rhemafar 4 8 16

Rhemafar obat apa?

Rhemafar adalah obat jenis steroid yang digunakan untuk meredakan peradangan, reaksi alergi, penekan sistem imun serta anti syok. Sehingga obat ini dapat digunakan untuk meredakan peradangan pada penyakit artrithis, peradangan pada mata dan tenggorokan, alergi, edema dan eksaserbasi akut multiple sclerosis atau kondisi peradangan lainnya.

Bahan aktif Rhemafar berupa methylprednisolone merupakan golongan obat steroid dari jenis glukokortikoid sintetis. Obat ini dapat digunakan sebagai pereda inflamasi atau peradangan, mengatasi alergi, serta mampu menekan kerja sistem imun yang sedang terlalu aktif.

Ringkasan Obat Rhemafar

KandunganKaplet: methylprednisolone 4 mg, 8 mg dan 16 mg
Jenis obatHormon kostikosteroid
KategoriObat keras
KegunaanMengatasi peradangan, alergi dan syok serta sebagai imunosupresan pada berbagai kondisi seperti arthritis, radang tenggorokan, penyakit endokrin, alergi, lupus, multiple sclerosis, dll
KonsumenDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori C (hindari)
ProdusenIfars Pharmaceutical Laboratories
HargaRp. 7.000 – 8.000 per strip isi 10 kaplet 4 mg, per box isi 10 strip; Rp. 10.000 – 12.000 per strip isi 10 kaplet 8 mg, per box isi 5 strip; Rp 21.000 per strip isi 10 kaplet, per box isi 3 strip

Cara Kerja dan Fungsi Obat Rhemafar

Fungsi Rhemafar dalam tubuh yaitu sebagai pereda peradangan, mengatasi alergi, serta menekan kerja sistem imun. Manfaat ini didapat dari bahan aktifnya yang berupa methylprednisolone, senyawa steroid dari golongan glukokortikoid sintetis yang mampu menembus membran sel dan berikatan aktif dengan reseptor glukokortikoid intraseluler.

Methylprednisolone mampu menstimulasi transkripsi mRNA dengan berikatan dan mengaktifkan reseptro spesifik di sel. Akibatnya terjadi perubahan ekspresi gen dan menghambat produksi sitokinin pro inflamasi serta mengurangi jumlah limfosit yang beredar dan menginduksi diferensiasi sel. Obat ini juga dapat menstimulasi apoptosis pada sel populasi sel tumor yang sensitif terhadap glukokortikoid.

Indikasi dan Kegunaan Rhemafar

Rhemafar digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi yang gejalanya berupa peradangan, alergi yang membutuhkan imunosupresan, serta syok. Oleh karena itu Rhemafar dapat digunakan untuk mengatasi beberapa kondisi berikut:

  • Arthritis reumathoid (peradangan pada sendi).
  • Gangguan endokrin.
  • Penyakit kolagen.
  • Peradangan pada kulit.
  • Alergi.
  • Peradangan pada mata dan saluran pernapasan.
  • Edema.
  • Penyakit neoplastik.
  • Eksaserbasi akut multiple sclerosis.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang dengan riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap methylprednisolone atau jenis obat glukokortikoid lainnya.
  • Penderita diabetes mellitus, tuberkulosis (TB), infeksi jamur sistemik, varisela, herpes simpleks, dan osteoporosis berat.
  • Tidak boleh diberikan pada pasien yang sedang diberikan terapi vaksin hidup karena obat imunosupresan dapat meningkatkan risiko infeksi.

Dosis Rhemafar dan Aturan Pakai

Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Dosis Rhemafar untuk meredakan peradangan dan alergi secara umum

  • Dosis dewasa: pemberian awal 4 – 48 mg per hari, dibagi dalam beberapa dosis.
  • Dosis anak-anak: pemberian awal 4 – 48 mg per hari, dosis diberikan dari jumlah terkecil dan ditingkatkan berkala hingga efek obat dirasakan cukup mengatasi kondisi. Penggunaan pada anak harus dalam pengawasan dokter.

