Bacitracin pada salep Nebacetin dan Liposin

Bacitracin obat apa?

Bacitracin adalah antibiotik topikal (oles) untuk mengatasi infeksi bakteri pada kulit yang mengalami luka ringan seperti tersayat benda tajam, tergores, atau luka bakar ringan.

Cara kerja Bacitratin yaitu mengganggu pembentukan dinding sel bakteri sehingga tak mampu bertahan hidup. Obat ini tidak cocok digunakan pada kulit yang mengalami luka parah atau yang mengalami infeksi jamur atau virus.

Ringkasan Obat Bacitracin

Jenis obatAntibiotik topikal
KategoriObat keras
KegunaanMencegah infeksi bakteri pada luka kecil di kulit
KonsumenDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori C (boleh dengan syarat)
SediaanSalep: 500 IU per gr. Serbuk obat luar: 250 IU per gr
MerekScenderma plus, Tigalin, Enbatic, Liposin, NB Topical, Bacitracin Polymyxin B, Nebacetin, Enbatic

Cara Kerja dan Fungsi Obat Bacitracin

Fungsi Bacitracin saat dioleskan pada kulit akan bertindak sebagai antibakteri yang membasmi bakteri jenis gram positif serta beberapa jenis bakteri gram negatif yang menginfeksi luka. Bacitracin merupakan kombinasi dari beberapa jenis polipeptida siklik yang dihasilkan oleh bakteri Baciullus subtilis atau bakteri basil jerami.

Bacitracin memiliki sifat toksis sehingga lebih sukar digunakan sebagai obat oral, karena itu lebih banyak digunakan dalam bentuk topikal (penggunaan luar kulit). Penggunaan secara sistemik atau melalu oral biasanya hanya dianjurkan untuk infeksi staphilokokus yang memnuhi sarat saja.

Bacitracin bekerja dengan mengganggu defosforilasi karbon-55, yang bertugas bagian-bagian yang akan digunakan untuk membentuk dinding sel bakteri. Akibatnya bakteri tidak akan dapat berkembang dan akhirnya mati.

Indikasi dan Kegunaan Bacitracin

Bacitracin digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada kulit yang terkena luka ringan seperti teriris pisau, jatuh tergores tanah, atau luka bakar kecil.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki riwayat alergi terhadap Bacitracin maka tidak boleh menggunakan obat ini.

Dosis Bacitracin dan Aturan Pakai

Peringatan! Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Dosis Bacitracin untuk infeksi kulit ringan

  • Dosis dewasa: oleskan secara merata pada area kulit yang luka untuk menghindari infeksi sebanyak 1 – 3 kali sehari.
  • Dosis anak-anak: sama dengan dosis dewasa.

Aturan pakai:

  • Gunakanlah obat ini hanya pada bagian luar kulit yang luka.
  • Hindari menggunakan pada area luka yang dalam dan lebar atau luka bakar yang parah.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Berhati-hatilah agar tidak mengenai mulut, hidung, mata atau hingga tertelan karena obat ini hanya untuk pemakaian luar.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera menggunakannya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Hindari menggunakan secara berlebihan pada area kulit yang luas, karena risiko efek samping obat akan meningkat.

Efek Samping Bacitracin

Bacitracin umumnya ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Namun demikian, beberapa efek samping mungkin muncul. Efek samping Bacitracin tersebut meliputi:

  • Ruam dan gatal di sekitar luka.
  • Nefrotoksisitas.
  • Albuminuria.
  • Azotemia.
  • Mual dan muntah.
  • Ruam kulit.
  • Muncul reaksi alergi (sangat jarang terjadi).

Efek Overdosis Bacitracin 

Penggunaan dosis tinggi melebihi anjuran, tertelan, atau menggunakan pada area kulit yang luas dapat meningkatkan risiko overdosis. Gejala overdosis Bacitracin dapat berupa sesak napas. Jika kondisi ini terjadi segera melapor ke dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter Anda jika memiliki riwayat alergi terhadap Bacitracin.
  • Gunakan hanya untuk kulit luar dan hindari penggunaan pada area kulit yang luas.
  • Hindari penggunaan dalam jangka waktu yang lama atau lebih dari 7 hari.
  • Hentikan segera penggunaan obat ini dan kunjungi dokter jika muncul reaksi alergi seperti pembengkakan pada bibir, mata dan kesulitan bernapas.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Bacitracin untuk ibu hamil?

Penggunaan Bacitracin hanya jika sangat diperlukan saja karena obat ini tergolong dalam kategori C untuk ibu hamil. Meskipun hanya untuk penggunaan luar, obat masih mungkin terserap secara sistemik terutama untuk penggunaan jangka waktu yang lama dan untuk area kulit yang luas.

Oleh karena itu hindari penggunaan obat ini selama kehamilan kecuali jika disarankan dokter Anda atau hanya untuk penggunaan singkat pada luka kulit yang kecil.

Bolehkah Bacitracin untuk ibu menyusui?

Belum diketahui apakah obat ini mengontaminasi ASI ibu menyusui sehingga berisiko untuk bayi yang menyusu. Oleh karena itu penggunaannya sebaiknya dihindari jika dapat digantikan dengan jenis obat lainnya yang lebih aman.

Interaksi Obat

Hati-hati saat menggunakan Bacitracin bersamaan dengan obat lain. Interaksi dapat terjadi antara Bacitracin dengan obat-obat berikut:

  • Colistin, Kanamycin, Neomycin, Polymixin, Streptomycin. Dapat meningkatkan risiko nefrotoksisitas obat ini.
  • Obat anastesi. Dapat meningkatkan aktivitas obat anastesi dan neuromuskular blocker.