noprostol 0,2 mg

Noprostol obat apa?

Noprostol adalah obat untuk mencegah tukak lambung yang dipicu pemberian obat anti inflamasi non steroid (OAINS) pada pasien yang berisiko mengalami tukak lambung. Obat ini dapat melapisi dinding lambung sekaligus menurunkan keasamannya sehingga risiko perdarahan lambung dapat dikurangi.

Noprostol mengandung bahan aktif berupa misoprostol, senyawa sintesis analog prostaglandin yang dapat mengurangi sekresi lambung serta meningkatkan lapisan dinding lambung yang dapat mengurangi risiko tukak. Ketahui lebih lengkap tentang kegunaan, dosis umum, efek samping, kontraindikasi, bahaya obat ini untuk ibu hamil serta kemungkinan interaksinya dengan obat lain.

Ringkasan Obat Noprostol

Jenis obatAnalog prostaglandin
GolonganObat keras
KandunganMisoprostol 0,2 mg
KegunaanPencegahan tukak lambung akibat pemberian OAINS pada pasien yang berisiko mengalami tukak lambung
KonsumenDewasa
KehamilanKategori X (dilarang)
ProdusenNovell Pharmaceutical Lab
HargaRp. 410.000 – 450.000 per box isi 5 stirp, per strip isi 10 tablet

Cara Kerja dan Fungsi Obat Noprostol

Fungsi Noprostol dalam tubuh yaitu sebagai pelindung lapisan dinding lambung serta mengurangi sekresi asam lambung sehingga dapat mengurangi risiko tukak lambung, terutama tukak lambung yang dipicu penggunaan OAINS. Manfaat ini didapat dari kandungan bahan aktifnya yang berupa misoprostol.

Misoprostol adalah senyawa sintetis analog prostaglanding E1 yang dapat menstimulasi reseptor prostaglandin E1 pada sel parietal di lambung. Akibatnya terjadi penurunan sekresi asam lambung yang menyebabkan turunnya keasaman lambung. Obat ini juga dapat meningkatkan sekresi bikarbonat dan mukus, keduanya akan melapisi dinding lambung sehingga mengurangi risiko tukak lambung.

Misoprostol juga dapat berikatan dengan sel-sel otot polos di uterus sehingga meningkatkan frekuensi kontraksi uterus yang berisiko menyebabkan keguguran pada trimester pertama. Efek inilah yang membuat obat ini disalahgunakan sebagai obat aborsi.

Indikasi dan Kegunaan Noprostol

Noprostol digunakan sebagai pencegahan kemungkinan tukak lambung yang dipicu pemberian OAINS pada pasien yang berisiko mengalami tukak lambung atau memiliki riwayat tukak lambung yang diinduksi oleh OAINS.

Secara off label atau diluar indikasi obat ini juga kerap digunakan sebagai managemen keguguran, mengatasi perdarahan pasca melahirkan, serta sebagai penginduksi aborsi pada trimester pertama kehamilan.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Wanita hamil, termasuk untuk kehamilan yang tidak terkonfirmasi melalui USG atau test pack.
  • Kehamilan ektopik.
  • Tidak boleh diberikan pada ibu hamil ketika persalinan sudah dimulai.
  • Tidak boleh diberikan pada ibu hamil yang mengalami plasenta previa atau mengalami perdarahan jalur lahir yang tidak diketahui penyebabnya pada kehamilan 24 minggu.
  • Tidak boleh digunakan bersamaan dengan oksitosin atau penginduksi persalinan lainnya.

Dosis Noprostol dan Aturan Pakai

Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Dosis Noprostol untuk pencegahan tukak lambung yang dipicu pemberian OAINS

  • Dosis dewasa: 100 – 200 mcg, 4 kali sehari.

Aturan pakai:

  • Gunakanlah obat ini setelah makan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang¬†tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Noprostol pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Noprostol

Noprostol umumnya ditoleransi baik oleh tubuh. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan. Efek samping Noprostol meliputi:

  • Diare.
  • Nyeri perut bawah.
  • Dispepsia.
  • Kembung.
  • Mual dan muntah.
  • Pendarahan jalur lahir.
  • Ruam kulit.
  • Pusing.

Efek Overdosis Noprostol

Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran dapat menyebabkan overdosis. Gejala overdosis Noprostol dapat berupa sedasi, kejang, tremor, muntah dan diare parah, nyeri perut parah, hipotensi dan bradikardia. Jika kondisi ini terjadi segera konsultasikan pada dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika pernah mengalami reaksi alergi saat mengonsumsi obat ini atau obat dengan kandungan sejenis.
  • Hati-hati penggunaan pada penderita diare akibat radang usus, penyakit kardiovaskular, tekanan darah tinggi, serta gangguan fungsi ginjal.
  • Perhatian lebih harus diberikan untuk penggunaan pada wanita menyusui.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Noprostol untuk ibu hamil?

Bahan aktif Noprostol berupa misoprostol digolongkan dalam jenis obat kategori X untuk ibu hamil. Hal itu berarti studi bahan obat ini pada binatang percobaan atau manusia telah memperlihatkan adanya abnormalitas janin dan besarnya resiko obat ini pada wanita hamil jelas-jelas melebihi manfaatnya. Oleh karena itu obat ini dilarang digunakan oleh ibu hamil.

Bolehkah Noprostol untuk ibu menyusui?

Obat ini diketahui dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui dan berisiko mengganggu kesehatan bayi yang menyusu. Efek sampingnya pada bayi yang menyusu dapat berupa diare. Oleh karena itu penggunaan obat ini selama menyusui sebaiknya dihindari.

Interaksi Obat

Hati-hati saat menggunakan Noprostol bersamaan dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Noprostol dengan obat-obat berikut:

  • Antasida mengandung magnesium (Mg), dapat meningkatkan efek diare dari obat ini.
  • Oksitosin dan obat penginduksi persalinan, meningkatkan efek uterotonik yang dapat membahayakan ibu melahirkan.