braxidin tablet salut selaput

Braxidin obat apa?

Braxidin adalah obat untuk mengatasi anxietas atau gangguan kecemasan dan gelisah serta gejala tambahannya seperti kelebihan sekresi pada saluran pencernaan, saluran kemih dan pernapasan. Braxidin merupakan kombinasi obat anti gangguan kecemasan berupa chlorodiazepoxide HCl dan obat antikolinergik berupa clidinium bromide.

Cara kerja Braxidin dalam meredakan anxietas yaitu dengan  mempengaruhi sistem limbik di otak tempat persepsi emosi. Obat ini juga memberikan efek antikolinergik yang mampu menekan sekresi berlebihan di saluran pencernaan sehingga juga digunakan untuk mengobati tukak lambung serta perawatan sebelum operasi.

Ringkasan Obat Braxidin

KandunganPer tablet: Chlordiazepoxide Hydrochloride 5 mg, Clidinium Bromide 2,5 mg
Jenis obatBenzodiazepine, antikolinergik
KategoriObat keras
KegunaanMeredakan gangguan kecemasan dan mengurangi sekresi pencernaan
KonsumenDewasa dan lansia
KehamilanKategori N (hindari, terutama trimester I)
ProdusenSanbe Farma
HargaPer strip isi 10 tablet: Rp. 60.000

Cara Kerja dan Fungsi Obat Braxidin

Fungsi Braxidin dalam tubuh adalah untuk meredakan kegelisahan, rasa takut dan agresi serta membantu mengurangi sekresi berlebihan pada saluran pencernaan, pernapasan dan saluran kemih. Manfaat ini didapat dari dua bahan aktif Braxidin berikut:

  • Chlordiazepoxide Hydrochloride, merupakan senyawa turunan benzodiazepine yang dapat berikatan dengan stereospesifik benzodiazepine (BZD) pada reseptor GABA (A) di beberapa lokasi dalam sistem saraf pusat, termasuk sistem limbik dan formasi retikular. Akibatnya akan muncul efek sedatif, hipnotik, ansiolitik dan relaksasi otot.
  • Clidinium Bromide, adalah obat antikolinergik sintetis yang memiliki efek antispasmodik dan antisekresi saluran pencernaan. Obat ini bekerja dengan menghambat reseptor muskarinik pada asteilkolin di postganglionik reurorefraktor parasimpatis. Akibatnya, kejang perut, nyeri kolik, divertikulitis dan sindrom iritasi usus dapat dikurangi.

Indikasi dan Kegunaan Braxidin

Braxidin digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan serta efek gangguan kecemasan yang meningkatkan sekresi pada saluran pencernaan. Karena itu obat ini digunakan pada beberapa kondisi berikut:

  • Mengobati gangguan kecemasan atau anxietes yang memicu gangguan pada saraf otonom maupun saraf somatik.
  • Pengobatan tukak saluran cerna.
  • Terapi untuk hipersekretori dan hipermotilitas saluran cerna.
  • Mengatasi dispepsia nervosa.
  • Mengatasi gejala iritasi usus.
  • Meringankan iritasi dan spame kolon.
  • Meringankan gejala kolitis.
  • Meringankan nyeri dismenore.

Kontraindikasi

Tidak semua boleh menggunakan obat ini, orang dengan kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan obat ini:

  • Memiliki riwayat hipersensitivita/alergi terhadap salah satu bahan aktif Bradixin.
  • Penderita hipertropi prostat.
  • Penderita glaukoma.

Dosis Braxidin dan Aturan Pakai

Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Dosis Braxidin untuk mengobati gangguan kecemasan

  • Dosis dewasa: 3 – 4 tablet per hari. Dosis dapat ditingkatkan secara berkala sesuai kebutuhan pengguna, tentunya berdasarkan saran dokter.
  • Dosis lansia: 1 – 2 tablet per hari. Peningkatan dosis berkala jika diperlukan.

Aturan pakai:

  • Gunakanlah obat ini setelah dalam kondisi perut kosong. Bisa diminum sebelum makan atau malam sebelum tidur.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Bradixin pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Braxidin

Braxidin umumnya ditoleransi baik oleh tubuh. Namun, beberapa efek samping mungkin muncul dan menjadi intens sehingga perlu diperhatikan. Efek samping Braxidin meliputi:

  • Mengantuk.
  • Ataksia/gangguan koordinasi gerak.
  • Kebingungan.
  • Mulut terasa kering.
  • Penglihatan buram.
  • Keluaran urin sedikit.
  • Konstipasi.

Efek Overdosis Braxidin

Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran dapat menyebabkan overdosis. Gejala overdosis Braxidin dapat berupa kantung parah, kesulitan gerak, hingga hilang kesadaran. Jika kondisi ini terjadi segera bawa penderita ke unit kesehatan terdekat.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter Anda jika sebelumnya pernah mengalami reaksi alergi saat mengonsumsi obat ini atau obat yang sama kandungannya dengan obat ini.
  • Hati-hati memberikan obat ini pada penderita gangguan fungsi hati.
  • Penggunaan jangka panjang sebaiknya dihindari.
  • Ibu hamil trimester pertama sebaiknya menghindari konsumsi Bradixin.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Braxidin untuk ibu hamil?

Belum ada riset yang memadai terhadap dua bahan aktif Braxidin jika digunakan pada ibu hamil sehingga masih digolongkan sebagai kategori N. Namun penggunaan obat jenis benzodiazepine lain seperti diazepam dan meprobamate pada trimester pertama kehamilan dianggap berisiko terhadap kesehatan janin. Oleh karena itu sebaiknya hindari penggunaan obat ini selama hamil untuk menghindari kemungkinan risikonya.

Bolehkah Braxidin untuk ibu menyusui?

Bahan aktif Braxidin berupa chlordiazepoxide diketahui dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui. Namun efeknya pada bayi yang menyusu belum diketahui. Beberapa ahli menyarankan untuk menghindari penggunaan obat ini selama masa menyusui.

Interaksi Obat

Hati-hati saat menggunakan Braxidin bersamaan dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Braxidin dengan obat-obat berikut:

  • Cimetidine, meningkatkan efek kedua obat sehingga obat bekerja melebihi dosis dan meningkatkan risiko efek sampingnya.
  • Obat jenis penekan SSP, meningkatkan efek samping penekanan terhadap susunan saraf pusat yang dapat memicu depresi pernapasan, koma bahkan kematian.
  • Alkohol, meningkatkan efek samping obat.
  • Obat jenis opioid, meningkatkan risiko efek samping, bahkan dapat berakibat fatal.