Bahaya Kurang Tidur Tak Sesepele yang Dipikirkan

Bahaya kurang tidur mulai dari penuaan kulit hingga masalah kesehatan serius yang mengancam keselamatan.

bahaya kurang tidur

Kesibukan yang mengikat, kecanduan gawai hingga kecemasan yang melanda menjadi sejumlah alasan seseorang mengabaikan waktu tidurnya. Padahal, tidur merupakan salah satu kebutuhan manusia – sama halnya dengan makan maupun bernapas.

Tidur yang cukup dan berkualitas memegang peranan penting bagi keseluruhan fungsi tubuh. Tak sekedar menjadi sarana istirahat, namun ada banyak proses perbaikan pada seluruh organ tubuh saat tidur. Kurangnya tidur pun tak hanya sebatas menimbulkan rasa kantuk semata, ada banyak bahaya yang mengintai saat waktu tidur terus terabaikan.

Berbagai bahaya kurang tidur yang perlu diwaspadai

1. Penuaan pada Kulit

Lingkar hitam dan pembengkakan di bawah mata merupakan efek negatif kurang tidur yang terlihat dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang, buruknya waktu tidur dapat menyebabkan penuaan kulit datang lebih awal dari usia seharusnya. Dimana kulit akan terlihat kusam, kendur dan banyak kerutan meski di usia muda.

Alasannya, kurang tidur menyebabkan peningkatan produksi hormon kortisol yang dapat memecah kolagen – protein yang menjaga kulit tetap halus dan elastis. Bersamaan dengan itu, tubuh melepaskan lebih sedikit hormon pertumbuhan yang berperan dalam mempertahankan kesehatan jaringan kulit, tulang dan aktivitas otot.

2. Mempercepat Kerusakan Sel-Sel Otak

Selama proses tidur, otak akan melakukan pembersihan pada beberapa protein beracun yang berperan dalam memicu gangguan otak, misal seperti protein beta-amiloid yang terkait dengan penyakit Alzheimer.

Kebiasaan begadang atau kurang tidur akan menghambat proses pembersihan ini. Akibatnya, berbagai protein beracun tersebut akan terus meningkat dan menumpuk di dalam otak. Membuat sel-sel otak mengalami kerusakan lebih cepat dan sekaligus memicu terjadinya gangguan neurodegeneratif.

3. Berat Badan Bertambah

Seseorang yang tidur kurang dari 6 jam/hari jauh lebih berisiko mengalami peningkatan berat badan hingga obesitas dibandingkan orang yang cukup tidur. Kondisi ini terkait dengan adanya gangguan keseimbangan hormon yang berperan dalam mengendalikan nafsu makan dan proses metabolisme, termasuk ghrelin dan leptin.

Jam tidur yang kurang akan menyebabkan peningkatan pada produksi hormon ghrelin yang menstimulasi rasa lapar dan penurunan yang signifikan pada produksi hormon leptin yang menstimulasi rasa kenyang pada otak dan menekan nafsu makan. Membuat orang yang kurang tidur cenderung lebih rakus, terutama pada makanan berkalori tinggi.

4. Menurunnya Gairah Bercinta

Bahaya kurang tidur ternyata memiliki dampak besar terhadap aktivitas seksual seseorang. Berdasarkan sejumlah penelitian, diketahui bahwasanya kurang tidur akan menekan produksi hormon reproduksi seperti estrogen dan testosteron.

Perubahan hormon reproduksi ini kemudian akan berimbas pada menurunnya gairah bercinta, ketidaksuburan hingga disfungsi ereksi. Di tambah lagi, kurangnya jam tidur akan membuat energi seseorang lebih cepat terkuras, mudah mengantuk dan stres sehingga aktivitas bercinta bersama pasangan pun tak lagi menjadi prioritas.

5. Meningkatkan Risiko Diabetes

Pola tidur yang buruk terkait erat dengan kecenderungan mengonsumsi lebih banyak kalori dan malas bergerak yang dapat memicu obesitas dan diabetes. Bahkan sejumlah penelitian menyebutkan bahwa kurang tidur meski hanya satu malam dapat menyebabkan resistensi insulin – kondisi dimana sel-sel tubuh tidak dapat menggunakan gula darah dengan baik.

6. Memicu Penyakit Jantung

Para ahli mengemukakan hasil temuan yang menunjukkan bahwa seseorang yang tidur <6 jam semalam memiliki risiko 27% lebih tinggi mengalami penyakit jantung dibandingkan mereka yang cukup tidur. Kurang tidur dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, obesitas dan mempercepat aterosklerosis yang menjadi faktor risiko utama penyakit jantung.

Selain menimbulkan sejumlah masalah kesehatan seperti di atas, kurang tidur juga menjadi penyumbang terbesar atas terjadinya kecelakaan fatal di banyak negara.

Mengingat bahaya kurang tidur begitu mengancam keselamatan, sudah semestinya hal ini tidak terus dibiarkan. Tidurlah rata-rata 7-8 jam/hari dan jangan segan untuk berkonsultasi pada dokter agar mendapat solusi terbaik di balik masalah susah tidur yang dialami.

#
Exit mobile version