blesifen clomiphene citrate

Blesifen obat apa?

Blesifen adalah obat golongan hormon sintetis yang digunakan untuk terapi infertilitas pada wanita maupun pria. Obat ini digunakan untuk membantu terjadinya ovulasi pada wanita yang mengalami gangguan ovulasi atau tidak mengalami ovulasi sama sekali. Tentunya kondisi ini akan berdampak pada kesulitan hamil. Pada pria, obat ini membantu mengatasi oligospermia (cairan ejakulat mengandung sedikit sperma) dengan meningkatkan jumlah sperma.

Blesifen merupakan hormon sintetis non-steroid yang memiliki efek estrogenik sekaligus juga anti-estrogenik. Belsifen mempengaruhi kelenjar hipotalamus di otak yang menyebabkan pelepasan hormon FSH dan LH. Kedua hormon ini dibutuhkan dalam proses ovulasi atau pematangan sel telur.

Sementara pada pria, Blesifen dinilai mampu meningkatkan FSH, LH dan testosteron. Akibatnya terjadi peningkatan jumlah kepadatan sperma pada cairan ejakulat pria.

Ringkasan Obat Blesifen

KandunganClomifene citrate 50 mg/tablet
Jenis obatHormon sintetis
KategoriObat keras
KegunaanTertapi infertilitas pada wanita dengan gangguan ovulasi dan terapi infertilitas pada pria dengan oligospermia
KonsumenDewasa
KehamilanKategori X (dilarang)
ProdusenSanbe Farma
HargaPer tablet: Rp. 16.000 – 18.000; Per strip: Rp. 120.000 – 150.000

Cara Kerja dan Fungsi Obat Blesifen

Fungsi Blesifen dalam tubuh adalah membantu proses ovulasi atau pematangan dan pelepasan sel telur pada wanita. Sementara para pria obat ini dinilai mampu meningkatkan jumlah sperma. Bahan aktif Blesifen berupa klomifen sitrat merupakan hormon sintetik yang kerjanya mirip dengan hormon estrogen alami tubuh.

Senyawa ini akan menstimulasi pelepasan hormon gonadotropin (GnRH), hormon FSH dan LH yang dapat mempercepat kematangan volikel ovarium, ovulasi, serta membantu pengembangan dan fungsi korpus luteum yang berperan penting dalam proses kehamilan.

Indikasi dan Kegunaan Blesifen

Blesifen digunakan untuk mengatasi gangguan hormon yang menyebabkan infertilitas pada wanita dan pria seperti berikut ini:

  • Pada wanita, gangguan ovulasi akibat sindrom amenore, sindrom polikistik ovari (PCOS), atau amenore pasca kontraseptif oral.
  • Pada pria, terapi pada oligospermia untuk meningkatkan produksi sperma.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Pendarahan uterus abnormal yang belum diketahui penyebabnya.
  • Penderita kista ovarium, atau pembesaran ovarium yang bukan disebabkan oleh PCOS.
  • Mengidapa tumor hipofisis.
  • Disfungsi tiroid dan adrenal yang tidak terkontrol.
  • Menderita penyakit hati aktif atau memiliki riwayat gangguan fungsi hati.
  • Terdiagnosa hamil.

Dosis Blesifen dan Aturan Pakai

Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Dosis Blesifen untuk membantu ovulasi

  • Dosis dewasa: 1 hari sekali 1 tablet selama 5 hari, dimulai pada hari ke-5 siklus menstruasi. Umumnya ovulasi akan terjadi 6 – 10 hari setelah dosis terakhir. Jika ovulasi tidak juga terjadi, dosis ditingkatkan pada pengobatan di siklus selanjutnya menjadi 1 tablet 2 kali sehari selama 5 hari. Maksimal digunakan selama 3 kali siklus menstruasi.

Dosis Blesifen untuk terapi oligospermia

  • Dosis dewasa: 1 tablet sekali sehari selama 1 bulan sampai 3 bulan penggunaan. Analisis sperma dapat dilakukan setelah 4 – 5 minggu sejak dimulainya pengobatan untuk mengetahui tingkat keberhasilan obat.

Aturan pakai:

  • Gunakanlah obat ini setelah setelah atau sebelum makan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang¬†tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Blesifen pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Blesifen

Blesifen umumnya ditoleransi baik oleh tubuh. Namun, beberapa efek samping mungkin muncul dan perlu diperhatikan. Efek samping Blesifen meliputi:

  • Sindrom hiperstimulasi ovarius (OHSS).
  • Gangguan penglihatan.
  • Gangguan pencernaan, mual dan muntah.
  • Sakit kepala.
  • Pendarahan uterus abnormal.
  • Risiko kehamilan ganda dan kehamilan ektopik.
  • Rasa tidak nyaman di payudara.
  • Sulit tidur.

Efek Overdosis Blesifen

Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran dapat menyebabkan overdosis. Gejala overdosis Blesifen dapat berupa sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS) yang gejalanya berupa nyeri perut parah, muntah, nafas pendek, berat badan naik. Jika kondisi ini terjadi segera lapor ke dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter Anda jika pernah mengalami pendarahan uterus abnormal yang tidak diketahui penyebabnya.
  • Perhatian lebih perlu diberikan untuk penggunaan pada penderita PCOS.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada ibu menyusui.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Blesifen untuk ibu hamil?

Bahan aktif Blesifen berupa klomifen sitrat digolongkan sebagai obat ketegori X untuk ibu hamil. Hal itu berarti studi bahan obat ini pada binatang percobaan atau manusia telah memperlihatkan adanya abnormalitas janin dan besarnya resiko obat ini pada wanita hamil jelas-jelas melebihi manfaatnya. Oleh karena itu penggunaannya harus dihentikan jika tanda kehamilan sudah muncul.

Bolehkah Blesifen untuk ibu menyusui?

Belum diketahui apakah bahan aktif Blesifen dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui. Namun efek obat ini dianggap mampu pempengaruhi serum prolaktin sehingga dapat mengganggu produksi ASI. Oleh karena itu penggunaannya selama masa menyusui sebaiknya dihindari.

Interaksi Obat

Hati-hati saat menggunakan Blesifen bersamaan dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Blesifen dengan obat-obat berikut:

  • Bexarotene, meningkatkan risiko pankreatitis atau peradangan pankreas.
  • Ospemifene, meningkatkan efek samping obat ospemifene.