bufacort N cream

Bufacort obat apa?

Bufacort adalah obat dalam sediaan krim yang digunakan untuk mengatasi penyakit kulit (dermatitis) yang disertai peradangan dan infeksi sekunder akibat bakteri yang merespon pemberian antibiotik neomycin. Beberapa penyakit kulit yang bisa diatasi dengan obat ini seperti impetigo folikulitis, pioderma dan eksim.

Bufacort mengandung bahan aktif berupa hydrocortisone acetate yang merupakan kortikosteroid yang dapat meredakan peradangan. Obat ini juga dilengkapi neomycin sulphate yang merupakan antibakteri topikal dari jenis aminoglikosida yang dapat membasmi bakteri, terutama jenis gram negatif.

Ringkasan Obat Bufacort

KandunganNeomycin Sulphate 0,5 %, hydrocortisone Acetate 1 %
Jenis obatKortikosteroid, antibiotik topikal
KategoriObat keras
KegunaanMengatasi dermatitis (penyakit kulit) yang mengalami infeksi sekunder dan merespon terhadap pemberian neomycin
KonsumenDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori C (boleh dengan syarat)
ProdusenBufa Aneka
HargaRp. 8.000 – 10.000 per tube isi 5 gram

Cara Kerja dan Fungsi Obat Bufacort

Fungsi Bufacort untuk tubuh adalah sebagai pereda peradangan dan mengatasi infeksi bakteri, terutama jenis bakteri gram negatif yang merespon pemberian neomycin. Manfaat ini didapat dari kombinasi kedua bahan aktifnya yang berupa kortikosteroid dan antibiotik aminoglikosida yang berupa:

  • Neomycin Sulphate, adalah senyawa antibiotik dari jenis aminoglikosida yang mampu berikatan secara reversibel ke protein subunit 30S bakteri. Akibatnya terjadi salah baca pada t-RNA yang menyebabkan bakteri gagal mensintesis protein penting untuk pertumbuhannya. Neomycin paling efektif membasmi bakteri aerobik dari jenis gram negatif seperti Pseudomonas, Acinetobacter, Enterobacter.
  • Hydrocortisone Acetate, adalah kortikosteroid yang memiliki efek anti inflamasi dan mampu menekan fungsi normal sistem imun. Hydrocortisone mampu menekan migrasi leukosit polymorfonuklear dan secara reversibel meningkatkan permeabilitas kapiler. Senyawa obat ini juga kerap digunakan sebagai pengganti insufiensi adrenokortikal.

Indikasi dan Kegunaan Bufacort

Bufacort digunakan untuk meredakan peradangan dan infeksi sekunder pada kulit seperti pioderma, impetigo folikulitis, jerawat bernanah, eksim, dll.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang dengan riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap neomycin atau kortikosteroid topikal seperti hydrocortison.
  • Penderita infeksi kulit primer akibat virus seperti herpes simpleks atau infeksi primer akibat bakteri dan jamur.
  • Tidak boleh digunakan pada area telinga yang mengalami perforasi gendang telinga.

Dosis Bufacort dan Aturan Pakai

Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Dosis Bufacort untuk mengatasi peradangan dan infeksi pada kulit

  • Dosis dewasa: diaplikasikan tipis-tipis secara merata pada kulit yang meradang dan terinfeksi, 2 – 3 kali sehari.
  • Dosis anak-anak: umur kurang dari 1 tahun: oleskan tipis pada kulit, 1 – 2 kali sehari. Lebih dari 1 tahun oleskan tipis 2 – 3 kali sehari. Batasi penggunaan tidak lebih dari 1 minggu atau sesuai saran dokter Anda.

Aturan pakai:

  • Obat ini hanya untuk penggunaan luar di permukaan kulit saja.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai menggunakannya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk menggunakannya pada jam yang sama setiap hari.
  • Bersihkan dahulu area kulit yang akan diobati untuk memaksimalkan efek obat.

Efek Samping Bufacort

Bufacort ditoleransi baik oleh tubuh. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan. Efek samping Bufacort meliputi:

  • Iritasi kulit.
  • Sensasi terbakar di kulit.
  • Penipisan kulit/hilangnya lapisan lemak.
  • Kulit terasa kering.

Efek Overdosis Bufacort

Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran atau digunakan pada area kulit yang luas dapat menyebabkan overdosis. Gejala overdosis Bufacort dapat berupa efek sistemik ototoksisitas dan nefrotoksisitas. Jika kondisi ini terjadi segera konsultasikan ke dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika pernah mengalami reaksi alergi saat menggunakan obat dengan bahan aktif neomycin dan hyrdrocortison.
  • Hentikan segera penggunaan obat jika muncul reaksi alergi seperti pembengkakan pada bibir, mata atau wajah.
  • Hindari penggunaan pada area kulit yang luas dan jangan sampai mengenai mukosa mulut ataupun mata, terutama untuk penggunaan pada bayi.
  • Penggunaan pada wajah sebaiknya tidak lebih dari 5 hari dan hindari menutup area kulit yang diobati dengan kasa penutup luka.
  • Hati-hati penggunaan pada ibu hamil dan menyusui.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Bufacort untuk ibu hamil?

Bahan aktif utama Bufacort berupa hydrocortison digolongkan sebagai obat kategori C untuk ibu hamil. Hal itu berarti studi obat ini pada hewan percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan hewan percobaan tidak dapat dilakukan.

Oleh karena itu penggunaan obat ini selama kehamilan dibolehkan asalkan manfaatnya dirasa lebih besar dibanding efek samping yang mungkin ditimbulkan.

Bolehkah Bufacort untuk ibu menyusui?

Bufacort hanya digunakan untuk pemakaian luar di permukaan kulit sehingga kemungkinan terserap ke aliran darah dan berdampak sistemik cukup kecil. Namun penggunaan dosis tinggi mungkin saja mengontaminasi ASI ibu menyusui. Oleh karena itu obat ini cukup aman untuk ibu menyusui asalkan sesuai dosis anjuran.

Interaksi Obat

Hati-hati saat menggunakan Bufacort bersamaan dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Bufacort dengan obat-obat berikut:

  • Antikoagulan (warfarin), menurunkan kemampuan penyembuhan luka.
  • Aminoglikosida topikal, meningkatkan efek samping obat.