Makanan Penyebab Kista Ovarium yang Sebaiknya Dihindari

Perhatikan lagi asupan makanan yang masuk, pasalnya ada beberapa jenis makanan penyebab kista ovarium.

Makanan penyebab kista ovarium

Kista ovarium merupakan kantung berisi cairan yang terbentuk di dalam ovarium (indung telur), baik pada kedua ovarium atau salah satunya (kanan atau kiri saja). Kondisi ini dapat terjadi sebagai akibat dari proses siklus menstruasi atau bisa juga akibat dari pertumbuhan sel abnormal.

Gejala dari kista ovarium ini sendiri biasanya hanya muncul saat ukuran kista mulai membesar secara signifikan. Diantaranya seperti perut terasa penuh atau begah, sulit buang air kecil, siklus haid tidak teratur, nyeri saat bersenggama dan lain-lain. Nyeri perut bagian bawah yang sangat hebat terkadang bisa terjadi saat tangkai atau pangkal kista terpuntir (torsi).

Dalam sejumlah kasus, risiko kemunculan kista dapat meningkat akibat konsumsi makanan tertentu. Lantaran jenis makanan ini dapat memengaruhi keseimbangan hormon, berat badan hingga memicu peradangan di dalam tubuh. Karena itu, konsumsinya sebaiknya dibatasi atau dihindari. Apa saja makanan penyebab kista tersebut? Berikut uraiannya.

Makanan penyebab kista ovarium yang perlu diwaspadai

1. Makanan Tinggi Lemak Jahat

Lemak jahat semisal lemak trans dan lemak jenuh dapat memengaruhi metabolisme prostaglandin sehingga berdampak pada fungsi ovarium. Sejumlah penelitian juga telah menemukan bukti dimana tingkat diagnosis endometriosis yang lebih tinggi terjadi pada wanita yang gemar mengonsumsi lemak trans.

Lemak trans dan lemak jenuh dapat dijumpai terutama pada makanan yang di goreng (terlebih pada minyak yang sudah digunakan berulang kali), margarine, krimer, biskuit kalengan, keripik kentang, berbagai camilan kemasan, kue kering, biskuit kalengan dan lain sebagainya.

2. Makanan Maupun Camilan Manis

Makanan penyebab kista ovarium selanjutnya berasal dari makanan ataupun camilan manis seperti kue-kue kering, donat, martabak manis dan termasuk pula minuman manis seperti minuman bersoda, jus buah dengan tambahan gula dan minuman lainnya yang biasa terpajang di rak-rak minimarket atau supermarket.

Bukan tanpa sebab, konsumsi berlebih makanan maupun camilan manis seperti ini dapat mengakibatkan gangguan lonjakan hormon pre-ovulasi dan ketidakseimbangan hormon steroid basal . Kedua hal ini berkorelasi erat terhadap pembentukan kista ovarium.

3. Daging Merah dan Susu

Dalam sejumlah penelitian diketahui bahwasanya konsumsi terlalu sering daging merah dan susu, termasuk produk olahannya seperti yogurt, keju, dll. dapat meningkatkan risiko terbentuknya kista ovarium fungsional.

Namun demikian, bukan berarti jenis makanan ini harus dihindari sama sekali. Konsumsinya masih sangat diperbolehkan, asal dibatasi alias tidak terlalu sering atau berlebih. Akan tetapi untuk daging merah olahan yang diawetkan seperti sosis, ham, patty dan sejenisnya disarankan untuk dihindari.

4. Junk Food

Ada sejumlah alasan mengapa junk food menjadi salah satu jenis makanan penyebab kista ovarium yang harus dihindari. Pertama, junk food mengandung kalori tinggi dan karbohidrat olahan. Kedua, kandungan glukosa dan garam serta lemak didalamnya tergolong tinggi.

Di tambah lagi, umumnya junk food digoreng dengan minyak terhidrogenasi parsial dengan suhu tinggi dan lebih dari dua kali pemanasan atau penggorengan. Kesemua hal tersebut dapat meningkatkan risiko resistensi insulin, mengganggu keseimbangan hormon dan menghasilkan kerusakan radikal sel yang mengancam kesehatan reproduksi wanita.

Itulah beberapa makanan penyebab kista ovarium yang perlu diketahui. Beberapa perlu dihindari dan lainnya lagi seperti daging merah dan susu, termasuk produk turunannya cukup dikonsumsi sewajarnya saja.

Untuk meminimalisir atau membantu mengatasi kista ovarium yang dialami, disarankan untuk menerapkan diet sehat dengan membatasi asupan kalori harian dan memperbanyak asupan makanan tinggi omega-3, makanan tinggi antioksidan, makanan tinggi serat, termasuk didalamnya sayuran, buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan dan rempah-rempah.

Selain itu, terapkan gaya hidup aktif dan rutin berolahraga rata-rata 150 menit/minggu. Jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter bila mendapat gejala tak biasa, seperti siklus haid yang berantakan, mengalami henti haid, sakit tiap kali berhubungan intim, perdarahan haid yang berat, sakit perut yang hebat dan beberapa gejala lainnya.

#
Exit mobile version