Kenali Berbagai Faktor Risiko Penyebab PCOS

Kenali dan pahami lebih jauh seluk-beluk seputar faktor risiko penyebab PCOS.

Penyebab PCOS

Sindrom ovarium polikistik (polycystic ovary syndrome, PCOS) merupakan disfungsi endokrin yang paling umum terjadi pada wanita usia subur. Kondisi ini ditandai dengan gambaran klinis hiperandrogenisme, disfungsi ovulasi dan morfologi ovarium polikistik.

Hingga saat ini, penyebab pasti PCOS masih belum sepenuhnya dipahami. Namun, para ahli berpendapat bahwasanya kondisi ini dapat dipicu oleh sejumlah faktor risiko. Diantaranya seperti resistensi insulin, ketidakseimbangan hormon, stres kronis, gaya hidup, faktor genetik dan lainnya.

Berikut sejumlah faktor risiko penyebab PCOS selengkapnya:

Penyebab PCOS

1. Resistensi Insulin

Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas untuk mengontrol kadar gula dalam darah. Mekanisme kerjanya yakni, dengan memindahkan glukosa dari darah menuju ke sel-sel tubuh tempat dimana ia kemudian dipecah menjadi energi.

Resistensi insulin artinya sel-sel tubuh tidak dapat menggunakan glukosa secara efisien akibat terganggunya respons sel tubuh terhadap insulin. Kondisi ini lantas memaksa pankreas untuk menghasilkan lebih banyak insulin lagi agar glukosa dapat digunakan sebagai energi.

Pada wanita, kadar insulin yang terlampau tinggi memiliki dampak buruk. Salah satunya yakni, memicu ovarium untuk memproduksi terlalu banyak hormon androgen, termasuk testosteron, sehingga mengganggu perkembangan folikel dan proses ovulasi pun tidak akan berjalan normal.

2. Ketidakseimbangan Hormon

Banyak wanita dengan PCOS diketahui mengalami ketidakseimbangan hormon, termasuk diantaranya yaitu,

  • Kadar testosteron yang tinggi.
  • Kadar hormon pelutein (luteinizing hormone, LH) yang abnormal.
  • Peningkatan kadar hormon prolaktin.
  • Rendahnya kadar hormon SHBG (sex-hormone binding globulin).
Alasan pasti di balik ketidakseimbangan hormon ini pun tidak diketahui secara pasti. Apakah di mulai dari ovarium itu sendiri, di kelenjar yang memproduksi atau di bagian otak yang mengontrol produksi dari hormon-hormon tersebut.

3. Stres Kronis

Dalam kasus PCOS, stres kronis atau yang berkepanjangan dapat berjalan dua arah, yakni sebagai bagian dari kemungkinan komplikasi dan sebagai faktor risiko penyebab PCOS. Saat stres, kelenjar hipofisis yang dirangsang otak melalui hipotalamus, akan mengeluarkan hormon adrenokortikotropik (ACTH) sebagai respons terhadap stres.

Selanjutnya, ACTH akan merangsang kelenjar adrenal untuk menghasilkan kortisol, adrenalin dan noradrenalin. Namun, di samping beberapa hormon stres tersebut, ACTH juga akan merangsang produksi hormon androgen adrenal, termasuk DHEA, DHEA-S, dan androstenedion.

Stres yang berkepanjangan tentu akan berdampak pada sekresi berlebih dari hormon androgen tersebut. Sebagai akibatnya, seorang wanita yang tak juga dapat mengelola stresnya dengan baik akan mengalami sejumlah masalah, termasuk gangguan menstruasi, PCOS dan hirsutisme.

Baca juga: Penyebab Stres yang Paling Utama Dalam Hidup

4. Gaya Hidup

Faktor gaya hidup seperti seringnya mengonsumsi makanan tinggi kalori dan lemak jahat ditambah dengan rendahnya asupan buah, sayuran, bijian-bijian serta penerapan gaya hidup sedentari dan malas berolahraga, dapat memicu kenaikan berat badanm ketidakseimbangan hormon dan resistensi insulin yang dapat berujung pada PCOS.

5. Kegemukan

Kegemukan atau obesitas terkait dengan fungsi abnormal dari poros hipotalamus-hipofisis-ovarium (Hipotalamus-Pituitary-Ovarium, HPO Axis) melalui berbagai mekanisme yang berkontribusi terhadap perkembangan PCOS.

Selain itu, kegemukan atau obesitas juga berkorelasi dengan resistensi insulin dan hiperinsulinemia sehingga menekan sintesis SHBG hepar sekaligus meningkatkan produksi androgen ovarium.

Insulin juga bertindak sebagai co-gonadotropin yang memperkuat pengaruh LH dalam menginduksi produksi androgen dari ovarium sehingga menyebabkan terjadinya anovulasi.

6. Faktor Genetik

Meskipun etiologi genetik dari PCOS tidak sepenuhnya jelas, namun riwayat keluarga dari penderita PCOS biasanya dijumpai. Berdasarkan sejumlah penelitian, 30% wanita dengan PCOS diketahui memiliki ibu dengan kondisi serupa dan sebanyak 50% diketahui memiliki saudara perempuan dengan kondisi PCOS.

Seorang wanita yang memiliki ibu atau saudara perempuan dengan PCOS atau kerabat tingkat pertama (ibu, saudara perempuan atau anak perempuan) dengan kondisi diabetes tipe 2 atau intoleransi glukosa, memiliki risiko lebih besar menderita PCOS.

Faktor risiko penyebab PCOS ini dapat diperburuk oleh sejumlah faktor lain, seperti pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, merokok, stres dan lain sebagainya.

SUMBER
#