benoson n krim

Benoson N obat apa?

Benoson N adalah obat krim atau salep yang digunakan untuk meredakan peradangan dan alergi pada kulit yang juga disertai infeksi bakteri. Obat ini merupakan kombinasi bahan steroid berupa betamethasone yang dapat meredakan peradangan serta antibiotik jenis neomycin sulfat yang ampuh membasmi bakteri.

Bahan aktif Benoson N berupa betamethasone merupakan senyawa steroid sintetis yang bekerja mirip dengan hormon alami tubuh yang mampu meredakan peradangan (inflamasi), gatal, serta bersifat mengecilkan pembuluh darah (vasokonstriksi). Senyawa ini akan membantu mengurangi peradangan dan gatal. Sementara neomycin merupakan antibiotik spektrum luas yang digunakan untuk membasmi bakteri yang biasanya ikut menginfeksi area kulit yang meradang.

Ringkasan Obat Benoson N

KandunganBetamethasone 5 mg/gr, neomycin sulfate 1 mg/gr
Jenis obatSteroid, antibiotik
KategoriObat keras
KegunaanMengobati peradangan dan alergi pada kulit yang disertai infeksi bakteri
KonsumenDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori D (hindari)
ProdusenBernofarm
HargaPer tube ukuran 5 gram Rp. 24.000, ukuran 15 gram Rp. 48.ooo

Cara Kerja dan Fungsi Obat Benoson N

Fungsi Benoson N adalah untuk mengurangi peradangan dan alergi yang terjadi pada kulit serta juga disertai infeksi bakteri yang rentan terhadap antibiotik neomycin. Benoson N merupakan kombinasi dua bahan aktif berupa kortikosteroid jenis betamethasone dan antibiotik jenis neomycin sulfate dengan cara kerja seperti berikut:

  • Betamethasone, adalah kortikosteroid dengan aktivitas utama glukokortikoid. Secara alami tubuh juga memproduksi glukokortikoid pada korteks adrenal (kelenjar anak ginjal). Senyawa ini dapat menginduksi fosfolipase A2 penghambat lipase (lipokortin).¬† Akibatnya produksi dan pelepasan asam arakidonat juga terhambat, sehingga menghambat aktivitas prostaglandin, leukotrien dan mediator inflamasi lainnya, dengan begitu peradangan dapat dikurangi.
  • Neomycin Sulfate, adalah antibiotik jenis aminoglikosida yang membasmi bakteri dengan cara mengikat subunit ribosom 30S bakteri yang menyebabkan kesalahan baca pada t-RNA bakteri. Akibatnya sintesis protein penting untuk pertumbuhan bakteri terganggu dan menyebabkan kematian bakteri. Antibiotik ini paling efektif melawan bakteri anaerob dari jenis gram negatif seperti pseudomonas, acinetobacter, dan enterobacter.

Indikasi dan Kegunaan Benoson N

Benoson N digunakan untuk mengobati kulit yang mengalami peradangan dan alergi yang juga disertai infeksi bakteri seperti pada beberapa penyakit berikut ini:

  • Dermatitis atau eksim yang responsif terhadap steroid yang juga disertai bakteri yang peka terhadap neomycin.
  • Alergi kulit yang disertai infeksi bakteri yang peka terhadap neomycin.
  • Psoriasis yang disertai infeksi bakteri.
  • Gatal, kemerahan pada kulit yang disertai nanah akibat infeksi bakteri.

Namun, beberapa penyakit kulit tertentu tidak boleh menggunakan Benoson N, karena dapat memperparah kondisi. Penyakit kulit tersebut diantaranya:

  • Rosasea yang dipicu kortikosteroid.
  • Dermatitis perioral yang menyerang sekitar bibir.
  • Infeksi primer pada kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri ataupun virus.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Memiliki riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap neomycin atau antibiotik aminoglikosida lainnya.
  • Bayi umur kurang dari 1 tahun.
  • Menderita luka terinfeksi yang tidak ditangani dengan baik.

