap mampu menurunkan tekanan intraokular karena dapat memicu penurunan sekresi aqueous humor mata.

Indikasi dan Kegunaan Timolol

Timolol dalam sediaan obat tetes digunakan untuk meredakan tekanan pada bola mata yang mengalami hipertensi okular serta mengendalikan glaukoma sudut terbuka kronis. Dalam sediaan oral, obat ini digunakan untuk mengatasi hipertensi, terapi pasca serangan jantung, pencegahan migrain serta mengatasi angina pektoris.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang dengan riwayat asma bronkial atau PPOK berat, alergi bronkspasme, bradikardia sinus, gagal jantung, syok kardiogenik, penyakit pembuluh darah perifer parah, metabolik asidosis, serta AV block derajat 2 dan 3.
  • Orang dengan riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap timolol atau obat jenis beta bloker lainnya.

Dosis Timolol dan Aturan Pakai

Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Dosis Timolol untuk mengobati glaukoma dan hipertensi okular

  • Dosis dewasa: dalam sediaan tetes mata 0,25% teteskan 1 tetes pada mata yang sakit 2 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi o,5% 2 kali sehari jika tidak didapat respon yang memadai. Dosis dapat diturunkan jika kondisi semakin baik.

Dosis Timolol untuk mengatasi hipertensi

  • Dosis dewasa: 10 mg per hari, dapat ditingkatkan tergantung respon setiap 7 hari atau lebih. Maksimal 30 mg per hari. Dosis lebih dari 30 mg harus di bagi dalam dua dosis.

Dosis Timolol untuk perawatan pasca serangan jantung

  • Dosis dewasa: dosis awal, 5 mg 2 kali sehari selama 2 hari, dimulai 1 – 4 minggu setelah kejadian serangan jantung. Dapat ditingkatkan hingga 10 mg 2 kali sehari jika tidak muncul reaksi efek samping.

[ad inserter block=”5″]

Aturan pakai:

  • Gunakanlah obat ini hanya pada mata yang mengalami tekanan intraokular.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang¬†tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk menggunakannya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera menggunakannya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Timolol pada jadwal berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Timolol

Timolol umumnya ditoleransi baik oleh tubuh. Namun, beberapa efek samping mungkin muncul dan perlu diperhatikan. Efek samping Timolol meliputi:

  • Rasa terbakar di mata.
  • Penglihatan buram.
  • Mulut kering.
  • Pendengaran terganggu.

Efek Overdosis Timolol

Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran dapat menyebabkan overdosis. Gejala overdosis Timolol dapat berupa hipotensi, simptomatik bradikardia, serta gagal jantung akut. Jika kondisi ini terjadi segera konsultasikan ke dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika pernah mengalami reaksi alergi saat menggunakan Timolol.
  • Hindari menggunakan obat ini jika Anda sedang diterapi dengan obat beta blocker oral.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada orang dengan riwayat gagal jantung, jika saat menggunakan obat ini muncul nyeri dada, jantung berdebar-debar, wajah kemerahan (flushing) serta kesulitan bernapas segeralah konsultasikan dengan dokter Anda.
  • Obat ini dapat meningkatkan kadar gula darah, hati-hati penggunaan pada penderita diabetes.
  • Hati-hati penggunaan pada penderita gangguan fungsi ginjal dan hati, ibu hamil atau ibu menyusui.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Timolol untuk ibu hamil?

Timolol digolongkan dalam jenis obat kategori C untuk ibu hamil. Hal itu berarti studi bahan obat ini pada hewan percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan hewan percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu sebaiknya dihindari selama kehamilan.

Bolehkah Timolol untuk ibu menyusui?

Timolol diketahui dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui dan berisiko mengganggu kesehatan bayi yang menyusu. Oleh karena itu penggunaan obat ini selama masa menyusui sebaiknya dihindari.

Interaksi Obat

Hati-hati saat menggunakan Timolol bersamaan dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Timolol dengan obat-obat berikut:

  • Reserpine, meningkatkan risiko hipotensi dan bradikardia.
  • Hydralizine, Metildopa, menigkatkan efek aditif kedua obat ini.
  • Quinidine, meningkatkan blokade beta-adrenergik sehingga dapat menurunkan detak jantung.
  • OAINS, indomethacin, ibuprofen, mengurangi efek hipotensif Timolol.