Ketahui Penyebab Telat Haid Lebih dari 6 Bulan

Cari tahu berbagai kemungkinan penyebab telat haid lebih dari 6 bulan.

Penyebab telat haid lebih dari 6 bulan

Menjadi kekhawatiran dan tanda tanya besar saat si tamu bulanan yang biasanya datang namun mendadak absen lebih dari 6 bulan. Betapa tidak, kondisi yang disebut dengan amenore sekunder ini tentu mengindikasikan adanya ketidakberesan di dalam tubuh.

Ada pula yang disebut dengan amenore primer, suatu kondisi dimana seorang wanita yang sudah memiliki tanda kematangan seksual sekunder (adanya bulu kemaluan dan membesarnya payudara) belum juga mendapatkan haid atau menstruasi.

Pada amenore primer penyebabnya terkait erat dengan masalah pada organ reproduksi wanita. Misal seperti gangguan pada fungsi ovarium, ukuran rahim yang terlalu kecil, serviks dan uterus yang tidak terbentuk dengan baik atau karena terlahir tanpa vagina.

Sementara pada amenore sekunder, penyebabnya lebih beragam. Pada kondisi yang alami, bisa saja pertanda dari kehamilan atau menopause. Dan di luar itu, dapat mencerminkan adanya ketidakseimbangan hormon, masalah pada organ reproduksi, gaya hidup yang buruk dan lainnya.

Berikut penyebab telat haid lebih dari 6 bulan selengkapnya:

Penyebab telat haid lebih dari 6 bulan

1. Kondisi Alami

Haid yang tak kunjung datang bisa terjadi sebagai bagian dari proses alami tubuh dan bukan sebuah bentuk kelainan. Beberapa contoh diantaranya yakni:

  • Kehamilan. Wanita yang sedang hamil tidak akan mengalami haid karena telah terjadi pembuahan dan implantasi embrio pada dinding rahim sehingga dinding rahim tidak akan meluruh, kecuali terjadi keguguran.
  • Menyusui. Pada masa menyusui terjadi peningkatkan produksi hormon prolaktin yang akan menekan kadar hormon estrogen sehingga menghambat terjadinya haid pada ibu menyusui.
  • Menopause. Seiring bertambahnya usia, produksi hormon kewanitaan yang dihasilkan indung telur akan semakin sedikit sehingga tak mampu lagi untuk melepaskan sel telur, haid pun akan berhenti total.

2. Ketidakseimbangan Hormon

Ketidakseimbangan hormon tergolong sebagai salah satu penyebab telat haid lebih dari 6 bulan yang paling umum. Kondisi ini sendiri dapat terjadi sebagai akibat dari:

  • Tumor pada kelenjar hipofisis/pituitari. Terjadi ketika ada pertumbuhan abnormal dari sel-sel yang terdapat pada kelenjar hipofisis/pituitari – kelenjar berukuran kecil di otak.
  • Kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme). Tingginya kadar hormon tiroid di dalam tubuh menyebabkan proses metabolisme berlangsung semakin cepat sehingga memicu gejala seperti gangguan haid, tremor, berat badan turun drastis, penglihatan kabur, dll.
  • Kadar estrogen yang rendah. Hormon estrogen berperan penting dalam setiap aspek kehidupan wanita, terrmasuk karakteristik seksual, proses reproduksi hingga detil fisik dan non-fisik wanita. Rendahnya kadar estogen dapat menyebabkan masalah kesuburan, seperti henti haid hingga infertilitas.
  • Kadar testosteron yang terlampau tinggi. Kelebihan hormon testosteron pada wanita dapat memengaruhi tampilan fisik seperti pertumbuhan bulu yang lebat di sejumlah area tubuh, serangan jerawat, kebotakan, ukuran payudara mengecil, klitoris membesar, suara menjadi lebih berat dan siklus haid yang tidak teratur.

3. Penggunaan Alat Kontrasepsi

Penyebab telat haid lebih dari 6 bulan dapat dipicu pula oleh penggunaan alat kontrasepsi, baik berupa pil KB, suntik KB (Depo-Provera), implan maupun IUD. Efek samping berupa gangguan haid ini dapat terjadi dalam beberapa bulan pertama pemakaian atau bisa jadi dampak dari menghentikan pil KB secara tiba-tiba.

4. Masalah pada Organ Reproduksi

Siklus haid yang tidak teratur atau henti haid yang dialami tak jarang menandai adanya masalah pada organ reproduksi, seperti:

  • Sindrom ovarium polikistik (polycystic ovary syndrome/PCOS). Kondisi terganggunya fungsi ovarium yang kerap menyerang wanita usia subur. Menyebabkan ketidakseimbangan hormon dengan sejumlah gejala utama yakni haid tidak teratur, muncul kista pada ovarium dan peningkatan kadar hormon estrogen.
  • Kegagalan ovarium prematur. Hilangnya fungsi normal ovarium atau indung telur sebelum usia 40 tahun, dimana ovarium tak mampu lagi memproduksi hormon reproduksi dalam jumlah normal dan melepaskan sel telur secara teratur.
  • Selaput dara imperforata. Selaput dara yang menutupi keseluruhan mulut vagina sehingga tidak memungkinkan darah haid untuk keluar.

5. Gaya Hidup

Olahraga yang terlampau berlebih atau justru minim aktivitas fisik, kekurangan nutrisi akibat diet ketat atau gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia serta nafsu makan yang sulit dikontrol dapat memicu berat badan kurang atau berlebih. Kondisi ini akan bermuara pada gangguan hormon dan kesuburan sehingga menyebabkan gejala haid tidak teratur hingga amenore.

6. Stres

Kondisi stres yang tak dapat dikelola dengan baik sehingga terus-menerus terjadi dapat menciptakan ketidakseimbangan hormon, mengubah nafsu makan dan keengganan untuk melakukan aktivitas fisik yang kesemuanya itu tak sekedar berdampak pada berhentinya siklus haid namun kesehatan tubuh keseluruhan.

7. Kelainan Genetik

Kelainan genetik khususnya pada kromosom seperti sindrom Turner dan sindrom Sawyer dapat mengacaukan fungsi ovarium pada wanita sehingga rentan mengalami gangguan kesuburan, termasuk jarang atau tidak haid hingga sulit memiliki keturunan.

Dalam kasus yang jarang terjadi, penyebab telat haid lebih dari 6 bulan bisa jadi gejala dari sindrom Asherman. Suatu perlengketan rahim akibat terbentuknya jaringan parut pada rahim atau leher rahim. Kondisi ini paling sering dialami wanita pasca menjalani prosedur kuret atau bentuk operasi rahim lainnya.

8. Obat-Obatan

Beberapa jenis obat diketahui dapat memicu amenore pada sebagian wanita, diantaranya seperti obat kemoterapi, antipsikotik, antidepresan, obat hipertensi, obat anti-inflamasi nonstreoid dan beberapa lainnya.

Pengobatan amenore sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Karena itu, penting untuk bersegera mungkin memeriksakan diri ke dokter bila kerap mengalami siklus haid yang tidak teratur atau telat haid setidaknya 3 bulan berturut-turut sebelum kondisi yang dialami bertambah buruk.

SUMBER
#