Dosis Benoson N dan Aturan Pakai

Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit kulit, usia, kondisi kesehatan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Dosis Benoson N untuk perdangan kulit disertai infeksi bakteri

  • Dosis dewasa: dioleskan pada kulit yang meradang dan sakit sebanyak 2 -3 kali sehari.
  • Dosis anak-anak: sama dengan dosis dewasa.

Aturan pakai:

  • Sebelum menggunakan obat ini sebaiknya bersihkan dan keringkan area kulit yang sakit.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai menggunakannya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk menggunakannya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera menggunakannya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Hindari mengoleskan Benoson N terlalu tebal atau melebar ke kulit lain yang sehat.

Efek Samping Benoson N

Benoson umumnya ditoleransi baik oleh tubuh. Namun, beberapa efek samping mungkin muncul dan perlu diperhatikan. Efek samping Benoson N meliputi:

  • Efek samping lokal berupa kulit kering, kulit seperti terbakar dan iritasi.
  • Muncul folikulitis (seperti jerawat kecil kemerahan).
  • Kulit berwarna lebih putih (hipopigmentasi).
  • Tumbuh bulu berlebih di sekitar kulit yang diobati (hipertrikhosis).
  • Timbul reaksi alergi pembengkakan, kemerahan dan gatal.

Efek Overdosis Benoson N

Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran dapat menyebabkan overdosis. Gejala overdosis Benososn N dapat berupa munculnya reaksi alergi pada area kulit yang diobati berupa pembengkakan, kemerahan dan gatal. Penggunaan jangka panjang dan area kulit yang luas dapat memicu keracunan ginjal dan gangguan pendengaran. Jika kondisi ini terjadi segera konsultasikan ke dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat alergi pada obat jenis kortikosteroid atau antibiotik neomycin.
  • Hindari penggunaan obat ini pada kulit yang tertutup kain atau dibalut dengan ketat.
  • Jangan digunakan pada anak-anak umur kurang dari 2 tahun.
  • Penggunaan pada anak-anak baiknya tidak lebih dari 5 hari.
  • Hindari penggunaan jangka panjang karena dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten. Jika tidak efektif dalam dosis yang diberikan, konsultasikan kembali pada dokter Anda.
  • Hindari penggunaan dalam area kulit yang luas terutama pada area wajah dan leher karena dapat meningkatkan risiko efek samping sistemik berupa keracunan ginjal (nefrotoksisitas) dan gangguan pendengaran (ototoksisitas).
  • Hindari terkena mata, mulut, hidung bagian dalam serta area berlendir lainnya.
  • Penggunaan pada ibu hamil sebaiknya dihindari.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Benoson N untuk ibu hamil?

Bahan aktif Benoson N berupa neomycin sulfat digolongkan sebagai kategori D untuk ibu hamil menurun FDA. Hal itu berarti bahan ini terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).

Sementara betamethasone yang juga bahan aktif Benoson N digolongkan dalam kategori C untuk ibu hamil. Dimana studi pada hewan percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan hewan percobaan tidak dapat dilakukan.

Oleh karena itu, penggunaan obat ini pada wanita hamil sebaiknya dihindari atau digantikan dengan jenis obat lainnya.

Bolehkah Benoson N untuk ibu menyusui?

Belum diketahui apakah kedua bahan aktif Benoson N dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui. Penggunaan hanya pada permukaan kulit dianggap tidak cukup banyak terserap dan masuk ke aliran darah. Namun untuk menghindari kemungkinan risiko pada bayi yang menyusu sebaiknya berhati-hati menggunakan obat ini selama menyusui.

Interaksi Obat

Hati-hati saat menggunakan Benoson N bersamaan dengan obat lain, terutama obat topikal yang digunakan langsung ke kulit bersamaan dengan obat ini. Interaksi dapat terjadi antara Benoson N dengan obat-obat berikut:

  • Vitamin B12, dapat mengganggu penyerapan vitamin B12 meskipun efeknya kecil untuk penggunaan pada kulit.
  • Sulfonilurea dan insulin, meningkatkan efek hipoglikemia.
  • Antibiotik topikal, meningkatkan risiko efek samping obat berupa efek nefrotoksisitas dan neurotoksisitas.