licokalk suplemen kalsium

Licokalk obat apa?

Licokalk adalah suplemen kalsium yang digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan kalsium, terutama pada penderita defisiensi kalsium. Kalsium sebenarnya sudah ada secara alami dalam asupan makanan sehari-hari namun kondisi tertentu seperti osteoporosi atau hipokalemia dapat menyebabkan asupan kalsium berkurang atau sulit diserap sehingga membutuhkan suplemen kalsium sebagai gantinya.

Saat mencapai saluran pencernaan bahan aktif Licokalk berupa calcium lactate pentahydrate akan terpecah menjadi kation kalsium dan basa konjugat asam laktat. Asam laktat akan berfungsi sebagai tambahan bahan bakar melalui jalur metabolisme sementara ion kalsium langsung di serap tubuh dan memenuhi kekurangan asupan kalsium.

Ringkasan Obat Licokalk

KandunganCalcium lactate pentahydrate 500 mg
Jenis obatSuplemen kalsium
KategoriObat bebas
KegunaanMemenuhi kebutuhan kalsium, sebagai pencegahan serta pengobatan defisiensi kalsium
KonsumenDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori C (boleh dengan syarat)
ProdusenBerlico Mulia Farma
HargaRp 3.000 –  4.000 per strip isi 10 kaplet

Cara Kerja dan Fungsi Obat Licokalk

Fungsi Licokalk dalam tubuh adalah sebagai tambahan asupan kalsium untuk membantu mengatasi kekurangan kalsium akibat berbagai kondisi seperti osteoporosis, hipokalemia, atau konsumsi obat-obatan tertentu yang menghambat penyerapan kalsium. Bahan aktif Licokalk berupa calcium lactate pentahydrate merupakan senyawa kalsium yang dipecah di pencernaan dan mudah diserap tubuh.

Saat mencapai saluran pencernaan kalsium laktat akan terdisosiasi menjadi kation kalsium dan anion asam laktat. Kation kalsium akan langsung diserap dan dialirkan melalui darah sehingga dapat meningkatkan kadar kalsium dalam darah. Sementara anion asam laktat akan digunakan sebagai energi dari jalur metabolisme yang berdifusi ke otot dan akan di angkut ke hati untuk membentuk glukoneogenesis.

Dengan begitu kadar kalsium dalam darah akan meningkat dan membantu mengurangi berbagai gejala kekurangan kalsium seperti kejang, nyeri otot, mudah lelah, sering kesemutan, tulang rapuh, kurang nafsu makan, serta gangguan psikologis seperti depresi, mudah lupa dan sering ling-lung.

Indikasi dan Kegunaan Licokalk

Licokalk digunakan untuk mencukupi kekurangan asupan kalsium pada beberapa kondisi berikut ini:

  • Wanita menopouse.
  • Penderita osteoporosis.
  • Penderita hipokalsemia.
  • Penderita osteomalacia (tulang lunak dan rapuh).
  • Hipotiroidisme (kurangnya hormon tiroid) akut dan kronis.
  • Wanita hamil dan menyusui yang kekurangan kalsium.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Pasien dengan riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap bahan aktif obat ini.
  • Penderita hiperkalsemia (kelebihan kadar kalsium).
  • Penderita hipofosfatemia (kadar fosfat tinggi).
  • Penderita batu ginjal.

Dosis Licokalk dan Aturan Pakai

Peringatan! Pastikan dosis Licokalk yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Dosis Licokalk untuk mengatasi kekurangan kalsium

  • Dosis dewasa: 3 kaplet, 1 – 2 kali sehari.
  • Dosis anak-anak: 1 kaplet 2 – 3 kali sehari.

Aturan pakai:

  • Gunakanlah obat ini setelah atau bersamaan dengan makan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Licokalk pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Licokalk

Licokalk umumnya ditoleransi baik oleh tubuh. Namun, beberapa efek samping mungkin muncul dan perlu diperhatikan. Efek samping Licokalk meliputi:

  • Mual dan muntah.
  • Konstipasi.
  • Bradikardia atau aritmia.
  • Mulut kering.
  • Mudah haus dan meningkatkan frekuensi buang air kecil.
  • Kebingungan.
  • Sindrom susu-alkali.

Efek Overdosis Licokalk

Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran dapat menyebabkan overdosis. Gejala overdosis Licokalk dapat berupa hiperkalsemia, kejang, serta gangguan irama jantung. Jika kondisi ini terjadi segera melapor ke dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika pernah mengalami reaksi alergi saat mengonsumsi Licokalk atau suplemen kalsium lainnya.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita gangguan fungsi ginjal, sarcoidosis, dan riwayat neprholitiasis serta pasien yang sedang diterapi vitamin D dosis tinggi.
  • Perhatian lebih harus diberikan untuk penggunaan pada penderita batu ginjal serta ibu hamil.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Licokalk untuk ibu hamil?

Bahan aktif Licokalk berupa calcium lactate pentahydrate digolonakan dalam obat kategori C untuk ibu hamil. Itu berarti studi bahan obat ini pada hewan percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan hewan percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu penggunaannya sebaiknya hanya jika disarankan dokter kandungan saja.

Bolehkah Licokalk untuk ibu menyusui?

Belum diketahui apakah bahan aktif Licokalk dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui serta belum diketahui risikonya untuk bayi yang menyusu. Namun karena kalsium secara alami adalah komponen utama ASI, penggunaan dalam dosis standar dianggap cukup aman untuk ibu menyusui dan bayinya.

Interaksi Obat

Hati-hati saat menggunakan Licokalk bersamaan dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Licokalk dengan obat-obat berikut:

  • Obat jenis kalsium channel blocker, dapat menurunkan efektivitas obat kalsium channel blocker.
  • Thiazid diuretik, meningkatkan risiko hiperkalsemia.
  • Antibiotik tetrasiklin dan quinolon, mengurangi penyerapan antibiotik tetrasiklin.
  • Zat besi dan zinc, mengurangi penyerapan dua mineral ini.