riklona 2 clonazepam

Riklona 2 obat apa?

Riklona 2 adalah obat yang digunakan untuk mengatasi dan mencegah kejang secara umum serta kejang pada penderita epilepsi. Selain itu, obat ini juga kerap digunakan untuk mengatasi serangan panik pada penderita gangguan panik. Sebagai obat keras Riklona 2 hanya boleh digunakan atas resep dokter penggunaan sembarangan dapat memicu efek samping yang membahayakan.

Riklona 2 mengandung bahan aktif berupa clonazepam, senyawa obat yang mirip benzodiazepine dan memiliki efek antikonvulsan (antikejang), sedatif, serta efek ansiolitik dan relaksan otot. Clonazepam mampu menenangkan saraf yang mengalami aktivitas berlebihan di otak yang menjadi pemicu kejang pada penderita epilepsi.

Ringkasan Obat Riklona 2

KandunganClonazepam 2 mg
Jenis obatAntikejang
KategoriObat keras
KegunaanMengatasi dan mencegah kejang dan epilepsi serta untuk mengatasi gangguan panik
KonsumenDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori D (hindari)
ProdusenMersifarma
HargaRp. 40.000 – 50.000 per strip isi 10 tablet, per box isi 10 strip

Cara Kerja dan Fungsi Obat Riklona 2

Fungsi Riklona 2 dalam tubuh adalah sebagai penenang saraf otak yang mengalami aktivitas paroksismal berlebihan termasuk beberapa jenis kejang pada penderita epilepsi. Bahan aktif Riklona 2 berupa clonazepam yang merupakan senyawa dengan aktivitas benzodiazepin yang mampu menghambat aktivitas neurotransmiter gamma-aminobutyric acid (GABA).

Clonazepam dapat berikatan dengan reseptor benzodiazepin yang merupakan komponen penting dalam berbagai varietas reseptor GABA(a). Dengan begitu clonazepam dapat mengurangi aktivitas saraf listrik yang berlebihan di susunan saraf pusat yang berkontribusi terhadap kemunculan kejang.

Clonazepam juga dianggap meningkatkan efek GABA sehingga dapat menghambat aktivitas saraf pada amygdala-fear sirkuit. Sehingga obat ini juga dapat digunakan untuk perawatan gangguan panik dan ansietas.

Indikasi dan Kegunaan Riklona 2

Riklona 2 digunakan untuk mencegah sekaligus mengontrol aktivitas berlebihan kelistrikan saraf di otak yang dapat memicu kejang, seperti pada epilepsi. Obat ini juga digunakan sebagai penenang untuk penderita gangguan panik dan ansietas.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang dengan riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap clonazepam atau obat jenis benzodiazepin lainnya.
  • Penderita glaukoma sudut tertutup akut.
  • Penderita insufisiensi paru akut.
  • Penderita insufisiensi pernapasan akut.
  • Penderita mistenia gravis.
  • Penderita sindrom apnea tidur.

Dosis Riklona 2 dan Aturan Pakai

Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Dosis Riklona 2 untuk mengatasi kejang epilepsi

  • Dosis dewasa: pemberian awal, 1 mg diberikan saat malam hari selama 4 hari, secara berkala dosis dapat ditingkatkan hingga 2 – 4 minggu. Dosis maksimal 20 mg per hari. Dosis perawatan 4 – 8 mg per hari.
  • Dosis anak-anak:Umur 10 tahun berat kurang dari 30 kg: dosis awal, 0,01 – 0,03 mg/kg BB/hari diberikan 2 – 3 kali sehari dan tidak lebih dari 0,05 mg/kg BB/hari. Dosis dapat ditingkatkan tapi tidak lebih dari 0,25 -0,5 mg setiap 3 hari hingga kejang dapat dikontrol. Dosis perawatan: 0,1-0,2 mg/kg BB/hari dibagi dalam 3 dosis. Maksimal penggunaan per hari 0,2 mg/kg berat badan.
  • Dosis lansia: pemberian awal, 0,5 mg pada malam hari selama 4 hari.

Dosis Riklona 2 untuk mengatasi gangguan panik

  • Dosis dewasa: pemberian awal, 0,25 mg 2 kali sehari, dapat ditingkatkan setelah 3 hari penggunaan hingga 1 mg/hari. Maksimal 4 mg per hari.

Aturan pakai:

  • Gunakanlah obat ini setelah atau sebelum makan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang¬†tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Riklona 2 pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Riklona 2

Riklona 2 ditoleransi baik oleh tubuh. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan. Efek samping Riklona meliputi:

  • Mengantuk atau sedasi.
  • Kelelahan.
  • Gangguan prilaku, termasuk agresivitas.
  • Hiperkinesis atau lekas marah.
  • Gangguan koordinasi.
  • Hipotonia otot.
  • Gangguan penglihatan.
  • Edema pergelangan kaki dan wajah.
  • Ruam kulit dan kerontokan rambut.
  • Diare atau konstipasi.
  • Mudah haus dan mulut kering.
  • Hipersekresi saliva.

Efek Overdosis Riklona 2

Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran dapat menyebabkan overdosis. Gejala overdosis Riklona 2 dapat berupa mengantuk berat, kebingungan, ataksia, berkurangnya kemampuan refleks hingga koma. Jika kondisi ini terjadi segera melapor ke dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika pernah mengalami reaksi alergi saat mengonsumsi obat dengan kandungan clorazepam.
  • Hati-hati penggunaan pada penderita glaukoma sudut terbuka, insufisiensi paru kronik, porfiria, ataksia spinal dan sereberal, memiliki riwayat kecanduan alkohol atau obat psikotropika, memiliki riwayat depresi atau upaya bunuh diri.
  • Obat ini tidak boleh dihentikan secara mendadak meskipun kondisi terlihat sudah membaik, selalu ikuti dosis yang disarankan dokter. Pemutusan penggunaan obat mendadak bisa memberikan efek samping pada pengguna.
  • Perhatian lebih harus diberikan pada penderita gangguan fungsi ginjal dan hati, pasien lanjut usia atau dalam kondisi lemah juga serta ibu hamil dan menyusui.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Riklona 2 untuk ibu hamil?

Bahan aktif Riklona 2 berupa clonazepam digolongkan sebagai obat kategori D untuk ibu hamil. Hal itu berarti studi bahan aktif obat ini terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan). Oleh karena itu penggunaannya sebaiknya dihindari atau digunakan jika sangat dibutuhkan saja dan dalam pengawasan dokter.

Bolehkah Riklona 2 untuk ibu menyusui?

Bahan aktif Riklona 2 diketahui dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui dan berisiko mengganggu kesehatan bayi yang menyusu. Efek sedasi, penurunan berat badan, dan kurang nafsu makan dapat terjadi pada bayi yang menyusu. Oleh karena itu penggunaan obat ini sebaiknya dihindari atau penggantian sementara ASI dengan susu formula selama penggunaan obat.

Interaksi Obat

Hati-hati saat menggunakan Riklona 2 bersamaan dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Riklona 2 dengan obat-obat berikut:

  • Obat TCA, MAOI, sedatif dan hipnotik, barbiturat, ansiolitik, antipsikotik, agonis opiat, dapat meningkatkan efek depresan aditif.
  • Phenytoin, dapat meningkatkan kadar serum phenytoin dan berisiko meningkatkan efek sampingnya.