nalgestan tablet

Nalgestan obat apa?

Nalgestan adalah obat untuk meringankan gejala flu, pilek, rhinitis alergi atau gangguan pernapasan atas lainnya yang dipicu oleh alergi atau non alergi. Gejalanya dapat berupa bersin-bersin, hidung meler, hidung mampet, mata perih dan berair, atau batuk yang dipicu tetesan cairan dari rongga sinus (post nasal drip).

Bahan aktif Nalgestan berupa chlorpheniramine maleate merupakan antihistamin yang  bermanfaat mengurangi reaksi alergi pada saluran pernapasan. Nalgestan juga mengandung phenylpropanolamine HCl yang bertindak sebagai nasal dekongestan atau pelega saluran napas.

Ringkasan Obat Nalgestan

KandunganChlorpheniramine maleate 2 mg, phenylpropanolamine hydrochloride 15 mg
Jenis obatDekongestan, antihistamin
KategoriObat bebas terbatas
KegunaanMeringankan gejala pilek atau flu berupa hidung mampet atau bersin-bersin
KonsumenDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori C (hindari)
ProdusenMedifarma Laboratories
HargaRp. 6.500 – 8.000 per strip isi 4 tablet, per box isi 25 strip

Cara Kerja dan Fungsi Obat Nalgestan

Fungsi Nalgestan dalam tubuh yaitu sebagai dekongestan hidung dan antihistamin untuk meredakan alergi pada saluran pernapasan atas. Kemampuan itu diperoleh dari kedua bahan aktifnya yang berupa:

  • Chlorpheniramine maleate, atau dikenal juga sebagai CTM adalah antihistamin yang bekerja secara kompetitif dengan histamin endogen dalam berikatan dengan reseptor histamin H1 pada saluran pernapasan, saluran pencernaan dan pembuluh darah. Sehingga efek negatif dari hisatamin endogen berupa bersin-bersin, hidung meler, mata berair dapat diredakan.
  • Phenylpropanolamine hydrochloride, adalah agens simpatomimetik yang merupakan agonis reseptor adrenergik serta penghambat reuptake norephineprine. Akibatnya terjadi vasokonstriksi pada saluran pernapasan sehingga meredakan edema dan hiperemia yang kemudian melegakan saluran napas.

Indikasi dan Kegunaan Nalgestan

Nalgestan digunakan untuk meredakan berbagai gejala gangguan pernapasan atas akibat alergi pada berbagai kondisi seperti berikut:

  • Hidung mampet.
  • Rhinorea atau hidung meler.
  • Bersin-bersin atau batuk akibat tetesan cairan dari rongga sinus ke tenggorokan (post nasal drip).
  • Flu dan pilek.
  • Sinusitis.
  • Rhinitis alergi dan rhinitis vasomotor.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang dengan riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Penderita hypertiroidisme, tekanan darah tinggi, galukoma sudut tertutup.
  • Penderita penyakit pada saluran pernapasan bawah.
  • Pesien yang  sedang diterapi menggunakan obat dari golongan penghambat monoamine oksidase (MAOI).

Dosis Nalgestan dan Aturan Pakai

Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Dosis Nalgestan untuk meredakan bersin-bersin dan hidung mampet

  • Dosis dewasa: 1 tablet 3 – 4 kali sehari.
  • Dosis anak-anak: ½ tablet 3 – 4 kali sehari.

Aturan pakai:

  • Gunakanlah obat ini setelah makan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Nalgestan pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Nalgestan

Nalgestan umumnya ditoleransi baik oleh tubuh. Namun demikian, beberapa efek samping mungkin muncul dan perlu diperhatikan. Efek samping Nalgestan meliputi:

  • Gangguan pencernaan.
  • Sering haus dan mulut kering.
  • Kesulitan berkemih.
  • Kelemahan otot.
  • Tremor.
  • Hipotensi.
  • Penglihatan kabur.
  • Tinitus.
  • Dada sesak.
  • Keringat berlebih.

Efek Overdosis Nalgestan

Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran dapat menyebabkan overdosis. Gejala overdosis Nalgestan dapat berupa ekstrasistol ventrikel dan paroksismik takikardia ventrikel, muncul sensasi penuh pada kepala, atau kesemutan di lengan dan kaki. Jika kondisi ini terjadi segera konsultasikan ke dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter Anda jika pernah mengalami reaksi alergi saat mengonsumsi obat dengan kandungan CTM atau phenylpropanolamin HCl atau jenis obat simpatomimetik lain seperti ephedrine, pseudoephedrine dan fenileprine.
  • Hati-hati penggunaan pada penderita glaukoma, tekanan darah tinggi, diabetes melitus, angina pectoris, hipertrofi prostat, dan asma akut.
  • Obat ini dapat menyebabkan kantuk, hindari mengemudikan kendaraan atau alat berat yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
  • Perhatian lebih harus diberikan untuk penggunaan pada anak-anak, wanita hamil atau menyusui.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Nalgestan untuk ibu hamil?

Bahan aktif Nalgestan berupa phenylpropanolamine HCl digolongkan sebagai obat kategori C untuk ibu hamil. Hal itu berarti studi bahan obat ini pada hewan percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan hewan percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu penggunaannya selama masa kehamilan sebaiknya dihindari.

Bolehkah Nalgestan untuk ibu menyusui?

Belum banyak data yang menunjukkan bahaya atau manfaat bahan aktif  Nalgestan terhadap ASI ibu menyusui. Namun karena sebagian besar obat dapat masuk dan mengontaminasi ASI dan berisiko mengganggu kesehatan bayi yang menyusu. Maka sebaiknya berhati-hati dalam mengonsumsi obat selama masa menyusui dan sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter Anda.

Interaksi Obat

Hati-hati saat menggunakan Nalgestan bersamaan dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Nalgestan dengan obat-obat berikut:

  • Indometacin, meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.
  • Obat jenis analgesik opioid, hypnotic, neuroleptic, meningkatkan efek sedatif dari obat ini.
  • Obat jenis MAOI, meningkatkan risiko krisis hipertensi dan dapat berakibat fatal.