estesia krim lidokain prilokain

Estesia obat apa?

Estesia adalah obat yang digunakan dalam anestesi lokal pada kulit. Umumnya digunakan dalam prosedur operasi kulit seperti pengangkatan kutil, mengurangi sakit akibat tusukan jarum suntik saat pengambilan darah serta penyayatan kulit untuk memasukkan alat bedah atau kateter. Estesia merupakan kombinasi Prolakain dengan efek anestesi lokal dan Lidokain dengan dengan kemampuan anestesi lokal maupun regional.

Saat diaplikasikan ke kulit, krim Estesia akan memberikan efek menghilangkan nyeri hingga efek mati rasa pada kulit dan area sekitarnya untuk sementara waktu. Bahan aktif obat ini akan menghambat pengiriman sinyal rasa sakit pada membran saraf sehingga otak tidak akan merespon akan adanya rasa sakit.

Ringkasan Obat Estesia

KandunganLidocaine base 2,5% Prilocaine base 2,5%
Jenis obatAnestesi lokal topikal
KategoriObat keras
KegunaanSebagai anestesi topikal lokal untuk kulit dan area genital yang memerlukan efek anestesi lokal sebelum prosedur medis
KonsumenDewasa
KehamilanKategori B (boleh dengan syarat)
ProdusenPT. Derma XP
HargaPer tube 5 gram kisaran harga Rp. 60.000 – 65.000

Cara Kerja dan Fungsi Obat Estesia

Fungsi Estesia saat digunakan pada permukaan kulit sama halnya dengan obat jenis anestesi lainnya, yaitu untuk mengurangi rasa sakit dan bius lokal untuk kulit dan area sekitarnya. Berdasarkan bahan aktifnya yang berupa Lidokain dan Prilocain yang keduanya merupakan agen anestesi golongan amide membuat obat ini dapat menstabilkan membran sel saraf dan menghambat influks ionik.

Akibatnya terjadi penghambatan impuls di ujung-ujung saraf dan informasi rasa sakit tidak dapat diteruskan ke tulang belakang atau otak. Kondisi inilah yang menyebabkan munculnya efek mati rasa atau anestesi lokal pada kulit dan sekitarnya.

Indikasi dan Kegunaan Estesia

Estesia digunakan sebagai anestesi lokal atau bius lokal pada kulit dalam berbagai prosedur medis seperti:

  • Mengurangi rasa sakit saat penggunaan jarum suntik untuk mengambil sempel darah.
  • Penyayatan kulit untuk operasi atau memasukkan alat bedah dan kateter.
  • Prosedur pengangkatan kutil pada area genital atau area kulit lainnya.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang dengan riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap Lidokain dan Prilokain atau obat anestesi golongan amide lainnya.
  • Hati-hati penggunaan pada anak-anak dengan risiko methemoglobinemia.
  • Penggunaan pada jaringan mukosa, luka terbuka atau luka bakar pada kulit tidak dianjurkan.

Dosis Estesia dan Aturan Pakai

Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Dosis Estesia sebagai anestesi lokal pada kulit

  • Dosis dewasa: untuk prosedur minor, 2,5 gr per 20 – 25 cm persegi kulit selama paling tidak 1 jam. Untuk prosedur medis yang melibatkan lebih banyak lapisan kulit, gunakan 2 gr per 10 cm persegi kulit selama paling tidak 2 jam. Dalam penggunaan area genital gunakan 1 gr per 10 cm persegi kulit paling tidak 15 menit. Prosedur medis harus segera dilakukan setelah pengankatan krim dilakukan.
  • Dosis anak-anak: penyesuaian dosis berdasarkan observasi kondisi anak oleh dokter perlu dilakukan.

Aturan pakai:

  • Gunakanlah obat ini hanya pada area kulit, hindari terkena jaringan mukosa seperti mata dan mulut serta jangan sampai tertelan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang¬†tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakan pada area kulit yang masih utuh, setelah dibersikan aplikasikan merata pada kulit kemudian tutupi dengan perban khusus (dressing oklusif).
  • Dokter akan membuka perban dan membersihkan krim dari kulit jika sudah siap melakukan prosedur medis pada kulit.

Efek Samping Estesia

Estesia umumnya ditoleransi baik oleh tubuh. Namun demikian, beberapa efek samping mungkin muncul atau hilang dengan sendirinya setelah penggunaan obat. Efek samping Estesia meliputi:

  • Gatal pada area kulit yang diberikan obat.
  • Edema.
  • Kulit kemerahan atau pucat.
  • Muncul reaksi alergi pada kulit yang diberikan obat.
  • Methemoglobinemia, terutama pada anak-anak.
  • Syok anafilaksis.

Efek Overdosis Estesia

Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran dapat menyebabkan overdosis. Gejala overdosis Estesia dapat berupa penurunan curah jantung, tekanan pada pembuluh darah perifer, bibir berubah keunguan, serta kesulitan bernapas. Jika kondisi ini terjadi segera konsultasikan ke dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika pernah mengalami reaksi alergi terhadap Lidokain atau Prilokain.
  • Pemeriksaan darah mungkin diperlukan untuk penggunaan pada balita atau anak-anak.
  • Hati-hati penggunaan pada area kulit yang luas lebih dari 2 jam, sedang menderita gangguan fungsi hati berat, ibu hamil atau menyusui.
  • Hindari penggunaan bersamaan dengan obat antiaritmia golongan I dan II.
  • Hindari penggunaan pada area sekitar mata dan telinga.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Estesia untuk ibu hamil?

Bahan aktif Estesia berupa Lidokain dan Prilokain digolongkan dalam obat kategori B untuk ibu hamil. Hal itu berarti studi penggunaan obat ini pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Oleh karena itu penggunaannya dianggap cukup aman, asalkan sesuai dengan anjuran dokter.

Bolehkah Estesia untuk ibu menyusui?

Lidokain dalam Estesia diketahui dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui dan berpotensi mengganggu kesehatan bayi yang menyusu, meskipun efeknya pada bayi belum diketahui dengan pasti. Oleh karena itu penggunaannya pada ibu menyusui sebaiknya dihindari.

Interaksi Obat

Hati-hati saat menggunakan Estesia bersamaan dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Estesia dengan obat-obat berikut:

  • Obat antiaritmia golongan III, dapat meningkatkan risiko pada jantung.
  • Obat-obatan yang dapat memicu methemoglobinemia, dapat meningkatkan risiko methemoglobinemia.
  • Obat antiaritmia golongan I, peningkatakn efek toksisitas obat.