cygest 400 dan 200

Cygest obat apa?

Cygest adalah obat yang digunakan sebagai penguat kandungan, membantu meningkatkan peluang kehamilan pada terapi bayi tabung serta mengatasi premenstrual sindrom dan juga pendarahan jalur lahir abnormal. Obat ini mengandung hormon progesteron sintesis yang bekerja layaknya hormon progesteron alami tubuh.

Cygest tersedia dalam bentuk suppositoria yang dapat digunakan per rektal, melalui anus atau melalui jalan lahir. Obat ini juga tersedia dalam kekuatan dosis 200 mg dan 400 mg. Meskipun termasuk kategori obat yang boleh digunakan oleh ibu hamil, namun penggunaan obat ini sebaiknya hanya jika disarankan oleh dokter kandungan Anda.

Ringkasan Obat Cygest

Jenis obatHormon
KategoriObat keras
KandunganTiap suppositoria mengandung: progesterone 400 mg atau progesterone 200 mg
KegunaanPenguat kandungan, membantu proses fertilisasi in virto/bayi tabung, meredakan pendarahan rahim abnormal dan dismenore
KonsumenDewasa
KehamilanKategori B (boleh)
ProdusenActavis
HargaRp. 30.000 – 35.000 per suppositoria 400 mg, per box isi 15 suppositoria, Rp. 20.000 -25.000 per suppositoria 20 mg, per box is 15 suppositoria

Cara Kerja dan Fungsi Obat Cygest

Fungsi Cygest dalam tubuh yaitu sebagai tambahan hormon progesteron pada wanita dengan kondisi kekurangan hormon ini. Kekurangan hormon progesteron dapat memicu berbagai kondisi pada wanita termasuk infertilitas/kesulitan hamil karena gangguan ovulasi yang menghambat pembuahan sehingga sulit terjadi kehamilan.

Progesteron juga berperan penting dalam pembentukan jaringan rahim untuk penempelan embrio, membantu rahim mempertahankan kehamilan, serta merangsang pertumbuhan kelenjar susu dan relaksasi otot polos rahim. Oleh karena itu obat ini digunakan untuk menguatkan kandungan, terutama pada wanita dengan riwayat keguguran berulang.

Indikasi dan Kegunaan Cygest

Cygest digunakan sebagai terapi untuk mencukupi kebutuhan hormon progesteron pada wanita yang mengalami beberapa kondisi berikut:

  • Terapi penguat kandungan pada wanita yang berisiko mengalami keguguran atau memiliki riwayat keguguran berulang.
  • Membantu meningkatkan peluang kehamilan pada fertilisasi in-virto/bayi tabung.
  • Meredakan pendarahan uterus abnormal.
  • Mengatasi nyeri premenstruasi sindrom.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Wanita dengan riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap hormon progesteron sintetis.
  • Penderita gangguan fungsi hati berat, pendarahan jalur lahir yang tidak terdiagnosa, serta aborsi tidak lengkap.
  • Sedang menderita karsinoma (tumor atau kanker) yang dipicu oleh kondisi hormonal.

Dosis Cygest dan Aturan Pakai

Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Dosis Cygest untuk mendukung fase luteal

  • Dosis dewasa: 400 mg 2 kali sehari.

Dosis Cygest untuk mengatasi nyeri PMS

  • Dosis dewasa: 200 mg per hari atau dapat ditingkatkan menjadi 400 mg per hari. Terapi diberikan pada hari ke 14 siklus menstruasi dan dilanjutkan hingga terjadi menstruasi. Jika nyeri PMS dibuat muncul pada saat ovulasi, terapi dapat dimulai pada hari ke 12 siklus menstruasi.

Aturan pakai:

  • Obat ini hanya digunakan per rektal serta dimasukkan ke jalur lahir.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai menggunakannya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk menggunakannya pada jam yang sama setiap hari.
  • Bersihkan tangan terlebih dahulu sebelum memasukkan obat ini ke jalur lahir atau ke anus kurang lebih 2-3 cm ke dalam.
  • Bukalah pembungkus plastik obat ini sebelum digunakan dan hindari panas berlebih karena obat ini sangat mudah lumer.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Cygest pada jadwal penggunaan berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Cygest

Cygest umumnya ditoleransi baik oleh tubuh. Namun demikian, beberapa efek samping mungkin muncul yang perlu diperhatikan. Efek samping Cygest meliputi:

  • Kembung, diare dan nyeri perut bawah pada penggunaan rektal.
  • Menstruasi datang lebih cepat atau jadi lebih lambat.
  • Rasa tidak nyaman di area kewanitaan untuk penggunaan melalui jalan lahir.
  • Sakit kepala.
  • Perubahan pada payudara (jadi lebih besar dan padat).
  • Perubahan libido.

Efek Overdosis Cygest

Belum diketahui apa efek overdosis Cygest untuk penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran. Namun jika hal tersebut terjadi dan memicu gejala tidak biasa seperti nyeri pada area jalur lahir atau rektal, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika pernah mengalami reaksi alergi saat mengonsumsi obat mengandung hormon progesteron sintetis.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita gangguan fungsi hati ringan, epilepsi, asma, serta gangguan jantung dan ginjal.
  • Hindari penghentian tiba-tiba obat ini untuk mengurangi kemungkinan efek sampingnya.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Cygest untuk ibu hamil?

Bahan aktif Cygest berupa progesteron sintetis diketahui masuk dalam kategori B untuk ibu hamil. Hal itu menunjukkan bahwa studi bahan obat ini pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Oleh karena itu obat ini aman dikonsumsi selama kehamilan, namun disarankan penggunaannya harus berdasarkan resep dari dokter.

Bolehkah Cygest untuk ibu menyusui?

Bahan aktif Cygest diketahui dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui dan berisiko mengganggu kesehatan bayi yang menyusu. Oleh karena itu penggunaan selama masa menyusui sebaiknya dikonsultasikan dahulu dengan dokter Anda.

Interaksi Obat

Hati-hati saat menggunakan Cygest bersamaan dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Cygest dengan obat-obat berikut:

  • Carbamezepine, phenobarbital, fenitoin, rifempicin, meningkatkan waktu pembersihan beberapa jenis obat ini sehingga dapat mengurangi efektivitasnya.
  • Ketoconazole, meningkatkan konsentrasi progesteron, sehingga meningkatkan efeknya begitu juga efek sampingnya.
  • Siklosporin, menghambat metabolisme siklosporin.