Dosis Asetilsistein untuk mengobati multiple sclerosis

  • Dosis dewasa: 160 mg sekali per hari selama 1 minggu, kemudian dilanjutkan dengan dosis 64 mg sekali sehari selama 1 bulan untuk pasien yang membutuhkan dosis tinggi.

Aturan pakai:

  • Gunakanlah obat ini setelah atau bersamaan dengan makan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Rhemafar pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Rhemafar

Rhemafar ditoleransi baik oleh tubuh. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan. Efek samping Rhemafar meliputi:

  • Reaksi hipersensitivitas.
  • Gangguan cairan/eletrolit tubuh.
  • Miopati steroid.
  • Pankreatitis.
  • Esofagitis ulseratifa.
  • Peningkatan enzim hati.
  • Peningkatan tekanan intrakarnial dan intraokular.
  • Penghambatan pertumbuhan pada anak.
  • Gangguan siklus menstruasi dan amenore.
  • Peningkatan berat badan.

Efek Overdosis Rhemafar

Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran dapat menyebabkan overdosis. Gejala overdosis Rhemafar atau penggunaan obat steroid dosis tinggi dalam waktu lama dapat memicu penipisan kulit, mudah mengalami pendarahan, perubahan lemak tubuh biasanya ditandai tumpukan lemak di wajah, leher, dan punggung, terjadi perubahan siklus menstruasi, penurunan libido, hingga impotensi. Jika kondisi ini terjadi segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter dan apoteker Anda jika pernah mengalami reaksi alergi saat mengonsumsi obat dengan kandungan methylprednisolone atau obat jenis kortikosteroid lainnya.
  • Hindari penggunaan jangka panjang karena dapat memicu katarak subkapsular, galukoma, infeksi sekunder mata atau yang disebabkan infeksi virus, bakteri atau jamur.
  • Hindari penggunaan dosis tinggi karena dapat memicu hipotensi, retensi cairan dan garam tubuh dan berkurangnya daya tahan tubuh.
  • Jangan memberikan vaksin pada pasien yang sedang diterapi dengan obat ini.
  • Hati-hati penggunaan pada ibu hamil dan menyusui.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Rhemafar untuk ibu hamil?

Bahan aktif Rhemafar berupa methylprednisolone adalah jenis steroid yang digolongkan sebagai obat kategori C untuk ibu hamil. Obat kategori C menunjukkan bahwa bahan studi bahan aktifnya pada hewan percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan hewan percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu penggunaannya selama kehamilan sebaiknya dihindari atau hanya jik sangat dibutuhkan dan dalam pengawasan dokter.

Bolehkah Rhemafar untuk ibu menyusui?

Bahan aktif rhemafar diketahui dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui namun jumlahnya cukup kecil. Penggunaan dalam dosis standar selama masa menyusui dibolehkan asalkan diberi jarak antara jadwal minum obat ini dan waktu menyusui sekitar 2 – 8 jam. Penggunaan dosis tinggi dapat memicu supresi adrenal sehingga sebaiknya dihindari.

Interaksi Obat

Hati-hati saat menggunakan Rhemafar bersamaan dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Rhemafar dengan obat-obat berikut:

  • Aminogluthetimide, menurunkan efektifitas obat kortikosteroid.
  • Diuretik, amfoterisin B, meningkatkan risiko hipokalemia.
  • Antibiotik macrolide, menurunkan waktu pembersihan Rhemafar di tubuh.
  • Digitalis glikosida, peningkatan risiko aritmia.
  • Estrogen, kontrasepsi oral, penurunan metabolisme Rhemafar di tubuh.
  • OAINS, meningkatkan risiko gangguan pencernaan.
  • Warfarin, meningkatkan efek antikoagulan dari warfarin.
  • Obat antidiabetes, menurunkan efektivitas obat antidiabetes.